Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

Penemuan Spektakuler di Palung Mariana: Ribuan Cacing Laut dan Moluska Hidup Nyaris 10 Km di Bawah Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 457

Kabarjatengterkini.comPalung Mariana kembali mengungkap rahasianya. Sebuah kapal selam tak berawak milik China menemukan koloni cacing laut dan moluska dalam jumlah besar di kedalaman hampir 10 kilometer di bawah permukaan laut—menjadikannya sebagai penemuan komunitas makhluk hidup terdalam yang pernah tercatat di Bumi.

Ditemukan oleh Kapal Selam Tak Berawak “Fendouzhe”

Penemuan luar biasa ini diumumkan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature pada Rabu, 24 Juli 2025. Dilansir oleh kantor berita AFP, penemuan ini dilakukan oleh kapal selam robotik milik China bernama Fendouzhe atau “Sang Pejuang”.

Sepanjang tahun lalu, Fendouzhe telah menyelesaikan 23 kali misi penyelaman di wilayah Palung Mariana, Samudra Pasifik barat. Dari kedalaman antara 2.500 hingga 9.533 meter, para ilmuwan menemukan koloni besar cacing laut tubeworm dan moluska bivalvia (kerang-kerangan), serta berbagai bentuk kehidupan laut ekstrem lainnya.

Koloni Kehidupan Laut di Kedalaman Ekstrem

Rekaman video dari misi penyelaman menunjukkan ladang cacing laut sepanjang 30 sentimeter, serta kerang, moluska, dan krustasea berduri dalam jumlah besar. Tak hanya itu, terdeteksi juga kehadiran cacing laut yang mengambang bebas, teripang, lili laut, serta invertebrata laut lainnya yang sebelumnya belum pernah diamati pada kedalaman serupa.

Peneliti menyatakan bahwa komunitas ini adalah komunitas berbasis kemosintesis terdalam dan terluas yang pernah ditemukan di lautan. Ini membuka kemungkinan bahwa kehidupan di dasar laut bisa jauh lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.

Hidup Tanpa Sinar Matahari: Mengandalkan Kemosintesis

Jika hampir seluruh kehidupan di Bumi mengandalkan sinar matahari, makhluk-makhluk ini justru hidup sepenuhnya dalam kegelapan mutlak, tanpa akses cahaya. Mereka bertahan hidup melalui kemosintesis, yaitu proses di mana mikroba menggunakan energi dari senyawa kimia seperti metana untuk menghasilkan makanan.

Tim peneliti juga menemukan bahwa makhluk seperti tubeworm berkumpul di sekitar permukaan mikroba yang menyerupai gumpalan salju putih, tempat di mana gas metana secara alami diproduksi dari dasar laut.

“Ini adalah bukti kuat bahwa kehidupan tidak memerlukan sinar matahari untuk berkembang,” kata seorang peneliti dalam laporan tersebut. “Yang mereka butuhkan hanyalah sumber energi—dan dalam hal ini, energi kimia dari perut Bumi.”

Dapat Menjadi Umum di Palung-Palung Laut Lain

Karena banyak palung laut memiliki karakteristik geologi dan kimia yang serupa dengan Palung Mariana, para ilmuwan memperkirakan bahwa komunitas semacam ini mungkin lebih umum dan tersebar luas di kedalaman samudra dunia. Penemuan ini bisa mengubah pemahaman kita tentang persebaran dan evolusi kehidupan di planet ini.

Sebelumnya, para peneliti hanya menemukan mikroorganisme bersel tunggal di dasar laut terdalam. Namun penemuan kali ini menunjukkan bahwa hewan laut berukuran besar pun dapat hidup dan berkembang biak di lingkungan ekstrem seperti itu.

Implikasi Terhadap Tambang Laut Dalam

Penemuan ini datang di tengah debat global mengenai eksplorasi tambang laut dalam, di mana beberapa negara besar seperti China dan Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap eksploitasi mineral berharga di dasar laut.

Namun para ilmuwan memperingatkan bahwa ekosistem seperti ini sangat rapuh. Eksplorasi yang agresif tanpa pemahaman ekologi yang mendalam dapat menghancurkan habitat yang belum pernah dipelajari secara menyeluruh.

Lembaga seperti International Seabed Authority (ISA) hingga kini masih menyusun regulasi untuk mengatur pertambangan laut dalam. Banyak pihak meminta agar penemuan ilmiah dijadikan dasar utama dalam pengambilan kebijakan eksplorasi.

Palung Mariana: Dunia Asing di Dalam Bumi

Palung Mariana merupakan titik terdalam lautan di Bumi, mencapai lebih dari 11.000 meter, lebih dalam dibandingkan ketinggian Gunung Everest. Tekanan air di dasar palung mencapai 8 ton per inci persegi—cukup untuk meremukkan baja.

Sejak pertama kali dijelajahi oleh manusia pada tahun 1960, sangat sedikit ekspedisi yang berhasil mencapai dasar Palung Mariana. Salah satu misi paling terkenal dilakukan oleh sutradara Hollywood, James Cameron, pada 2012. Ia menggambarkan dasar palung sebagai tempat sunyi, asing, dan seperti dunia lain.

Penemuan yang Mengubah Pemahaman Tentang Kehidupan

Penemuan koloni cacing laut dan moluska di Palung Mariana menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi samudra dan ilmu kehidupan. Kehidupan yang tidak bergantung pada cahaya, mampu bertahan di tekanan ekstrem dan kegelapan abadi, menunjukkan bahwa alam semesta Bumi jauh lebih kompleks dan menakjubkan daripada yang kita bayangkan.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa lautan dalam masih menyimpan misteri yang belum terungkap. Dan seiring meningkatnya minat pada eksplorasi dan penambangan laut dalam, perlindungan ekosistem unik ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 150 Lokasi di Jateng Bakal Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya”

    150 Lokasi di Jateng Bakal Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya”

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 154
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 150 lokasi di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah disiapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) program “Kecamatan Berdaya”. Peluncuran pilot project ini akan dilakukan serentak pada 30 Oktober 2025. “Nanti akan dilakukan launching (peluncuran) untuk seluruh kecamatan berdaya. Rencananya, akan dipusatkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, kemudian di masing-masing […]

  • anggaran

    Anggaran DPR Naik Drastis hingga Rp 9,9 Triliun, Sementara Wasekjen Gerindra Jadi Komisaris Waskita Karya

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Berita mengenai kenaikan alokasi anggaran DPR yang mencapai Rp 9,9 triliun dalam RAPBN 2026 menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca di KumparanBisnis pada Kamis (21/8/2025). Selain itu, berita mengenai pengangkatan mantan Wakil Sekjen Gerindra, Ade Abdul Rochim, sebagai Komisaris PT Waskita Karya (WSKT) juga menyita perhatian publik. Berikut ini adalah rangkuman lengkap […]

  • Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tentang gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah kereta, sedangkan laki-laki di ujung rangkaian. Usulan tersebut muncul usai peristiwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menewaskan 15 penumpang. Menurutnya, penyebab seluruh korban berjenis kelamin wanita karena gerbong khusus perempuan […]

  • Pakubuwono (PB) XIV Purboyo

    PB XIV Purboyo Kena Peringatan dari KGPA Tedjowulan, Dinilai Melawan Perintah

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Pakubuwono (PB) XIV Purboyo menerima surat peringatan dari Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Surat tersebut berisi peringatan terhadap tindakan PB XIV Purboyo yang dinilai melawan arahan pemerintah pusat. “Gusti Tedjowulan menyesalkan sikap dan tindakan Puruboyo yang terus-menerus melawan arahan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kebudayaan, untuk menahan diri, melakukan koordinasi, […]

  • Pemprov Jateng Terus Dorong Upaya Pengentasan Kemiskinan

    Pemprov Jateng Terus Dorong Upaya Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya dalam pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Terlebih, permasalahan ini masih menjadi tantangan dalam percepatan pembangunan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan amanat kepada seluruh pemerintah daerah untuk menekan tingkat kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem menjadi nol persen. Menurutnya, pendekatan secara komprehensif […]

  • semarang

    TPA Ilegal di Rowosari Jadi Sorotan, Pemkot Semarang Bentuk Regu Piket untuk Tertibkan Masyarakat

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal di perbatasan Rowosari, Tembalang, Semarang dan Mranggen, Demak jadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan area terlarang tempat membuang sampah. Dalam upaya penanganan, sekaligus memastikan area tersebut bebas dari sampah, Pemkot Semarang mengambil langkah dengan membentuk regu piket. Regu piket ini terdiri dari […]

expand_less