Ratusan Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 120 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12

Kabarjatengterkini.com– Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (1/9/2026).
Sedikitnya 120 santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah lantaran proses evakuasi terus dilakukan hingga malam hari.
Informasi yang dihimpun, para santri sebelumnya mengikuti aktivitas seperti biasa di lingkungan pondok pesantren. Setelah melaksanakan salat zuhur, mereka kemudian mulai mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG.
Namun, beberapa jam berselang, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak seperti biasanya. Gejala mulai dirasakan ketika memasuki waktu salat asar.
Kondisi tersebut kemudian semakin mengkhawatirkan setelah magrib. Para santri yang mengalami keluhan kesehatan mulai dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 120 santri telah dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Rinciannya, 80 santri menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo, 19 santri di RS Siti Hajar, 12 santri di RS Delta Surya, dan 9 santri di RS Pusura Gelam.
Jumlah tersebut masih merupakan data sementara. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap santri lain yang mengalami keluhan serupa.
Puluhan Ambulans Keluar-Masuk Ponpes
Situasi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam sempat dipenuhi aktivitas evakuasi. Puluhan ambulans terlihat keluar-masuk kawasan pesantren untuk membawa santri yang membutuhkan penanganan medis.
Para santri yang mengalami gejala kemudian mendapatkan pertolongan sebelum dibawa ke rumah sakit. Petugas medis juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi masing-masing korban untuk menentukan penanganan lebih lanjut.
Di tengah situasi tersebut, suasana di sekitar pondok pesantren menjadi ramai. Sejumlah orang tua dan wali santri berdatangan dan berkumpul di luar gerbang pesantren.
Mereka menunggu informasi mengenai kondisi anak-anak mereka yang sedang menjalani pemeriksaan maupun perawatan di rumah sakit.
Kekhawatiran para wali santri semakin meningkat lantaran jumlah santri yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan terus bertambah.
Pesantren Dijaga Personel TNI
Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam mendapat penjagaan dari personel TNI. Pengamanan dilakukan ketika proses evakuasi dan penanganan para santri masih berlangsung.
Penjagaan tersebut juga dilakukan untuk membantu mengatur situasi di sekitar pesantren yang dipadati ambulans serta keluarga santri.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penelusuran mengenai kejadian yang menyebabkan ratusan santri mengalami gejala kesehatan secara bersamaan.
Makanan yang dikonsumsi para santri diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa makanan MBG tersebut menjadi penyebab keracunan.
Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk terhadap sampel makanan, kondisi kesehatan para santri, serta faktor lain yang mungkin berkaitan dengan munculnya gejala secara bersamaan.
Penyebab Keracunan Masih Diselidiki
Kasus dugaan keracunan makanan di lingkungan pesantren ini menjadi perhatian karena melibatkan jumlah santri yang cukup besar.
Petugas terkait perlu melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan pangan yang dikonsumsi para santri dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Selain itu, kondisi para santri yang mendapatkan perawatan juga akan menjadi bahan untuk mengetahui apakah gejala yang dialami memiliki pola yang sama dan berkaitan dengan konsumsi makanan tertentu.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi dan penanganan medis terhadap santri masih berlangsung. Data jumlah korban juga masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi para santri serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Peristiwa ini sekaligus menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam aspek keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Masyarakat kini menantikan hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah kejadian di Pondok Pesantren Manbaul Hikam benar-benar berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain yang menjadi penyebab para santri mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

