Aliansi Tomas Gelar Doa Bersama di Pati: Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Daerah
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 14

Kabarjatengterkini.com– Gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Tomas menggelar aksi bertajuk “Doa dan Pernyataan Sikap Bersama” di Alun-Alun Pati. Kegiatan yang dihelat pada Jumat malam tersebut dihadiri oleh sekitar 22 organisasi lokal untuk memperkuat keharmonisan sosial di Kabupaten Pati.
Beberapa elemen yang tampak hadir di antaranya adalah Lindu Aji, LSM Harimau, GRIB Jaya, Bolo Dewo Pati, serta Aliansi Pati Bangkit (APB). Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah dari potensi perpecahan.
Murni Demi Kerukunan dan Tolak Anggutan Peredaman Aksi
Ketua DPC Lindu Aji Pati sekaligus penanggung jawab acara, Ahmad Sulaim Habibi (akrab disapa Kaji Boim), menegaskan bahwa agenda ini murni diselenggarakan demi memelihara kerukunan, ketertiban, serta keharmonisan di tengah masyarakat.
“Ini acara doa bersama. Murni tulus dari hati agar Pati kondusif,” ujar Kaji Boim saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Kaji Boim juga dengan tegas membantah anggapan bahwa acara doa bersama ini sengaja dibentuk untuk meredam rencana aksi unjuk rasa sebagian warga Pati yang berniat menyuarakan aspirasi terkait isu nasional tertentu.
Tujuh Poin Ikrar Damai dan Penandatanganan Komitmen
Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta membacakan tujuh poin ikrar sikap bersama. Poin-poin ini menekankan pentingnya menjaga Kabupaten Pati agar tetap aman, damai, dan kondusif, serta mengajak seluruh warga untuk senantiasa mengutamakan musyawarah mufakat serta menghormati koridor hukum yang berlaku.
Suasana malam itu berlangsung khidmat ketika para peserta membacakan ikrar sambil menyalakan lilin serta lampu senter dari ponsel masing-masing. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat pernyataan sikap oleh para pemimpin ormas yang hadir dan ditutup dengan kegiatan selamatan atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Imbauan Tokoh Agama: Salurkan Aspirasi Lewat Jalur Resmi
Sementara itu, Wakil Rois PCNU Pati, KH Abdul Majid, turut memberikan pandangannya agar seluruh persoalan publik disalurkan secara bijak melalui lembaga resmi yang berwenang. Menurutnya, penegakan hukum harus dipercayakan kepada aparat, pembangunan kepada instansi pemerintah daerah, dan penyaluran aspirasi politik kepada lembaga legislatif seperti DPRD.
Terkait wacana peraturan perundang-undangan tingkat nasional—seperti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang tengah disoroti sebagian elemen masyarakat—KH Abdul Majid menyatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan ranah eksekutif dan legislatif di tingkat pusat.
Meski demikian, ia tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan kritik atau unjuk rasa, asalkan dilakukan dengan memegang teguh etika, akhlakul karimah, serta argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan bermartabat.
Senada dengan hal tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nur Amalia, KH Nur Qosim, yang memimpin doa bersama malam itu, mengingatkan pentingnya merawat persaudaraan dan sinergi yang kuat antara ulama dan umara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagaimana pandangan Anda mengenai pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah?
- Penulis: markom kabarjatengterkini

