Perangkat Desa di Purworejo Mengundurkan Diri Usai Viral Diduga Mesum di Toilet
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Purworejo, Kabarjatengterkini.com – Seorang perangkat desa di Kecamatan Kemiri, Purworejo, inisal S (56), mengundurkan diri dari jabatannya setelah viral lantaran diduga berbuat mesum. Saat ini, proses pengunduran diri sudah berada di tingkat kecamatan.
“Status perangkat mengundurkan diri karena dia pun sadar konsekuensinya. Mengundurkan diri langsung secara tertulis dan diberikan kepada saya, terus saya serahkan ke camat dan ini sedang proses di kecamatan untuk prosedur pengunduran dirinya, melengkapi berkas-berkas karena ada SK dan lain-lain,” jelas Kades Sidodadi, Slamet, Jumat (28/5/2026), dikutip Detik.
Sebelumnya, ia terciduk bersama perempuan, inisial S (43), di dalam toilet kedai di Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh, Purworejo pada Minggu (24/5/2026) siang. Sementara, keduanya diketahui sudah berkeluarga.
Terkait hal ini, keluarga dari kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan di Polsek Pituruh pada Selasa (26/5/2026) sore. Dengan ini, kasus hukum tidak dilanjutkan.
“Sudah damai, tidak ada tuntutan dari kedua belah pihak, dari korban. Dari pihak istri (pelaku) maupun suami (pelaku) tidak ada tuntutan. Untuk urusan di Polsek sudah selesai tidak dilanjutkan,” terang Slamet.
Tak lama setelah mediasi, S yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan, membuat surat pengunduran diri.
Penggerebekan perangkat desa dan perempuan tersebut dilakukan oleh petugas Polsek Pituruh setelah mendapatkan laporan warga. Sebelum digerebek, mereka berdua telah janjian bertemu lewat WA untuk makan.
“Yang perangkat yang laki-laki, yang perempuan warga biasa. Perangkatnya Kasi Kesejahteraan. Mereka masih ada hubungan saudara, jadi sering komunikasi lewat WA. Jadi saudaranya itu masih sebagai paman dan ponakan dari simbah,” kata Kanit Reskrim Polsek Pituruh, Aiptu Weko Prianto,
Setelah makan, keduanya berjalan menuju area belakang kedai, tempat toilet berada. Pelayan sempat memeriksa, dan mengetahui ada satu pintu dalam keadaan terkunci. Akhirnya, ia bersama pelayan lain akhirnya mendobrak pintu toilet tersebut.
“Jadi yang jaga atau pelayanan kedai itu curiga, karena ada pengunjung lain bilang ke pelayan kalau mereka berciuman. Setelah mereka makan kok terlihat jalan ke belakang ke toilet. Terus dicek kok pintu toilet yang lain kebuka tapi kok ada satu yang tertutup. Karena curiga lalu didobrak,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

