Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Harga Bahan Baku Plastik Melonjak, Pemprov Jateng Dorong Produksi Bioplastik

Harga Bahan Baku Plastik Melonjak, Pemprov Jateng Dorong Produksi Bioplastik

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 91

Kabarjatengterkini.com – Kenaikan harga bahan baku plastik sedikit banyak berdampak pada kegiatan ekonomi di Jawa Tengah. Banyak pedagang mengeluhkan kenaikan harga hingga kelangkaan plastik.

Kenaikan harga plastik disebabkan tingginya harga bahan baku atau naphta. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pasokan energi global akibat pengamanan ketat di Selat Hormuz selama ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Kenaikan harga plastik itu disebabkan dari hilirnya dulu, yaitu terganggu pasokan secara global akibat ketegangan politik di Selat Hermus, yang berdampak pada naiknya harga naphta sebagai bahan baku plastik,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, Jumat (10/4/2026).

Kenaikan harga naphta cukup signifikan, yakni dari sekitar 600 dolar per ton menjadi 900 dolar per ton. Lonjakan harga tersebut berdampak pada pelaku usaha, terutama di sektor makanan dan minuman yang menggunakan plastik sebagai kemasan primer.

“Tekanan yang paling berat itu adalah di IKM maupun UKM sektor pangan, karena penggunaan plastik sangat intens sebagai kemasan utama. Sektor lain tetap terdampak namun tidak sebesar industri makanan dan minuman,” terang dia.

Merespon hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah oknum melakukan penimbunan plastik. Selain itu, kampanye pengurangan plastik sekali pakai juga dimasifkan kembali.

“Dalam jangka pendek kami akan turun ke lapangan bersama kepolisian, untuk mencegah penimbunan plastik, dan memperkuat kembali gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai,” terang Emmy.

Pihaknya juga mendorong produksi bioplastik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, meski lebih mahal biaya produksinya. Menurutnya, substitusi awal bisa dilakukan sekitar 20 hingga 30 persen, sebelum beralih secara lebih luas.

Sementara, untuk menekan biaya industri bisa dengan beralih menjadi industri hijau atau green industry. Penggunaan energi terbarukan seperti panel surya, dinilai mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen.

“Kita harus mulai bertransformasi ke green industry, baik untuk IKM maupun industri besar, karena penghematan energi bisa menutup kenaikan biaya produksi,” tutur Emmy. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • mbg

    Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 120 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026). Sedikitnya 120 santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran proses evakuasi terus […]

  • kisah

    Kisah Unik di Balik Penemuan Sains: 5 Hewan Eksotik yang Berperan dalam Sejarah Ilmu Pengetahuan

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Di balik berbagai penemuan besar dalam dunia sains, tersimpan kisah menarik tentang hubungan unik antara para ilmuwan dunia dengan hewan eksotik. Hewan-hewan ini tidak hanya dijadikan peliharaan, tetapi juga menjadi mitra penting dalam eksperimen dan observasi ilmiah. Dari burung yang bisa berbicara hingga primata yang membuat alat, masing-masing hewan membawa dampak besar terhadap […]

  • Foto : Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang, Khotib. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Layanan Dokumen Kependudukan Sudah Tersedia di Tingkat Desa dan Kelurahan Rembang

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Layanan dokumen kependudukan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sudah tersedia di tingkat desa dan kelurahan. Layanan itu telah dibuka sejak bulan Februari 2025. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang, Khotib menjelaskan bahwa layanan dokumen kependudukan di tingkat desa dan kelurahan itu mencakup kartu keluarga (KK), […]

  • pati

    Aliansi Tomas Gelar Doa Bersama di Pati: Tegaskan Komitmen Jaga Kondusifitas Daerah

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Gabungan organisasi kemasyarakatan (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Tomas menggelar aksi bertajuk “Doa dan Pernyataan Sikap Bersama” di Alun-Alun Pati. Kegiatan yang dihelat pada Jumat malam tersebut dihadiri oleh sekitar 22 organisasi lokal untuk memperkuat keharmonisan sosial di Kabupaten Pati. Beberapa elemen yang tampak hadir […]

  • Pemprov Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah, Disdik dan IPSI Jateng Siap Buatkan Roadmap

    Pemprov Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah, Disdik dan IPSI Jateng Siap Buatkan Roadmap

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 340
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) ingin pencak silat masuk dalam kurikulum pelajaran sekolah maupun ekstrakurikuler. Pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri, namun juga merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pendidikan menggandeng Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng untuk membuat roadmap. Roadmap tersebut […]

  • 2026, Rembang Bakal Bangun Pengelolaan TPST RDF dari Pemerintah Pusat

    Rembang Rencanakan Pembangunan Pengelolaan TPST RDF untuk 2026

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bakal membangun pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu refuse derived fuel (TPST RDF) di tempat pembuangan akhir (TPA) Landoh tahun 2026 mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Afandi mengatakan bahwa pembangunan itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Adapun anggaran […]

expand_less