Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Realisasi PNBP ATR/BPN Capai Rp 2,63 Triliun per 12 November 2025, Setara 82,12 Persen dari Target

Realisasi PNBP ATR/BPN Capai Rp 2,63 Triliun per 12 November 2025, Setara 82,12 Persen dari Target

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
  • visibility 88

Kabarjatengterkini.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 2,63 triliun hingga 12 November 2025. Capaian ini setara 82,12 persen dari target PNBP tahun 2025 yang ditetapkan pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyampaikan bahwa hingga pertengahan November, tren penerimaan masih menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan adanya perbaikan kinerja layanan pertanahan dan tata ruang.

“Secara tahunan atau year-on-year (yoy), realisasi penerimaan PNBP lebih tinggi secara nilai rupiah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan tren yang positif meskipun masih memerlukan langkah-langkah percepatan untuk memastikan capaian optimal di akhir tahun nanti,” ujar Darmawan dalam rapat panja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (17/11).

Realisasi dan Proyeksi PNBP Lima Tahun Terakhir Menunjukkan Tren Positif

Darmawan menjelaskan bahwa kinerja PNBP ATR/BPN dalam lima tahun terakhir secara umum berada dalam tren positif. Meski terdapat anomali pada tahun 2021 yang dihipotesiskan sebagai dampak pandemi COVID-19, penerimaan pada 2022 hingga 2024 terus mencatat pertumbuhan stabil.

Menurutnya, hal ini mencerminkan pemulihan aktivitas pertanahan di seluruh Indonesia, terutama pada layanan-layanan yang berkaitan dengan pendaftaran tanah, pemeliharaan data, hingga pengukuran bidang tanah.

Pada tahun 2025, pemerintah menetapkan target PNBP sebesar Rp 3,2 triliun. Target tersebut dibangun berdasarkan proyeksi potensi layanan pertanahan dan tata ruang serta didukung oleh kebijakan optimalisasi pelayanan publik yang dilakukan kementerian.

Namun, ATR/BPN memperkirakan realisasi PNBP hingga akhir 2025 akan berada di angka Rp 3,13 triliun, atau 97,66 persen dari target. Menurut Darmawan, angka ini dinilai sangat baik meski belum mencapai 100 persen, karena dipengaruhi oleh kondisi perekonomian nasional yang masih belum stabil.

“Kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya berdampak pada transaksi properti, terutama transaksi tanah, yang turut memengaruhi realisasi PNBP tahun ini,” jelas Darmawan.

Layanan Pertanahan Penyumbang PNBP Tertinggi Sepanjang 2025

Dalam pemaparannya, Darmawan merinci lima layanan dengan capaian PNBP tertinggi pada 2025. Beberapa layanan bahkan mencatat peningkatan signifikan dibandingkan dengan realisasi tahun 2024. Berikut rincian lengkapnya:

1. Pemeliharaan Data Pendaftaran Tanah

Layanan ini menjadi penyumbang PNBP terbesar dengan realisasi Rp 750,15 miliar pada 2025. Angka ini meningkat dari Rp 642,13 miliar pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan pemutakhiran data pertanahan yang semakin digital dan terintegrasi.

2. Pendaftaran Hak Tanggungan

Realisasi PNBP dari layanan hak tanggungan mencapai Rp 430,61 miliar pada 2025, naik sedikit dari Rp 426,48 miliar pada tahun sebelumnya. Layanan ini sangat erat kaitannya dengan transaksi kredit dan pembiayaan, sehingga menjadi indikator penting aktivitas ekonomi.

3. Perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pakai

Layanan ini mencatat realisasi Rp 462,85 miliar pada 2025, mengalami penurunan dari Rp 516,46 miliar pada 2024.
Penurunan ini diperkirakan akibat perlambatan minat investasi dan penyesuaian aktivitas bisnis pada sektor-sektor yang memanfaatkan lahan berskala besar.

4. Pengukuran dan Pemetaan Batas Bidang Tanah

Layanan pengukuran tanah mencatat realisasi Rp 312,21 miliar pada tahun ini, meningkat dari Rp 280,07 miliar pada 2024.
Peningkatan ini disebabkan oleh permintaan yang stabil dari masyarakat serta proyek-proyek pemerintah yang membutuhkan legalitas dan kejelasan batas lahan.

5. Pengecekan Sertifikat Tanah

Layanan pengecekan sertifikat menghasilkan PNBP sebesar Rp 134,66 miliar pada 2025, naik dari Rp 131,06 miliar pada tahun sebelumnya.
Layanan ini sangat vital bagi masyarakat yang sedang melakukan transaksi jual beli tanah, sehingga permintaannya cenderung stabil setiap tahun.

ATR/BPN Siapkan Strategi Percepatan Jelang Akhir Tahun

Untuk memastikan realisasi PNBP mendekati target maksimal, Kementerian ATR/BPN tengah menyiapkan sejumlah langkah percepatan layanan. Di antaranya adalah:

  • optimalisasi layanan digital melalui sistem elektronik yang lebih sederhana,
  • percepatan proses pendaftaran tanah,
  • kerja sama dengan pemerintah daerah dalam memperkuat kepastian hukum pertanahan,
  • serta peningkatan kapasitas SDM di kantor pertanahan seluruh Indonesia.

Darmawan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi mingguan hingga akhir tahun agar seluruh kantor pertanahan dapat mencapai target masing-masing.

“Kami akan pastikan upaya percepatan dilakukan secara terukur. Koordinasi dengan Kanwil dan Kantah menjadi kunci agar kinerja penerimaan tetap optimal,” katanya.

Arah Kebijakan PNBP 2026: Digitalisasi dan Efisiensi

Meskipun fokus saat ini adalah mengejar target 2025, kementerian juga mulai merancang arah kebijakan PNBP tahun 2026. Dua fokus utama yang menjadi prioritas adalah digitalisasi layanan pertanahan dan peningkatan efisiensi proses administrasi.

Dengan digitalisasi yang semakin matang, ATR/BPN berharap proses pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan minim kesalahan, sehingga dapat mendorong peningkatan PNBP secara berkelanjutan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pola tidur

    Pola Tidur Siang Disebut Bikin Makin Cerdas, Ini Dampak Biphasic Sleep bagi Kesehatan Otak

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Jakarta— Tidur siang sering kali dipandang sebagai kebiasaan anak-anak atau tanda kemalasan. Namun, riset terbaru mengungkap bahwa pola tidur biphasic (dua kali sehari) yang mencakup tidur siang singkat justru dapat memberikan manfaat besar bagi kecerdasan dan kesehatan otak. Konsep biphasic sleep—yakni membagi waktu tidur dalam dua periode, biasanya tidur malam dan tidur siang singkat—kini […]

  • Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Seorang pengemudi di Sleman nyaris dihajar warga usai menabram seorang pria diduga debt collector. Awalnya, pengemudi mobil berinisial S (31) bersama wanita berinisial SK (39) tengah makan di rumah makan Padang Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (7/7/2025). Namun saat hendak pergi, mereka didatangi pria diduga debt collector. “Saat hendak meninggalkan lokasi, […]

  • KGPA Tedjowulan

    Penunjukan KGPA Tedjowulan Jadi Pelaksana Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Solo Tuai Polemik

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, menuai polemik. Polemik berawal saat Pakubuwono (PB) XIV Purbaya menolak penunjukan KGPA Tedjowulan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Pihaknya juga disebut bakal menggugat SK nomor 8 tahun 2026 berisi penunjukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menanggapi […]

  • semarang

    Program Dana Operasional RT Siap Meluncur, Pemkot Semarang Jelaskan Mekanismenya

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Semarang, KabarJatengTerkini.com – Pemkot Semarang bakal luncurkan program dana operasional RT mulai Agustus 2025 mendatang. Program ini menyasar 10.628 RT, masing-masing akan menerima Rp25 juta per tahun untuk kegiatan berdasarkan hasil musyawarah warga. Setiap RT bisa mencairkan dana lewat rekening melalui Bank Jateng setelah mengajukan seluruh dokumen administrasi yang lengkap dan telah diverivikasi oleh kelurahan. […]

  • Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Produksi hasil panen beras di Jawa Tengah diperkirakan surplus lebih dari 1,5 ton sampai dengan Oktober 2025. Atas surplus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) perketat tata kelola hasil panen. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mendata produksi GKG Jateng tahun ini sekitar 8.614.010 ton atau naik 353.627 ton dari […]

  • kpk

    KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan mengungkap dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo, beserta tim suksesnya. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 berhasil mengamankan Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga menyeret beberapa anggota […]

expand_less