Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 97

Foto: Ilustrasi (sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri.
Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya sewa rumah dan kosan, hingga antar-jemput senior.
Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, membenarkan ada laporan tersebut. Sebagai tindak lanjut, pihaknya langsung berkoordinasi lintas unit di lingkungan Kemenkes.
“Kasusnya sudah masuk laporannya ke Kemenkes. Kami sedang koordinasi di internal antara pihak RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, dan Inspektorat Jenderal,” kata Aji, Senin (5/1/2026), dikutip Detik.
Ia menjelaskan, insiden tersebut merupakan kasus lama dan telah diproses oleh pihak rumah sakit terkait. Pihak-pihak yang bertanggung jawab disebut telah dikenai hukuman disiplin, sementara pihak kampus langsung melakukan evaluasi menyeluruh.
“Sebenarnya ini kasus lama yang sudah diproses oleh pihak rumah sakit dan ada orang-orang yang sudah mendapatkan hukuman disiplin,” terang dia.
“Setiap laporan terkait perundungan di lingkungan pendidikan tenaga kesehatan akan kami tindaklanjuti sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” tegasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

