Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Waspada! Perubahan Iklim Bisa Bangkitkan Ratusan Gunung Api Tidur di Bawah Es

Waspada! Perubahan Iklim Bisa Bangkitkan Ratusan Gunung Api Tidur di Bawah Es

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 93

Kabarjatengterkini.com– Perubahan iklim selama ini dikenal sebagai penyebab mencairnya gunung es dan naiknya permukaan laut. Namun, riset terbaru mengungkap ancaman tersembunyi lain yang tidak kalah mengkhawatirkan: bangkitnya ratusan gunung berapi tidur yang tersembunyi di bawah lapisan es tebal.

Studi baru yang dipresentasikan dalam Konferensi Goldschmidt 2025 di Praha, Ceko, memetakan dinamika magma di bawah gletser Patagonia dan mengungkap bagaimana mencairnya es bisa mengguncang sistem vulkanik yang telah lama tertidur. Para ilmuwan menyebutkan bahwa meskipun letusan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat, percepatan pencairan es saat ini bisa meningkatkan risiko letusan vulkanik di masa mendatang.

Lapisan Es Tak Lagi Menahan Magma

Penelitian ini menelusuri jejak sejarah dari Lapisan Es Patagonia yang dulu menutupi ujung selatan benua Amerika Selatan. Sekitar 18.000 tahun lalu, saat es mencapai ketebalan maksimumnya, tekanan yang ditimbulkan lapisan tersebut menahan magma tetap berada di kedalaman sekitar 10–15 km di bawah permukaan Bumi.

Namun seiring menghangatnya iklim global, lapisan es mencair secara perlahan. Tekanan besar yang sebelumnya menahan magma kini menghilang, menyebabkan permukaan tanah terangkat, dan gas dalam magma mulai mengembang. Proses ini disebut sebagai salah satu pemicu utama aktivitas vulkanik.

“Gletser biasanya menekan volume letusan gunung api di bawahnya,” jelas Pablo Moreno-Yaeger, ahli vulkanologi dari University of Wisconsin-Madison yang terlibat dalam riset tersebut. “Tapi saat es mencair karena perubahan iklim, gunung api bisa meletus lebih sering dan bahkan lebih eksplosif.”

Gunung Mocho-Choshuenco: Contoh Nyata Perubahan Aktivitas Vulkanik

Penelitian ini menganalisis enam gunung api di wilayah Chile, salah satunya Gunung Mocho-Choshuenco, gunung yang kini tergolong tidak aktif. Meski tampak tenang, data menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya di masa lalu sangat dipengaruhi oleh ketebalan es yang menutupi wilayah tersebut.

Proses kebangkitan gunung berapi ini memang tidak instan. Para ilmuwan memperkirakan butuh waktu 3.000 hingga 5.000 tahun sejak pencairan es dimulai hingga letusan besar terjadi. Namun, perubahan yang tercatat di Patagonia modern memperlihatkan bahwa proses itu sedang berlangsung sekarang.

Beberapa bagian daratan Patagonia tercatat mengalami kenaikan permukaan tanah dengan kecepatan lebih cepat dari yang diperkirakan, menandakan bahwa sistem vulkanik di bawah tanah sedang berubah.

Risiko Global: Tak Hanya Patagonia atau Islandia

Meski fenomena semacam ini sebelumnya sudah terpantau di Islandia, penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek pencairan es terhadap aktivitas vulkanik terjadi di tingkat benua, bukan hanya wilayah regional.

“Ini bukan hanya masalah Islandia,” ujar Moreno-Yaeger seperti dikutip dari Science Alert. “Wilayah seperti Antarktika, Rusia, Amerika Utara, dan Selandia Baru juga berpotensi mengalami kondisi serupa. Ini saatnya komunitas ilmiah memberikan perhatian lebih.”

Sebuah simulasi di Antarktika menunjukkan skenario mengerikan: jika pencairan es terus berlangsung, gunung-gunung api yang tersembunyi di bawah permukaan es bisa meletus sewaktu-waktu. Bahkan jika magma tidak sampai menembus permukaan, panasnya bisa mencairkan es dari dalam, menciptakan bom waktu yang sulit dideteksi.

Positive Feedback Loop: Letusan Bisa Perparah Pemanasan Global

Dampak lain yang mengkhawatirkan adalah kemungkinan terbentuknya positive feedback loop. Ini adalah siklus yang saling memperkuat: gletser yang mencair memicu letusan, dan letusan gunung berapi menghasilkan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan sulfur dioksida, yang pada gilirannya mempercepat pemanasan global dan pencairan es.

“Siklus inilah yang coba kami cegah,” kata Moreno-Yaeger. “Jika dibiarkan tanpa pengawasan, kita mungkin tidak punya cukup waktu untuk bertindak.”

Apa yang Bisa Dilakukan?

Penelitian ini menjadi peringatan dini bagi umat manusia untuk lebih waspada terhadap dampak lanjutan dari perubahan iklim. Fokus utama tidak hanya harus diarahkan pada naiknya permukaan laut atau gelombang panas ekstrem, tetapi juga pada aktivitas vulkanik laten yang bisa bangkit kapan saja.

Upaya pemantauan dan penelitian lebih lanjut sangat penting dilakukan di wilayah rawan, termasuk Patagonia, Antarktika, dan kawasan kutub lainnya. Peran serta komunitas ilmiah, pembuat kebijakan, hingga masyarakat global menjadi kunci agar dunia bisa mengantisipasi skenario terburuk.

Studi ini menjadi pengingat kuat bahwa perubahan iklim berdampak jauh lebih luas dari yang kita kira. Tidak hanya mencairkan es dan merusak ekosistem, tetapi juga berpotensi membangkitkan kembali kekuatan Bumi yang selama ini tertidur: gunung api. Kini, saatnya dunia bergerak lebih cepat untuk memahami, memantau, dan bersiap menghadapi konsekuensi yang mungkin muncul di masa depan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • israel

    Israel Serang Doha: Negosiator Hamas Khalil al-Hayya Jadi Target

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Doha, Qatar – Serangan udara yang dilakukan oleh Israel di ibu kota Qatar, Doha, pada Selasa (9/9), mengejutkan dunia internasional. Serangan tersebut menargetkan salah satu tokoh senior Hamas, Khalil al-Hayya, yang saat itu tengah melakukan pembicaraan penting mengenai proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Meski al-Hayya berhasil selamat dari serangan […]

  • Geliatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemprov Jateng Bakal Hadirkan Lebih Banyak Ajang Sport Tourism

    Geliatkan Ekonomi Sektor Pariwisata, Pemprov Jateng Bakal Hadirkan Lebih Banyak Ajang Sport Tourism

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) berupaya menghadirkan lebih banyak ajang wisata olahraga (sport tourism) di Jawa Tengah. Pihaknya akan mendukung gelaran tersebut, baik di level lokal, nasional, maupun internasional. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, M Masrofi menyampaikan bahwa ajang sport tourism saat ini banyak digemari oleh anak-anak muda, sehingga menjadi […]

  • Wisatawan Protes karena Gagal Nyebrang ke Karimunjawa, Pihak Jasa Penyebrangan Buka Suara

    Wisatawan Protes karena Gagal Nyebrang ke Karimunjawa, Pihak Jasa Penyebrangan Buka Suara

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Jepara, Kabarjatengterkini.com – Heboh rekaman video wisatawan protes lantaran gagal menyebrang ke Pulau Karimunjawa, Jepara, padahal sudah membeli tiket kapal. Video tersebut tersebar di media sosial, khususnya di Instagram. Menanggapi hal tersebut, pihak jasa transportasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membenarkan bahwa KMP Siginjai rute Jepara-Karimunjawa batal diberangkatkan pada Jumat (26/12/2025). Meski demikian, kapal tersebut dipastikan […]

  • Polisi Amankan Tiga Preman Berkedok Penagih Utang di Tegal

    Polisi Amankan Tiga Preman Berkedok Penagih Utang di Tegal

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Polisi mengamankan tiga preman berkedok penagih utang di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Mereka diantaranya GN (50), PS (44), dan MP (45). Polda Jawa Tengah menangkap ketiga pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat yang menjadi korban perampasan sepeda motor. Kasatgas Penegakan Hukum Operasi Aman Candi 2025, AKBP Suryadi mengungkapkan bahwa awalnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga […]

  • fitur

    5 Fitur AI Paling Sering Dipakai di Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Samsung kembali memimpin inovasi di segmen ponsel lipat (foldable) dengan perilisan Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7. Dua perangkat ini bukan hanya hadir dengan desain canggih dan layar fleksibel, tetapi juga menyematkan beragam fitur AI canggih yang menjawab kebutuhan produktivitas, kreativitas, dan interaksi cerdas sehari‑hari. Berikut adalah 5 fitur AI paling sering dipakai, hasil rangkuman dari […]

  • Apa itu Etomidate yang Diselundupkan oleh Jonathan Frizzy di Vape?

    Apa itu Etomidate yang Diselundupkan oleh Jonathan Frizzy di Vape?

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Baru-baru ini, artis Jonathan Frizzy ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyelundupan obat keras di dalam rokok elektrik atau vape dari Malaysia. Adapun jenis obat keras yang dimaksud adalah etomidate. Rokok elektrik berisi etomidate telah dilarang di berbagai negara, termasuk Indonesia berdasarkan Undang-undang Kesehatan. Bahkan di Singapura, zat ini masuk dalam kategori racun. Ini sering […]

expand_less