Heboh Temuan Diduga Belatung di Ompreng MBG SMA Pemalang
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Heboh temuan diduga belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Belik, Pemalang. Kejadian ini sempat terekam dalm video berdurasi 21 detik dan tersebar di media sosial.
Menurut video tersebut, tampak benda berwarna putih di olahan tempe yang diterima siswa kelas 10-6. Pihak sekolah mengklarifikasi bahwa temuan tersebut hanya ada di satu ompreng, sementara lainnya dinilai masih aman.
“Betul, kejadiannya Kamis (27/08/2027) di kelas 10-6. Hanya ada satu ompreng yang ada benda seperti itu. Ompreng yang lain aman,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Belik, Naila Rozanah,
Setelah mendapat informasi tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pemasok MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brayan Muluk selaku. Terkait kejadian itu, pihak sekolah memastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan akibat menu MBG itu.
Setelah melaporkannya, pihak SPPG datang ke sekolah pada keesokan harinya dan menyampaikan permintaan maaf. Selama evaluasi, pihak sekolah dan SPPG sepakat menghentikan sementara distribusi MBG ke sekolah.
“Kami sepakat, MBG kami off-kan dulu, dalam batas waktu tidak ditentukan. Dari SPPG akan evaluasi besar-besaran karena banyak masukan juga,” ujar Naila.
“Harapannya evaluasi besar-besaran, kebersihan dan semuanya jauh lebih baik. Semoga bisa komitmen dengan janjinya,” lanjut dia.
Sebanyak 920 porsi MBG dikirim ke SMA Negeri 1 Belik pada Kamis (27/8/2026), dan satu ompreng ditemukan benda yang terindikasi merupakan telur lalat. Meski demikian, pihak SPPG belum dapat memastikan secara pasti asal benda tersebut
“Kita pengiriman 920, dari 920 salah satu ada indikasi dari telur lalat,” kata Kepala SPPG Brayan Muluk, Ginanjar Sandika.
“Ini pertama kali terjadi. Dari indikasi dapur kemungkinan lalat itu hinggap saat di dapur,” ujarnya.
Setelah menyampaikan permintaan maaf, pihak SPPG melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan dan kebersihan makanan, termasuk kemungkinan benda tersebut masuk saat proses pengolahan lauk. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

