Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembubaran Diskusi di UGM: IPR Sayangkan Tindakan Anarkis dan Pembungkaman Ruang Akademik

Pembubaran Diskusi di UGM: IPR Sayangkan Tindakan Anarkis dan Pembungkaman Ruang Akademik

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
  • visibility 56

Kabarjatengterkini.comInsiden pembubaran paksa forum diskusi ilmiah di lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan.

Tindakan intimidasi yang mencederai kebebasan akademik tersebut dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai luhur yang seharusnya dijunjung tinggi oleh kelompok intelektual.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, secara tegas menyesalkan aksi pembubaran kegiatan diskusi yang terjadi di kampus kerakyatan tersebut. Menurutnya, tindakan represif dan anarkis itu sama sekali tidak mencerminkan karakter serta tradisi akademik yang selama ini melekat erat pada dunia kemahasiswaan.

Pentingnya Rasionalitas dan Dialog dalam Demokrasi

Iwan menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang sangat wajar dan niscaya dalam kehidupan demokrasi. Namun, cara menyikapi perbedaan tersebut seharusnya dilakukan melalui jalur dialog, adu argumentasi, dan pertukaran gagasan yang sehat, bukan dengan tindakan yang mengarah pada intimidasi atau pembungkaman ruang diskusi.

“Memaksakan pendapat, merasa paling benar sendiri, dan bertindak anarkis bukanlah sifat seorang mahasiswa. Kampus adalah ruang intelektual murni yang dibangun di atas fondasi kebebasan berpikir dan kebebasan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab,” ujar Iwan saat dihubungi Inilah.com, Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut, Iwan memaparkan bahwa mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai kelompok elit intelektual. Status ini menuntut mereka untuk selalu mengedepankan rasionalitas dalam menyikapi setiap perbedaan di ruang publik. Oleh karena itu, jika ada sebuah gagasan yang dianggap keliru, cara terbaik untuk meresponsnya adalah dengan melawannya menggunakan gagasan lain yang lebih kuat, bukan dengan membungkam pihak yang berbeda opini.

Menjaga Tradisi Intelektual Kampus

  • Intelektualitas dan Rasionalitas: Mahasiswa wajib menempatkan akal sehat di atas emosi saat berdiskusi.

  • Debat Sehat: Jika ada pandangan narasumber yang tidak disetujui, jawabannya adalah melalui sanggahan ilmiah, bukan penghentian acara secara sepihak.

  • Budaya Kritis: Ruang akademik yang terbuka akan melahirkan budaya berpikir kritis yang memperkuat kualitas demokrasi nasional.

“Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan pembenar untuk menutup ruang dialog. Justru dalam pusaran perbedaan itulah mahasiswa dapat belajar menghargai esensi demokrasi, menguji ketajaman gagasan, dan mencari kebenaran secara ilmiah,” tambah Iwan.

Kronologi Pembubaran Paksa Diskusi di GIK UGM

Insiden yang menjadi sorotan publik ini terjadi dalam forum diskusi bertajuk “Kopdar x NYL Bareng Mas Dar” yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, pada Senin (15/6/2026). Acara yang awalnya berjalan tertib mendadak riuh dan terpaksa dihentikan setelah sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes keras di lokasi.

Padahal, diskusi tersebut menghadirkan jajaran tokoh penting dan pejabat negara sebagai narasumber, antara lain:

  1. Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional)

  2. Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian)

  3. Budiman Sudjatmiko (Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan / BP Taskin)

Forum ilmiah ini sebenarnya mengusung tema yang sangat relevan dan visioner, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia”.

Melalui keterangan resminya, Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM mengungkapkan bahwa pemicu kericuhan berawal dari pernyataan salah satu narasumber yang menantang publik untuk menyampaikan kritik secara langsung, bukan hanya berani di media sosial. SEMA UGM menilai hal itu memicu ketegangan di dalam ruangan.

Klarifikasi Wamentan Sudaryono terkait Kericuhan

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi mengenai situasi sebenarnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pejabat dalam forum tersebut murni bertujuan untuk membuka ruang dialog dua arah dengan mahasiswa. Pihak narasumber mengklaim telah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta untuk melempar kritik tajam maupun pertanyaan kritis terkait kebijakan pemerintah.

Namun, setelah diskusi berjalan sekitar 30 hingga 40 menit, situasi mulai tidak kondusif akibat adanya desakan dari sebagian kelompok peserta yang menuntut agar forum segera dihentikan. Sudaryono juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sengaja melarikan diri untuk menghindari dialog.

Ia menjelaskan bahwa pihak narasumber dan panitia telah berupaya keras untuk mempertahankan jalannya diskusi. Namun, forum terpaksa disudahi demi keselamatan bersama setelah situasi memanas, ditandai dengan aksi pelemparan air mineral serta adanya dugaan kontak fisik di area diskusi. Meskipun demikian, Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah tidak antikritik dan selalu siap kembali berdialog dengan mahasiswa UGM di lain kesempatan dengan suasana yang lebih kondusif.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • ponsel

    Polisi Masih Telusuri Jejak Digital, Ponsel Diplomat Arya Daru Pangayunan Belum Ditemukan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ponsel milik diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, masih belum ditemukan hingga hari ini, Senin (28/7/2025). Pihak kepolisian menyatakan kehilangan perangkat penting tersebut tidak menghambat proses penyelidikan yang masih berlangsung. Arya diketahui terakhir kali menggunakan ponselnya untuk berkomunikasi dengan istrinya […]

  • apbd

    Pemprov Jateng Penyerapan Anggaran Belanja dan Perubahan APBD 2025 Tidak Mepet Akhir Tahun

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terhitung tiga bulan ke depan sudah menginjak akhir tahun. Waktu yang tersisa turut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah daerah, termasuk Pemprov Jateng dalam optimalisasi penyerapan anggaran belanja dan Perubahan APBD 2025. Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno menyampaikan, pihaknya mengupayakan penyerapan belanja pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 tidak mepet di akhir tahun. Untuk […]

  • trump

    Trump dan Xi Jinping Sepakat Redam Ketegangan Iran dalam Pertemuan di Beijing

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meninggalkan China pada Jumat (15/5/2026) waktu setempat, usai menyelesaikan kunjungan kerja selama dua hari yang dinilai krusial bersama Presiden China Xi Jinping. Pertemuan dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar dunia itu menghasilkan sejumlah kesepahaman penting, terutama terkait upaya meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Trump bertolak […]

  • Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Wonosobo, Kabarjatengterkini.com – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/ kota. Program ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut diinisiasi oleh Pemprov Jateng melalui kolaborasi lintas sektor, seperti Bulog, Baznas, dan kelompok tani. Dengan program ini, harga bahan pangan bisa tetap stabil, sehingga […]

  • Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan

    Pemkot Semarang Matangkan Pembangunan Pos Pemantauan di Kawasan Tanjakan Silayur

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan penanganan jangka panjang guna mencegah kecelakaan di Tanjakan Silayur. Pasalnya, masyarakat menilai sering terjadi laka lantas di wilayah tersebut. Komitmen jangka panjang tersebut berupa penguatan sistem kontrol dan pengawasan kendaraan angkutan barang yang melintas di pos pemantauan permanen. Pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Semarang saat ini tengah mematangkan […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

    Disebut Bagian dari Restorative Justice, Pemprov Jeteng-Kejati Sepakati Pidana Kerja Sosial

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejak disahkan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) berlaku mulai tahun 2026 mendatang. Sebagai persiapan, Pemprov Jateng bersama Kejaksaan Tinggi wilayah setempat menandatangani nota kesepahaman tentang pelaksanaan pidana kerja sosial. Pidana kerja sosial disebut bagian penting konsep restorative justice, dan menjadikan hukum lebih humanis. Adapun nota kesepahaman tersebut mengatur koordinasi teknis, penyediaan lokasi kerja […]

expand_less