Mantan Kiper Persiku Kudus Pergi Tanpa Pamit Sejak 3-4 Hari Lalu, Keluarga Masih Mencari
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6

Foto: Eks Kiper Persiku Kudus Nuri Agus (Sumber: Instagram)
Kabarjatengterkini.com – Mantan kiper Persiku Kudus, Nuri Agus Wibowo, dikabarkan pergi dari rumahnya tanpa pamit sejak 3-4 hari lalu. Informasi ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak direksi Persiku Kudus.
Menurut keterangan Direksi Persiku Kudus, Amir Fuad, Nuri keluar dari rumahnya di daerah Jungke, Karanganyar, pada Senin (8/6/2026) pukul 09.30 WIB. Ia terlihat pergi dijemput orang yang mengendarai motor tanpa membawa HP maupun pakaian.
“Kabar yang kami dapat, emang Nuri pergi dari rumah membawa tas dan dijemput motor, entah ojek online atau apa saya kurang tau,” kata Amir, Jumat (12/6/2026), dikutip Detik.
Sebelumnya, Nuri sempat menjadi bagian klub Persiku pada Liga Nusantara musim 2025/2026, kemudian mengakhiri kontraknya per Februari 2026. Berdasarkan keterangan keluarganya, Nuri mengalami depresi akibat kecelakaan dan cedera saat bermain bola.
Keluarga Nuri sudah berusaha menghubungi teman-temannya, namun belum ada kabar dari eks kiper tersebut. Setelah memeriksa rekaman CCTV, Nuri terlihat pergi dengan membonceng sepeda motor, diduga ojek online.
Pihak keluarga kemudian melakukan penelusuran dan menemukan keberadaan pengemudi ojek online tersebut. Menurut keterangan driver, ia sempat menurunkan penumpang dari Jungke di depan sebuah minimarket kawasan Purwosari.
Berbekal informasi tersebut, keluarga juga menelusuri setiap hotel, agen travel, hingga stasiun untuk menemukan keberadaan Nuri. Pada Rabu (10/6), keluarga mengetahui yang bersangkutan menggunakan travel ke Parakan, Temanggung.
“Dia berangkat tanggal 9 sekitar pukul 11.00 WIB. Saya track ternyata ke Temanggung. Saya langsung menghubungi teman-teman saya di sana untuk mencari,” terang Barep, kakak Nuri.
Diketahui, Nuri ke Temanggung menuju ke rumah salah satu teman satu klub di Madura United. Setelah sampai di Temanggung, Nuri kemudian bertolak ke Magelang. Sejak saat itu, keluarga kehilangan jejaknya kembali.
“Saya masih menunggu kabar dari teman-teman, saya minta untuk mencari di agen travel dan pusat keramaian. Karena dia tidak bawa HP, konektifitasnya terbatas,” ujarnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

