Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 207

Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah besar dalam waktu dekat untuk memberantas praktik penyelundupan yang selama ini merugikan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum tengah disiapkan untuk menangkap para mafia di berbagai sektor, khususnya dalam penyelundupan tekstil dan baja.

Purbaya menyebut pemerintah telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat. “Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses.

Intinya, yang selama ini melakukan under invoicing, menyelundupkan barang—yang paling banyak itu tekstil, baja, dan sebagainya. Sudah ada nama-namanya,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025).

Meski belum membeberkan total kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut, Purbaya memastikan pihaknya sedang melakukan penghitungan atas potensi penerimaan negara yang hilang. “Belum tahu. Masih kita hitung,” katanya singkat.

Mafia Tak Bisa Dihadapi Sendirian

Langkah Kementerian Keuangan ini menuai perhatian para pengamat. Ronny P. Sasmita, Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, menilai bahwa pemberantasan mafia penyelundupan adalah pekerjaan besar yang tak bisa diselesaikan oleh Purbaya sendiri.

“Strategi pemerintah harus mencakup tiga aspek kunci,” kata Ronny kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/10/2025).

  1. Penegakan hukum yang tegas dan terkoordinasi
    Penyulundupan biasanya melibatkan jaringan lintas sektor, termasuk oknum aparat, pengusaha, dan birokrasi pelabuhan. Tanpa koordinasi antarlembaga, upaya pemberantasan akan berhenti di level simbolik.
  2. Pembersihan internal di lembaga strategis
    Lembaga seperti Bea Cukai dan otoritas pelabuhan rentan terhadap infiltrasi kepentingan mafia. Reformasi internal menjadi keharusan.
  3. Penguatan sistem pengawasan digital
    Digitalisasi pengawasan melalui integrasi data logistik nasional dan sistem pelacakan barang impor-ekspor bisa menutup celah manipulasi dokumen.

Ronny menekankan bahwa dukungan dari Presiden Prabowo Subianto sangat penting. Operasi pemberantasan harus mendapat komando langsung dari kepala negara agar efektif.

“Diperlukan sinergi antara Kemenkeu, Polri, Kejaksaan, TNI, Kemenhub, hingga Kemenperin. Ini bukan pekerjaan satu kementerian saja,” tegasnya.

Pentingnya Political Will dan Reformasi Internal

Senada, Ekonom CELIOS Nailul Huda menyoroti bahwa keberadaan mafia terjadi karena adanya persekongkolan antara pengusaha dan oknum internal instansi. Ia menekankan pentingnya pembersihan di tubuh instansi seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

“Kebocoran penerimaan negara bersumber dari lemahnya pengawasan internal. Barang ilegal bisa lolos karena ada yang bermain di dalam,” ujarnya.

Huda menegaskan bahwa pemerintah harus berani menindak pengemplang pajak dan mafia impor. Meski keduanya berada di bawah kendali Menteri Purbaya, keputusan politik akan menentukan keberhasilan tindakan ini.

“Pertanyaannya tinggal: berani atau tidak?” pungkas Huda.

Perlu Komando Operasi Terpadu

Sementara itu, Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mendorong Presiden Prabowo untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna memberi mandat terpadu kepada seluruh lembaga penegak hukum.

Ia menyarankan dibentuknya task force lintas lembaga dengan satu komandan operasi. Task force ini harus melibatkan Polri, Kejaksaan, DJP, DJBC, PPATK, dan TNI AL/Bakamla untuk patroli laut serta pengamanan lapangan.

“Dengan komando politik yang jelas, seluruh sumber daya hukum bisa bergerak serempak. Industri dalam negeri terlindungi, pasar jadi lebih transparan, dan jaringan mafia kehilangan modal, akses pelabuhan, serta celah manipulasi data,” jelas Syafruddin.

Langkah Nyata atau Simbolik?

Masyarakat dan pelaku industri menunggu apakah langkah ini akan menjadi momentum pembenahan ekosistem perdagangan nasional, atau hanya sebatas wacana.

Jika pemerintah serius, tindakan ini bisa memulihkan kerugian triliunan rupiah akibat penyelundupan dan under invoicing. Industri dalam negeri juga akan lebih kompetitif, karena tak lagi disusupi barang ilegal berharga murah yang merusak harga pasar.

Namun jika tanpa dukungan penuh dari lembaga hukum dan politik, upaya ini berisiko gagal, seperti banyak inisiatif serupa di masa lalu.

Rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia penyelundupan yang dipelopori Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik. Untuk berhasil, langkah ini membutuhkan dukungan lintas sektor dan komando politik yang kuat dari Presiden Prabowo. Tanpa itu, pemberantasan mafia hanya akan jadi retorika tanpa hasil nyata.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muncul Aduan Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo saat Penyerahan SK Kemendikbud

    Muncul Aduan Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo saat Penyerahan SK Kemendikbud

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Muncul aduan dugaan pengeroyokan di Keraton Solo sebelum penyerahan SK dari Kementerian Kebudayaan pada Minggu (18/1/2026) lalu. Pengeroyokan itu ditargetkan terhadap salah satu anggota tim keamanan Pakubuwono XIV Purboyo. Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta Ajun Komisaris Sudarmianto membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya sampai saat ini masih mendalami laporan itu, namun […]

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • jateng

    Realisasi Investasi di Jateng Semester 1 2025 Capai 58,19 Persen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 368
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) semester pertama tahun 2025 capai Rp45,58 triliun. Besaran tersebut sudah mencapai 58,19 persen dari target realisasi untuk tahun ini. Diketahui, investor asing masih mendominasi dengan catatan investasi sebesar Rp25,63 triliun atau 56 persen, sementara dari dalam negeri mencapai Rp19,95 triliun atau 44 persen. Jumlah investasi […]

  • Modernisasi Beragama di Tengah Globalisasi, Anggota DPRD Jateng Imbau Tidak Ekstrem

    Modernisasi Beragama di Tengah Globalisasi, Anggota DPRD Jateng Imbau Tidak Ekstrem

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dini bertemakan “Sinergi Pemerintah dan elemen masyarakat dalam membangun sistem deteksi dini serta pencegahan potensi gangguan keamanan”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Jateng, tokoh agama, akademisi, dan aktivis sosial. Mereka berdiskusi tentang […]

  • semarang

    Agustina Wilujeng Siap Kolaborasi untuk Sukseskan Program PAUD Emas di Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pendidikan anak yang berkualitas dan inklusif dibutuhkan sejak usia dini atau sebelum menginjak bangku sekolah. Hal ini bisa diwujudkan dengan penerapan program PAUD Emas di Kota Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan siap berkolaborasi dan memastikan kelancaran program yang diinisiasi Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin tersebut. Komitmen nyata itu dibuktikan dengan […]

  • Pemkab Purbalingga Berkomitmen Lestarikan Pertunjukan Kentongan

    Pemkab Purbalingga Berkomitmen Lestarikan Pertunjukan Kentongan

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berkomitmen melestarikan kebudayaan lokal daerah. Adapun salah satu budaya yang menjadi khas kabupaten tersebut adalah pertunjukan kentongan. “Komitmen kami adalah untuk melestarikan budaya yang menjadi ciri khas Purbalingga. Pemerintah memiliki rasa dan tanggung jawab agar budaya lokal bisa terus dilestarikan,” ujar Bupati Fahmi Muhammad Hanif, Minggu (12/10/2025). Pelestarian […]

expand_less