Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang untuk Warga di Daerah Terpencil
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sab, 15 Agu 2026
- visibility 42

Kabarjatengterkini.com— Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah menghadirkan layanan ambulans udara dan dokter terbang untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan memperoleh akses layanan kesehatan.
Terobosan tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi bagi warga di daerah terpencil yang harus menempuh perjalanan berjam-jam untuk mendapatkan pertolongan medis.
Prabowo mengatakan, gagasan tersebut muncul setelah dirinya menerima banyak laporan mengenai kondisi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan. Dalam sejumlah kasus, warga bahkan harus menempuh perjalanan selama tujuh hingga sembilan jam untuk mencapai rumah sakit atau klinik.
Kondisi itu dinilai sangat berisiko, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis segera. Menurut Prabowo, lamanya perjalanan menuju fasilitas kesehatan telah menyebabkan sejumlah warga tidak tertolong.
“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7-9 jam pada saat sudah waktu mau pecah harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik. Karena jembatan tidak bagus,” kata Prabowo dalam pidato penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 di kompleks parlemen, Jumat (14/8).
Prabowo Dorong Ambulans Udara
Prabowo menilai pemerintah perlu mencari solusi inovatif agar keterbatasan infrastruktur jalan tidak lagi menjadi penghalang masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah penyediaan ambulans udara.
“Untuk itu, kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulance udara. Bahkan nanti juga tim dokter terbang,” ujar Prabowo.
Melalui konsep tersebut, pemerintah tidak hanya mengevakuasi pasien menggunakan pesawat, tetapi juga berupaya mendatangkan tenaga medis secara langsung ke lokasi warga yang membutuhkan pertolongan.
Prabowo menjelaskan, dokter terbang nantinya dapat mendatangi rumah warga yang mengalami kondisi sakit berat tetapi tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan menuju rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.
Konsep tersebut akan didukung pesawat berukuran kecil yang memiliki kemampuan mendarat di berbagai lokasi. Dengan karakteristik tersebut, pesawat diharapkan dapat digunakan untuk menjangkau wilayah yang tidak memiliki landasan udara konvensional.
“Dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” kata Prabowo.
Renovasi 10 Ribu Puskesmas Mulai 2027
Selain menyiapkan layanan kesehatan berbasis udara, pemerintah juga akan memperkuat fasilitas kesehatan tingkat dasar. Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah berencana merenovasi 10 ribu Puskesmas mulai 2027.
Renovasi tersebut akan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk setiap Puskesmas yang masuk dalam program perbaikan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar. Dengan fasilitas Puskesmas yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak perlu melakukan perjalanan terlalu jauh hanya untuk memperoleh pemeriksaan dan pengobatan dasar.
Prabowo juga menyampaikan rencana renovasi atau pembangunan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.
Pembangunan dan renovasi Labkesmas tersebut ditargetkan rampung paling lambat pada 2030. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan sekaligus mendukung sistem kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
Negara Harus Hadir Dekat dengan Masyarakat
Prabowo menegaskan, pembangunan sektor kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penambahan fasilitas, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam membutuhkan pendekatan pelayanan kesehatan yang menyesuaikan dengan karakteristik setiap daerah. Di wilayah yang memiliki keterbatasan jalan maupun akses transportasi, layanan kesehatan harus memiliki alternatif agar masyarakat tetap memperoleh pertolongan.
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” ujar Prabowo.
Rencana ambulans udara, dokter terbang, renovasi 10 ribu Puskesmas, serta pembangunan dan renovasi Labkesmas menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperluas pemerataan layanan kesehatan.
Melalui program tersebut, pemerintah ingin mengurangi kesenjangan akses kesehatan antara masyarakat di perkotaan dan warga yang tinggal di daerah terpencil. Pemerintah juga berharap tidak ada lagi masyarakat yang kehilangan kesempatan mendapatkan pertolongan medis hanya karena terkendala jarak, kondisi jalan, maupun keterbatasan fasilitas kesehatan.
Dengan demikian, ambulans udara dan dokter terbang diharapkan menjadi terobosan untuk mempercepat penanganan pasien di wilayah yang sulit dijangkau. Program tersebut sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan merata bagi masyarakat Indonesia.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

