Pemprov Jateng Buka Peluang Investasi di Sektor EBT dan Pengelolaan Sampah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11

Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebut wilayahnya terbuka dengan investasi. Hal ini sejalan dengan perluasan kawasan industri dan ekonomi khusus untuk menunjang pemerataan ekonomi.
Diketahui, sudah ada sekitar tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus di sejumlah kabupaten/ kota wilayah Jawa Tengah. Serta, sebanyak 12 daerah sedang menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru.
Investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110, 02 triliun pada tahun 2025. Terdiri dari penanaman modal asing (PMA) Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan UMK Rp21,52 triliun. Salah satu negara dengan nilai investasi di Jawa Tengah adalah Cina.
“Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun,” ungkap Luthfi saat Program DBA Enterpreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12, di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Saat ini, Pemprov Jawa Tengah siap bekerja sama untuk mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah. Ada tujuh proyek yang siap ditawarkan kepada investor, di antaranya PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.
“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” katanya.
Selain itu, banyak perusahaan menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang sangat kompatibel, mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang untuk restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

