Agustina Sebut Kerukunan dan Toleransi Jadi Salah Satu Aspek Pembangunan Daerah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12

Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur maupun investasi yang masuk saja. Modal sosial berupa kerukunan dan toleransi antar warga turut menjadikan Kota Semarang terus bergerak ke maju.
“Semarang adalah rumah bersama. Kekuatan kota ini bukan hanya pada pembangunan fisiknya, tetapi pada warganya yang mampu menjaga kerukunan di tengah keberagaman. Inilah modal sosial yang membuat Semarang terus bergerak maju dan menjadi kota yang nyaman bagi semua,” kata Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.
“Kota yang maju bukan hanya kota yang infrastrukturnya baik, tetapi juga kota yang masyarakatnya rukun. Kerukunan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial adalah energi yang membuat Semarang semakin hebat, semakin membahagiakan, dan semakin terbuka bagi siapa saja,” lanjut dia.
Upaya ini tidak bisa dicapai hanya dengan peran satu pihak saja, melainkan secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, ASN, organisasi masyarakat, komunitas, hingga warga.
Menurutnya, gotong-royong adalah pondasi penting untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan.
Lebih lanjut, Agustina juga mengapresiasi dengan berjalannya demokrasi di Kota Semarang. Masyarakat saat ini dinilai sudah mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan mengedepankan dialog demi menjaga suasana tetap kondusif.
“Yang membanggakan, masyarakat kota Semarang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan tetap menjaga suasana yang kondusif. Ini menunjukkan bahwa budaya dialog dan saling menghargai tumbuh kuat di kota kita,” katanya. (Adv)
- Penulis: Anisya Gusti

