Anak Sering Bosan di Rumah? Ini 4 Cara Efektif Mengatasinya
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- visibility 54

Kabarjatengterkini.com- Ketika anak terlalu lama berada di rumah, rasa bosan adalah hal yang sangat wajar. Namun, jika dibiarkan, rasa bosan dapat memengaruhi mood, kreativitas, hingga perilaku mereka sehari-hari.
Banyak orang tua kerap kebingungan karena anak terlihat gelisah, mudah marah, dan menolak melakukan aktivitas apa pun. Untuk itu, penting bagi orang tua memahami cara efektif menghadapi anak yang sering bosan di rumah, terutama di era digital yang penuh distraksi.
Berikut empat cara yang dapat membantu orang tua mengatasi kebosanan anak serta menciptakan suasana rumah yang lebih menyenangkan dan produktif.
1. Ciptakan Jadwal Harian yang Menarik dan Terstruktur
Anak sering merasa bosan karena aktivitas hariannya tidak terarah dan terasa monoton. Untuk mengatasinya, orang tua dapat membuat jadwal harian yang variatif, namun tetap fleksibel. Tidak perlu terlalu ketat—yang penting aktivitasnya jelas dan mudah diikuti oleh anak.
Beberapa contoh kegiatan yang bisa dimasukkan ke dalam jadwal harian:
- Waktu bermain bebas (free play)
- Sesi belajar ringan seperti membaca buku cerita atau aktivitas edukatif
- Kegiatan motorik seperti senam, menari, atau bermain di halaman
- Waktu kreativitas seperti menggambar, mewarnai, atau membuat prakarya
- Screen time yang terkontrol sesuai usia
Dengan jadwal yang terstruktur, anak akan merasa setiap hari memiliki aktivitas yang ditunggu-tunggu. Selain itu, adanya rutinitas membuat anak merasa lebih aman dan nyaman, karena mereka tahu apa yang akan terjadi setelahnya.
Yang terpenting, sesuaikan jadwal dengan usia dan minat anak. Jika anak mulai terlihat bosan dengan satu aktivitas, orang tua bisa mengganti dengan kegiatan lain yang tetap mendukung perkembangan mereka.
2. Ajak Anak Bereksplorasi Melalui Kegiatan Kreatif
Kegiatan kreatif adalah cara efektif untuk mencegah kebosanan, karena anak cenderung senang bereksplorasi dan mencoba hal baru. Aktivitas yang merangsang imajinasi juga membantu mengembangkan kemampuan problem solving, motorik halus, hingga kepercayaan diri.
Beberapa ide aktivitas kreatif yang mudah dilakukan di rumah:
- Membuat mainan DIY dari kardus bekas, botol plastik, atau barang yang tidak terpakai
- Melukis dengan media alternatif, seperti kuas spons, kapas, atau sayuran
- Membuat slime atau playdough buatan sendiri
- Crafting sederhana, misalnya membuat topeng, bingkai foto, atau kartu ucapan
- Menanam benih lalu mengamati pertumbuhannya setiap hari
Kegiatan kreatif membuat anak fokus pada proses, bukan hanya hasil. Mereka akan menikmati waktu berkualitas tanpa terasa membosankan. Orang tua pun dapat ikut menemani untuk membangun kedekatan emosional yang lebih baik.
Jika anak terlihat khas pada satu bidang, misalnya suka memasak atau menggambar, dukung minat tersebut dengan menyediakan bahan dan ruang yang memadai.
3. Berikan Anak Ruang untuk Bermain Mandiri
Banyak orang tua merasa perlu selalu menemani anak bermain agar mereka tidak bosan. Namun, justru memberi ruang untuk bermain mandiri dapat mengajarkan anak berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah sendiri.
Bermain mandiri membantu anak:
- Mengembangkan imajinasi
- Mengasah fokus dan konsentrasi
- Belajar membuat keputusan
- Menjadi lebih percaya diri
Untuk mendorong permainan mandiri, orang tua bisa menyiapkan zona bermain yang aman, bersih, dan menarik. Isi area tersebut dengan mainan edukatif, balok bangunan, puzzle, atau buku cerita yang disusun rapi sehingga anak bisa memilih sendiri.
Hindari memberikan terlalu banyak pilihan agar anak tidak kewalahan. Berikan waktu 10–20 menit bermain mandiri, lalu perlahan tambah durasinya sesuai kemampuan anak.
Selain itu, berikan pujian ketika anak dapat menghibur dirinya sendiri tanpa bergantung pada gadget atau bantuan orang tua. Pujian sederhana dapat meningkatkan motivasi internal anak.
4. Luangkan Waktu Berkualitas Bersama Anak Tanpa Gangguan
Banyak anak merasa bosan bukan karena tidak ada aktivitas, tetapi karena kurangnya koneksi emosional dengan orang tua. Meski sibuk bekerja di rumah, orang tua perlu menyisihkan waktu khusus untuk berinteraksi tanpa distraksi gadget.
Waktu berkualitas tidak harus lama. Bahkan 15–20 menit aktivitas yang benar-benar fokus sudah cukup bagi anak untuk merasa diperhatikan.
Beberapa ide kegiatan yang cocok dilakukan bersama:
- Bermain board game atau permainan sederhana
- Membaca buku cerita dengan ekspresi dan suara berbeda
- Memasak atau membuat kue bersama
- Berolahraga ringan atau bermain kejar-kejaran di halaman
- Mengobrol santai tentang perasaan atau pengalaman hari itu
Anak yang merasa dekat dengan orang tuanya biasanya lebih mudah diarahkan dan lebih jarang mengeluh bosan. Kegiatan bersama juga menciptakan kenangan positif di rumah, sehingga anak merasa betah dan lebih bahagia.
Kesimpulan
Menghadapi anak yang sering bosan di rumah membutuhkan kreativitas, kesabaran, dan strategi yang tepat. Dengan membuat jadwal yang menarik, mengajak anak bereksplorasi, memberi ruang bermain mandiri, serta meluangkan waktu berkualitas, orang tua dapat membantu anak lebih bahagia, produktif, dan berkembang secara optimal.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

