Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

Purbaya Desak BEI Bersih-Bersih Saham Gorengan Sebelum Terima Insentif

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 184

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan insentif kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum pasar modal ditertibkan dari praktik perdagangan saham tidak wajar atau yang dikenal sebagai “saham gorengan”.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri acara Dialog Pelaku Pasar Modal Bersama Menteri Keuangan RI yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/10) pagi. Acara tersebut dihadiri oleh para pelaku pasar modal, jajaran direksi perusahaan terbuka, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“BEI sempat meminta insentif kepada pemerintah. Tapi saya bilang, belum akan diberikan sebelum mereka merapikan kondisi pasar modal, terutama yang berkaitan dengan praktik saham gorengan. Investor ritel jadi korban utama,” tegas Purbaya kepada wartawan.

Saham Gorengan Rugikan Investor Ritel

Saham gorengan adalah istilah yang merujuk pada saham yang mengalami lonjakan atau penurunan harga secara drastis akibat manipulasi pasar. Praktik ini biasanya dilakukan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kesan seolah-olah saham tersebut sedang diminati, padahal tidak didukung oleh fundamental perusahaan.

Akibatnya, investor ritel yang tergiur dengan lonjakan harga tersebut seringkali terjebak dan mengalami kerugian besar ketika harga saham tiba-tiba jatuh.

“Banyak saham yang digoreng tapi dibiarkan saja. Tidak ada tindakan tegas. Kalau seperti ini terus, bagaimana investor kecil bisa percaya pada pasar modal kita?” tambah Purbaya.

Insentif Hanya Jika Tata Kelola Pasar Dibenahi

Dalam pertemuan tersebut, pihak BEI disebutkan mengajukan sejumlah insentif fiskal, termasuk yang berkaitan dengan kebijakan perpajakan. Namun, Purbaya menegaskan bahwa permintaan tersebut belum akan dikabulkan sampai BEI menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki tata kelola pasar modal.

“Saya ingin lihat dulu langkah konkret dari BEI. Kalau sudah beres, baru kita bisa bahas insentif seperti pajak atau bentuk dukungan lainnya,” jelasnya.

Menurut Purbaya, insentif dari pemerintah bukanlah sesuatu yang diberikan secara otomatis. Pemerintah memerlukan jaminan bahwa pasar modal Indonesia dijalankan secara sehat dan adil, serta bebas dari praktik manipulatif yang merugikan masyarakat luas.

Ia juga menyinggung upaya Kementerian Keuangan dalam membenahi tata kelola internal, termasuk di sektor perpajakan. Jika kementeriannya bisa memperbaiki sistem di dalam, maka BEI pun diminta menunjukkan usaha serupa.

“Kalau saya bisa rapikan pegawai pajak agar tidak macam-macam, berarti concern mereka (BEI) soal insentif sudah tidak relevan. Tapi kalau sudah saya rapikan dan masih ada masalah, barulah mereka bisa datang lagi dan kita diskusikan bentuk insentif yang sesuai,” katanya.

Pemerintah Dorong Pasar Modal Lebih Sehat dan Berkelanjutan

Selain membahas insentif dan saham gorengan, dalam dialog tersebut Menkeu juga menekankan pentingnya memastikan program ekonomi pemerintah berjalan berkesinambungan, bukan hanya bersifat sesaat (one shot).

“Kita bahas bagaimana menjaga agar program ekonomi berjalan terus, tidak hanya sesaat lalu hilang. Kita butuh keberlanjutan,” ujar Purbaya.

Dengan penertiban pasar modal dan peningkatan tata kelola, pemerintah berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang sehat dan stabil bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terbuka untuk mendukung pertumbuhan industri pasar modal, tetapi dukungan tersebut akan diberikan secara selektif dan berbasis pada akuntabilitas serta komitmen reformasi dari para pelaku pasar.

Peran OJK dan Regulator Semakin Krusial

Dalam kesempatan yang sama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memainkan peran lebih aktif dalam mengawasi perdagangan yang tidak wajar dan memperketat regulasi terkait perdagangan manipulatif.

Pengawasan yang ketat dan tindakan tegas dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor, terutama investor ritel yang menjadi tulang punggung likuiditas pasar.

“Kita butuh kolaborasi semua pihak. BEI, OJK, dan pemerintah harus bersatu membersihkan pasar dari praktik-praktik yang merugikan,” pungkas Menkeu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa insentif untuk BEI tidak akan diberikan sebelum ada perbaikan signifikan dalam tata kelola pasar modal, khususnya penertiban saham gorengan. Pemerintah menekankan pentingnya perlindungan terhadap investor ritel, pembenahan menyeluruh oleh regulator, dan sinergi lintas lembaga dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pemalang Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Senilai Rp1,9 M

    Bupati Pemalang Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Senilai Rp1,9 M

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kasus pemerasan dan suap. Menurut pemeriksaan, aksi tersebut melibatkan uang senilai Rp1,9 miliar yang diperoleh dari bawahannya. Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, Anom diduga memeras bawahannya melalui tangan kanan atau orang kepercayaannya, Mohamad Haris. Uang yang dikumpulkan tersebut kemudian […]

  • tni

    Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat […]

  • KA Argo Bromo Anggrek Bakal Ganti Nama Baru Mulai 9 Mei

    KA Argo Bromo Anggrek Bakal Ganti Nama Baru Mulai 9 Mei

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – KA Argo Bromo Anggrek bakal ganti nama menjadi KA Anggrek per tanggal 9 Mei 2026 mendatang. Hal ini disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui akun media sosialnya baru-baru ini. “Mulai 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,” tulis akun @kai121_, Selasa (5/5/2026). KAI menyampaikan, […]

  • Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tentang gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah kereta, sedangkan laki-laki di ujung rangkaian. Usulan tersebut muncul usai peristiwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menewaskan 15 penumpang. Menurutnya, penyebab seluruh korban berjenis kelamin wanita karena gerbong khusus perempuan […]

  • pekerjaan rumah

    6 Pekerjaan Rumah Tangga yang Tidak Boleh Ditunda agar Rumah Selalu Nyaman dan Bersih

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Mengurus rumah tangga memang membutuhkan perhatian dan ketelatenan. Meskipun pekerjaan rumah tangga terkadang terasa melelahkan dan membosankan, ada beberapa tugas yang tidak boleh ditunda karena dapat berpengaruh besar pada kenyamanan, kebersihan, dan kesehatan penghuni rumah. Jika Anda sering menunda pekerjaan rumah, coba kenali 6 pekerjaan rumah tangga yang wajib diselesaikan segera agar rumah tetap […]

  • tito

    Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Hanya 5 Daerah yang Naikkan Tarif PBB di 2025, Imbau Kepala Daerah Komunikatif

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kabar mengenai kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah pada tahun 2025 menjadi perhatian publik. Beberapa wilayah bahkan mengalami gelombang aksi protes besar-besaran dari masyarakat yang merasa keberatan. Salah satu daerah yang ramai diperbincangkan adalah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sempat menaikkan tarif PBB sebesar 250 persen dan menuai penolakan […]

expand_less