Sungai Babon Semarang Diduga Tercemar, DLH Ambil Sampel Air
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 10

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Muncul informasi mengenai dugaan pencemaran Sungai Babon di Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pasalnya, air sungai terlihat berwarna hijau pekat dan berbau tidak sedap.
Pemerintah Kota Semarang lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengambilan sampel air untuk pengujian di laboratoriam pada Jumat (21/7/2026). Penanganan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dari kanal pengaduan resmi Pemkot Semarang.
“Inggih (iya). Sesuai dengan aduan (dugaan pencemaran) di Lapor Semar,” kata Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasrani, Jumat (24/7/2026), dikutip Detik.
“Sudah dilakukan pengecekan ke lokasi. Menunggu hasil berita acara,” lanjut dia.
Peninjauan ke lokasi juga dilakukan DLH bersama pihak kelurahan Plamongansari. Masyarakat disebut sudah mengeluhkan kondisi air sungai yang berwarna hijau kehitaman dan berbau sejak Jumat (17/7/2026) lalu.
“Hari Jumat kemarin itu ada laporan dari Pak RW bahwa sungainya itu hitam dan berbau,” kata Kasi Pembangunan Kelurahan Plamongansari, Christiani.
“Hitam pekat berbau, baunya menyengat. Makanya sangat mengganggu dan lapor ke kelurahan lewat Pak RW,” lanjut dia.
Air dari sungai tersebut biasanya digunakan untuk irigasi pertanian. Menurut dugaan sementara, pencemaran bersumber dari lokasi pemotongan ayam di Pucang Gading, Mranggen, Demak, yang berbatasan langsung dengan Plamongansari.
“Ternyata itu (dugaan sumber pencemarannya) ikutnya Pucang Gading, ikut Mranggen. Itu memang limbahnya dari pemotongan ayam,” sebutnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

