Pemprov Jateng Ungkap Potensi Sumber Pendapatan Lain dari Wi-Fi Publik
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 10 Apr 2026
- visibility 14

Foto: Pemprov Jateng Ungkap Potensi Sumber Pendapatan Lain dari Wi-Fi Publik (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ungkap potensi pendapatan dari Wi-Fi publik. Potensi pendapatan ini dinilai bisa meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2027.
“Komdigi sebagai salah satu pengusul penyediaan baru PAD, kita menawarkan pemanfaatan aset digital, salah satunya wifi publik,” ujar Kepala Diskomdigi Jateng, Agung Hariyadi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan 2027 beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa upaya tersebut akan dilakukan dengan skema pendanaan kolaboratif (collaborative fund). Dengan skema tersebut, akan ada penambahan Wi-Fi dari pihak ketiga, sekaligus menambah PAD.
Gambarannya, Pemprov memiliki layanan Wi-Fi Publik untuk disewakan per titik kepada agensi atau pihak ketiga. Agensi yang mengelola captive portal dan penayangan iklan membayar nilai sewa kepada pemprov.
Selama ini, Pemprov Jateng terus menambah sekitar 300 titik Wi-Fi gratis setiap tahun, di seluruh kabupaten/ kota. Namun, penambahan Wi-Fi tersebut dinilai berdampak pada peningkatan beban fiskal daerah.
“Upaya kita dengan skema collaborative fund. Dengan kolaborasi itu, kita mendapatkan dua manfaat. Satu, penambahan wifi oleh pihak ketiga. Dua, kita mendapatkan kontribusi PAD,” ujar Agung.
Skema ini mendukung keberlanjutan program prioritas Gubernur Jateng berupa internet gratis. Jika di 2027 program tersebut sudah bisa berkontribusi terhadap PAD, menurutnya pendapatan dari Wi-Fi publik bisa berkontribusi sebesar Rp306 juta.
“Setiap tahun kita akan evaluasi karena itu terkait dengan user (pengguna). Ketika user lebih banyak, itu peluang untuk peningkatan PAD lebih besar lagi,” ujarnya.
“Dengan kita memiliki aset digital yang setiap tahun kita tingkatkan jaringannya, itu kita manfaatkan, kita daya gunakan,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

