Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » BPJPH Akan Audit Food Tray MBG di China, Respons Isu Kandungan Minyak Babi

BPJPH Akan Audit Food Tray MBG di China, Respons Isu Kandungan Minyak Babi

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 269

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, angkat bicara terkait isu dugaan kandungan minyak babi dalam food tray atau wadah makan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Food tray tersebut diketahui diproduksi di China dan menjadi sorotan publik usai beredar informasi yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kehalalannya.

Menanggapi hal itu, Haikal menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan berdasarkan isu semata. Oleh karena itu, BPJPH akan mengirim tim langsung ke China untuk melakukan pengecekan dan audit menyeluruh terhadap proses produksi food tray tersebut.

“Kalau terakhir untuk food tray itu kan terakhir masih diperiksa. Mudah-mudahan dalam minggu ini kami akan berangkat ke China karena kami tidak melayani isu, tidak melayani berita-berita yang hoaks. Kami harus menyaksikan lebih dulu, kami harus audit lebih dulu semuanya,” ujar Haikal Hassan saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

BPJPH Sertifikasi Halal untuk Seluruh Komponen Program MBG

Sebagai bentuk dukungan terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis, BPJPH memastikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya akan dilakukan pada makanannya saja. Sertifikasi halal juga akan diberlakukan pada seluruh rantai produksi, mulai dari dapur, menu makanan, hingga peralatan masak dan penyajian seperti food tray.

“Bukan cuma produk, menunya juga. Jadi dapurnya tersertifikasi halal, menunya tersertifikasi halal, dan peralatan-peralatan yang dipakai juga tersertifikasi halal. Bahkan kepala dapurnya akan menjadi penyelia-penyelia (orang yang mengawasi) halal,” lanjut Haikal.

Ia juga menyampaikan bahwa BPJPH telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan BGN untuk menjamin kehalalan seluruh aspek dalam program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Food Tray dari China Karena Produksi Lokal Belum Mencukupi

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Handayana menjelaskan alasan food tray program MBG masih berasal dari luar negeri, khususnya China. Menurutnya, kapasitas produksi dalam negeri saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nasional, yang mencapai puluhan juta unit dalam waktu singkat.

“(Dalam negeri) baru punya kemampuan 10 juta tray per bulan. Sementara kita akan butuh kurang lebih 70 juta tray tambahan. Dan kalau sekarang September, Oktober, November, Desember, 4 bulan, jadi artinya produksi dalam negeri hanya bisa memasok 40 juta,” kata Dadan.

Dadan juga menambahkan bahwa sejauh ini pembelian food tray dilakukan oleh mitra-mitra pelaksana program MBG, bukan oleh BGN langsung. BGN sendiri baru akan melakukan pengadaan resmi untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang dibangun menggunakan anggaran negara (APBN).

“Jadi ini kombinasi antara nanti pengadaan APBN, tapi yang sekarang sudah ada di masyarakat itu adalah yang dibeli mitra-mitra, bukan Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Sertifikasi Libatkan BPJPH, BPOM, dan Kemenperin

Dalam hal jaminan mutu dan keamanan produk, BGN akan melibatkan berbagai lembaga negara. Untuk aspek kehalalan, BGN akan menggandeng BPJPH sebagai otoritas utama. Sementara untuk standar kebersihan atau higienis akan melibatkan BPOM, dan aspek Standar Nasional Indonesia (SNI) akan dikawal oleh Kementerian Perindustrian.

“Misalnya untuk higienis tentu saja harus dari BPOM, kemudian SNI harus dari Kementerian Perindustrian, kehalalan harus keluar dari BPJPH,” tegas Dadan.

Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaminan Halal Program MBG

Langkah cepat yang diambil oleh BPJPH dengan menurunkan tim langsung ke China dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin kehalalan dan keamanan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis. Isu sensitif seperti dugaan kandungan babi dalam food tray tentu harus dibuktikan secara ilmiah dan melalui prosedur audit resmi, bukan sekadar isu viral di media sosial.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, terutama di daerah terpencil dan dengan kondisi ekonomi terbatas. Karena itu, kepastian kehalalan baik dari makanan maupun alat penyajinya menjadi hal krusial untuk menjaga kepercayaan publik, khususnya umat Muslim di Indonesia.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • mengantuk

    5 Cara Mencegah agar Tidak Mengantuk setelah Makan

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sering merasa mengantuk setelah makan? Simak 5 cara efektif mencegah kantuk setelah makan agar tetap produktif sepanjang hari. Mengantuk setelah makan adalah hal yang umum terjadi dan sering kali dianggap wajar. Namun, jika rasa kantuk ini mengganggu aktivitas atau pekerjaan, tentu harus dicari solusinya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai postprandial somnolence, yaitu […]

  • Ribuan Atlet se-Indonesia Siap Bertanding dalam Ajang Pomnas XIX di Jateng

    Ribuan Atlet se-Indonesia Siap Bertanding dalam Ajang Pomnas XIX di Jateng

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ribuan atlet mahasiswa se-Indonesia siap mengikuti ajang Pekan Olahraga Mahasiwa Nasional (Pomnas) XIX. Agenda ini bakal digelar di dua kota besar di Jawa Tengah, yakni Semarang dan Surakarta tanggal 19 hingga 27 September 2025. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa perhelatan ini bukan semata-mata menjadi panggung ‘unjuk gigi’ bagi para atlet muda, melainkan […]

  • posyandu

    Posyandu di Jateng Diharapkan Menerapkan 6 Standar Pelayanan Minimum

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh Provinsi Jawa Tengah diharapkan menerapkan enam standar pelayanan minimum (SPM). Adapun enam standar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, dan sosial. Tujuan penerapannya guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah masing-masing. “Layanan posyandu sekarang menjadi enam bidang pelayanan posyandu. Enam […]

  • 3 Remaja Tewas Tersambar Kereta di Jalur Stasiun Batang-Pekalongan

    3 Remaja Tewas Tersambar Kereta di Jalur Stasiun Batang-Pekalongan

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tiga remaja perempuan tewas usai tertabrak Kereta Api (KA) Argo Merbabu yang melintas di jalur hilir antara Stasiun Batang-Stasiun Pekalongan, tepat Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (21/2/2026) pagi. Ketiga korban masing-masing berinisial AFJ (15), IS (15), dan AP (16) merupakan warga Kedungmiri Barat, Kelurahan Kasepuhan. Saat kejadian, mereka disebut sedang berjalan […]

  • bnpb

    BNPB Sebut 103 Selamat dan 49 Hilang dalam Tragedi Ambruknya Ponpes Al-Khoziny

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memberikan informasi terbaru terkait perkembangan pencarian korban pasca ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Sabtu (4/10/2025), Suharyanto menyebutkan bahwa total 118 orang telah ditemukan, dengan rincian 103 orang selamat, 14 meninggal, dan 49 lainnya masih […]

  • gusti

    Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV. Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja […]

expand_less