Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » 7 Fakta Menakjubkan Oposum Virginia, Mamalia Kuno yang Tahan Bisa Ular!

7 Fakta Menakjubkan Oposum Virginia, Mamalia Kuno yang Tahan Bisa Ular!

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
  • visibility 360

Kabarjatengterkini.com– Oposum Virginia (Didelphis virginiana) adalah salah satu hewan paling unik yang bisa ditemukan di Amerika Utara. Hewan berkantung ini tidak hanya menarik karena penampilannya yang khas, tetapi juga karena sejumlah fakta menakjubkan yang membuatnya berbeda dari mamalia lainnya. Bahkan, para ilmuwan menyebut bahwa oposum Virginia adalah “fosil hidup”, karena hampir tidak mengalami perubahan evolusioner sejak zaman dinosaurus!

Berikut ini adalah 7 fakta unik Oposum Virginia yang wajib kamu ketahui:

1. Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

Salah satu fakta paling mencengangkan tentang oposum Virginia adalah usia spesiesnya. Berdasarkan catatan fosil, mamalia berkantung seperti oposum telah ada sejak sekitar 70 juta tahun yang lalu, atau pada masa akhir periode Kapur. Ini berarti mereka hidup berdampingan dengan dinosaurus seperti Tyrannosaurus rex!

Meski dunia telah berubah drastis sejak itu, struktur tubuh dan perilaku oposum Virginia nyaris tidak mengalami perubahan besar. Karena itulah, mereka sering disebut sebagai “fosil hidup” oleh para ahli paleontologi.

2. Mamalia Marsupial Satu-satunya di Amerika Utara

Oposum Virginia adalah satu-satunya mamalia berkantung (marsupial) yang hidup secara alami di Amerika Utara. Sebagian besar marsupial seperti kanguru dan koala berasal dari Australia, namun oposum adalah pengecualian yang luar biasa.

Induk oposum betina memiliki kantung di perut (mirip kanguru) untuk membawa anak-anaknya yang masih sangat kecil dan belum berkembang sempurna saat lahir. Anak oposum tinggal di dalam kantung ini hingga cukup besar dan kuat untuk hidup mandiri.

3. Ahli Pura-Pura Mati

Pernah dengar istilah “playing possum“? Istilah ini berasal dari perilaku oposum yang unik ketika menghadapi ancaman. Saat terancam oleh predator, oposum Virginia bisa berpura-pura mati dengan sangat meyakinkan!

Mereka akan menjatuhkan tubuh, menjulurkan lidah, memperlambat detak jantung, bahkan mengeluarkan bau busuk dari kelenjar anal — semuanya untuk menciptakan ilusi bahwa mereka sudah tidak bernyawa. Predators yang tertipu biasanya kehilangan minat, dan pergi.

4. Kebal Racun Ular Berbisa

Salah satu fakta biologis paling menakjubkan dari oposum Virginia adalah kemampuannya untuk bertahan dari gigitan ular berbisa, termasuk ular derik. Tubuh mereka memproduksi protein khusus bernama Lethal Toxin-Neutralizing Factor (LTNF) yang dapat menetralkan bisa ular mematikan.

Ilmuwan bahkan mempelajari protein ini untuk mengembangkan serum anti-bisa ular yang bisa digunakan oleh manusia. Bayangkan, seekor hewan kecil seperti oposum bisa membuka jalan bagi penyelamatan ribuan nyawa manusia!

5. Pemakan Segala dan Pengendali Hama Alami

Oposum Virginia termasuk hewan omnivora yang memakan hampir semua jenis makanan, mulai dari buah-buahan, serangga, katak, tikus kecil, hingga sisa makanan manusia. Tapi yang menarik, mereka dikenal sangat efektif dalam mengendalikan populasi hama, termasuk kutu dan tikus.

Satu oposum dewasa bisa memakan ribuan kutu dalam sebulan, yang secara tidak langsung membantu mengurangi risiko penyakit seperti Lyme disease. Karena itu, banyak ahli lingkungan menyebut oposum sebagai “pahlawan ekosistem yang terlupakan.”

6. Tidak Menularkan Rabies

Meskipun sering dikira sebagai hewan penyebar penyakit karena penampilannya yang kumal, faktanya oposum Virginia jarang sekali membawa virus rabies. Hal ini disebabkan oleh suhu tubuhnya yang rendah, sekitar 34 derajat Celsius, yang membuat virus rabies sulit berkembang.

Jadi, dibandingkan dengan mamalia lain seperti rakun atau anjing liar, oposum justru lebih aman dalam konteks penularan rabies.

7. Ingatan Tajam untuk Makanan

Meski berwajah polos dan terlihat lamban, oposum memiliki daya ingat yang luar biasa, terutama dalam hal mencari makanan. Studi menunjukkan bahwa oposum bisa mengingat lokasi makanan yang hanya mereka lihat sekali, bahkan setelah berhari-hari.

Dalam uji coba lab, kemampuan memori oposum untuk menemukan makanan bahkan lebih baik dibandingkan kucing, anjing, dan beberapa spesies primata. Mereka mengingat apa yang bisa dimakan, di mana lokasinya, dan bagaimana cara mendapatkannya.

Oposum Virginia adalah hewan yang luar biasa, dengan kombinasi sifat unik, adaptasi hebat, dan sejarah evolusioner yang panjang. Dari kemampuan berpura-pura mati, kekebalan terhadap bisa ular, hingga peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem, oposum jelas bukan hewan biasa.

Bahkan, kehadiran oposum di sekitar kita bisa menjadi berkah tersendiri. Mereka membantu memberantas hama, menjaga kebersihan lingkungan, dan terbukti aman dari risiko rabies. Jadi, lain kali jika kamu melihat hewan ini berkeliaran, anggap mereka sebagai penjaga ekosistem yang berjasa sejak zaman purba!

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • snbt

    Geger! Kemdiktisaintek Ungkap 99 Persen Kecurangan SNBT Mengincar Prodi Kedokteran

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membongkar fakta mengejutkan terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Hampir seluruh temuan kasus kecurangan dalam ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut ternyata mengincar Program Studi (Prodi) Kedokteran. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa persentase kecurangan di program studi favorit […]

  • Pemprov Jateng Alokasikan Dana Hibah Rp16,6 Miliar untuk PTS

    Pemprov Jateng Alokasikan Dana Hibah Rp16,6 Miliar untuk PTS

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Dana hibah sebanyak Rp16,6 miliar dialokasikan untuk perguruan tinggi swasta (PTS) di tahun 2025 ini. Jumlah tersebut mengalami peningkatan lebih dari Rp6 miliar dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak Rp10,41 miliar. Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Yasip Khasani mengatakan, saat ini, di Jawa Tengah sudah ada 218 […]

  • Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    Pemprov Jateng Harap Pembangunan RSPPU Bisa Tambah Dokter Spesialis di Daerah

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung program pembangunan Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU). Pembangunan tersebut ditandai dengan ground breaking Gedung VIP berlantai tujuh di RSUD Margono Soekarjo, Purwokerto. Program kerja sama antara Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo dan RSUD Dr Moewardi Surakarta ini, diharapkan mampu mengatasi tantangan […]

  • Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp80 Kilogram di Tingkat Konsumen Jawa Tengah

    Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp80 Kilogram di Tingkat Konsumen Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Harga cabai rawit merah di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, berada di atas harga acuan pembelian (HAP). Diketahui, harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp80 kilogram di tingkat rata-rata konsumen Jawa Tengah. Kenaikan harga komoditas cabai rawit merah di pasaran tersebut juga dipengaruhi adanya peningkatan permintaan di luar daerah. Bahkan, di Jakarta, […]

  • Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak empat warga Brebes dinyatakan positif campak menurut pemeriksaan laboratorium. Temuan kasus campak ini diiringi dengan peningkatan suspek pada beberapa hari terakhir, yakni dari 197 orang menjadi 202 orang. “Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus […]

  • Wali Kota Semarang Agustina /semarangkota

    Kurangi Risiko Banjir, Agustina Luncurkan Program Pembangunan 1.000 Titik Sumur Resapan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Guna mengurangi risko banjir, Wali Kota Semarang Agustina meluncurkan program pembangunan 1.000 titik sumur resapan. Sebagaimana diketahui jika banjir kerap kali melanda wilayah Semarang bawah. Sehingga sumur resapan dibuat untuk menampung air. “Nanti yang daerah bawah, akan dibantu dengan program yang lain, misalnya di tiap-tiap rumah dibuatkan biopori. Sumur resapan memang di area […]

expand_less