Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Terungkap faktor penyebab kematian harimau putih dari Semarang Zoo yang dipindahkan ke Ragunan Medan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Maret 2026 lalu. Harimau putih tersebut merupakan hasil kawin sedarah, sehingga DNA-nya dinilai sudah menyimpang.
“Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah,” kata Handi, Senin (27/7/2026), dikutip Detik.
“Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah,” sambungnya.
Menurutnya, ditemukan dari hasil investigasi bahwa ada bekas luka pada organ lambung, hingga peradangan dan pendarahan pada organ paru. Sebagian organ hati juga mengalami kerusakan, sehingga kinerjanya tidak maksimal.
“Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal,” terang Handi.
“Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan,” imbuh dia.
Sebelumnya, seekor harimau putih milik Semarang Zoo dikabarkan mati saat hendak dikirim ke Medan untuk pertukaran satwa.
“Harimau putih Anggun, salah satu satwa koleksi yang menjadi daya tarik Semarang Zoo, dikabarkan dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa yang mekanismenya dipertanyakan,” jelas sebuah akun di Instagram.
Menanggapi unggahan viral tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan pengecekan ke lapangan. Investigasi juga bakal dilakukan, termasuk mendalami dugaan kesalahan prosedur yang menyebabkan kematian pada satwa yang dilindungi itu.
“Mudah-mudahan kita bisa menyampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa, dan bagaimana. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” kata Agustina, dikutip Detik.
“Kita akan selidiki kok bisa kesalahan anestesi dan lain sebagainya itu supaya nanti bisa menjadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas merawat binatang-binatang,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

