Program “Kencan Bumil” Digalakkan Guna Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jateng
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 24 Okt 2025
- visibility 119

Foto: Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Program “Kencan Bumil” atau “Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil” digalakkan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah. Dalam implementasinya, peran Posyandu akan dibutuhkan untuk memantau kondisi ibu hamil.
“Nanti diharapkan yang akan kita inisiasi lagi terkait di Posyandu juga namanya Kencan Bumil untuk menurunkan AKI AKB,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, Kamis (23/10/2025).
Ia menyampaikan, program Kencan Bumil merupakan upaya deteksi dini dengan pemantauan, mulai dari fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga nifas. Program ini juga bakal didukung dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) yang diintegrasikan dalam program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Spelling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Kita harus memantau terus bagaimana cek, kemudian menemani tumbuh kembang daripada ibu-ibu hamil di sini,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.
“Nanti disertai dengan layanan USG, yang kemudian kita integrasikan dengan cek kesehatan gratis dengan Dinas Kesehatan,” lanjut dia.
Program ini turut mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), yakni “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah hingga Agustus 2025 menunjukkan total angka kematian ibu dan bayi sebanyak 270 jiwa. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

