Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Prabowo: MBG Adalah Langkah Strategis untuk Menjamin Masa Depan Anak-anak Indonesia

Prabowo: MBG Adalah Langkah Strategis untuk Menjamin Masa Depan Anak-anak Indonesia

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • visibility 80

Kabarjatengterkini.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Program ini, menurutnya, bertujuan untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcom Stevenson Jr (Steve Forbes), di Jakarta, pada Rabu (15/10/2025).

MBG: Penyediaan Makanan Bergizi Tanpa Biaya

Prabowo menjelaskan bahwa MBG merupakan upaya untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak Indonesia. Program ini bertujuan mengatasi masalah kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, terutama di wilayah-wilayah pedesaan.

Menurutnya, anak-anak yang kekurangan gizi akan menghadapi kesulitan dalam tumbuh kembang fisik dan mental yang optimal. Oleh karena itu, program ini dianggap sangat penting bagi masa depan bangsa.

“Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye,” kata Prabowo. Menurutnya, pengalaman bertemu dengan anak-anak di berbagai daerah yang menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong diluncurkannya program ini.

Anak-anak yang Masih Kekurangan Gizi: Sebuah Kenyataan yang Menyentuh Hati

Presiden Prabowo mengungkapkan pengalamannya dalam berkunjung ke berbagai daerah, di mana dia sering bertemu dengan anak-anak yang terlihat lebih kecil dari usianya. Hal ini menandakan adanya masalah gizi yang serius yang mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

“Setiap kali saya datang ke sebuah desa, saya disambut anak-anak yang berdiri di pinggir jalan, melambaikan tangan. Saya sering berbicara dengan mereka. Saya tanya usia mereka dan saya sering terkejut. Anak laki-laki kecil yang saya kira berumur empat tahun ternyata berumur sepuluh tahun,” ungkap Prabowo.

Menurutnya, masalah stunting atau kekurangan gizi yang menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik anak-anak di Indonesia masih cukup banyak ditemui. Bahkan, beberapa anak perempuan yang dia temui di desa yang ia kunjungi memiliki tubuh yang lebih kecil dari usianya, menandakan kondisi gizi yang buruk.

“Anak perempuan yang saya kira berusia lima tahun, ternyata sudah sebelas tahun. Saat itulah saya melihat langsung dengan mata kepala sendiri, stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” tambah Prabowo, menggambarkan betapa seriusnya masalah kekurangan gizi di Indonesia.

Program MBG: Mengikuti Jejak Keberhasilan Negara Lain

Meskipun program MBG masih terbilang baru di Indonesia, Prabowo mengungkapkan bahwa negara-negara lain seperti India dan Brasil telah terlebih dahulu mengimplementasikan program serupa. Kedua negara tersebut, menurutnya, berhasil membuktikan bahwa pemberian makanan bergizi secara gratis untuk anak-anak dapat memberikan dampak sosial yang positif.

“Program MBG sudah ada di negara lain, seperti India dan Brasil. Mereka telah merasakan dampak sosial yang sangat baik. Di Indonesia, kami ingin mengikuti jejak tersebut untuk memastikan masa depan anak-anak Indonesia lebih baik,” ujarnya.

Sejak diluncurkan, program MBG telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan. Hingga Oktober 2025, pemerintah telah membangun sekitar 11.900 dapur MBG, atau yang dikenal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tersebar di seluruh Indonesia. Dapur-dapur ini setiap harinya menyediakan makanan bergizi bagi sekitar 35,4 juta anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia, yang merupakan sekitar 35 persen dari total target nasional sebanyak 82 juta penerima MBG.

Tantangan Program MBG: Keracunan Makanan sebagai Kendala

Namun, Prabowo tidak menutup mata terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu kendala yang sempat mencuat adalah adanya kasus keracunan makanan pada sejumlah penerima manfaat. Meskipun demikian, dia memastikan bahwa kasus tersebut sangat minim, hanya sekitar 0,0007 persen dari total makanan yang didistribusikan.

“Tentu kami menghadapi kendala. Beberapa kasus keracunan makanan memang terjadi, namun dari total jumlah makanan yang kami distribusikan, angkanya hanya sekitar 0,0007 persen. Bahkan satu kasus pun tidak dapat diterima, tetapi dalam setiap upaya manusia, mencapai kesempurnaan nol kesalahan sangatlah sulit. Kami tidak mencari alasan, kami bertekad memperbaikinya,” tegas Prabowo.

Pemerintah, menurut Prabowo, terus bekerja keras untuk memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan kualitas makanan guna meminimalkan risiko keracunan yang dapat merugikan penerima manfaat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak dan ibu hamil aman dan bergizi.

Investasi untuk Masa Depan Indonesia

Prabowo menekankan bahwa MBG bukan hanya sekadar program bantuan sosial, melainkan sebuah investasi besar untuk masa depan Indonesia. Dengan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang bergizi, diharapkan mereka dapat tumbuh sehat dan cerdas, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa di masa depan.

“Program ini adalah investasi untuk masa depan bangsa. Anak-anak yang sehat dan cerdas akan menjadi pemimpin, inovator, dan tenaga kerja terampil di masa yang akan datang,” ujar Prabowo, memberikan gambaran tentang betapa pentingnya program ini bagi generasi mendatang.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi masalah kekurangan gizi di Indonesia.

Dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia.

Meskipun ada beberapa tantangan, terutama terkait kualitas makanan, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaan program MBG agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima manfaat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara

    2 Daerah di Semarang Jadi Langganan Banjir, Mobile Pump Jadi Solusi Sementara

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah daerah di Semarang dan sekitarnya terendam genangan air akibat curah hujan tinggi akhir-akhir ini. Adapun daerah yang terdampak banjir adalah Kaligawe dan Genuk pada Rabu (22/10/2025) lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan penanganan dan pendampingan kepada para korban yang terdampak. Pihaknya telah menyiapkan dapur […]

  • rembang

    BKD Rembang Sebut Ada Tiga Bidang di Lingkungan Pemkab yang Bisa Diisi Melalui Outsourcing

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang menyebut terdapat tiga bidang di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) yang bisa dilakukan pengisian melalui mekanisme tenaga ahli daya atau outsourcing. Tiga bidang itu di antaranya tenaga driver, petugas keamanan dan petugas kebersihan. Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Kabupaten Rembang, Miftachul Ichwan menjelaskan, pengisian […]

  • Wali Kota Semarang Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Mijen Rayakan Sumpah Pemuda

    Wali Kota Semarang Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Mijen Rayakan Sumpah Pemuda

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Mijen dalam merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Terlebih, perayaan tersebut digelar dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong. Semangat gotong-royong tersebut diwujudkan dalam gelaran karnaval dan kirab budaya pawai gunungan hasil bumi pada Minggu (26/10/2025) di Taman Tirto Asri. Acara ini juga menjadi bukti warga […]

  • Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini

    Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 84
    • 0Komentar

      Magelang, Kabarjatengterkini.com – Program “Hunian Nyaman” Pemkot Magelang memungkinkan masyarakat memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan ringan. Program ini merupakan turunan dari program nasional 3 Juta Rumah dan provinsi 1 Rumah 1 KK. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan, cicilan rumah subsidi tersebut akan melalui skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ini bertujuan agar […]

  • naik

    Bantah Isu Dana Reses Naik Rp756 Juta, Sufmi Dasco Jelaskan Kenaikan Rp702 Juta

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, baru-baru ini memberikan penjelasan terkait isu mengenai kenaikan dana reses bagi anggota DPR periode 2024-2029. Isu tersebut mencuat setelah dana reses anggota DPR RI pada periode sebelumnya (2019-2024) yang sempat diumumkan di angka Rp400 juta, kini mengalami penyesuaian hingga mencapai Rp702 juta pada periode mendatang. Menanggapi kabar […]

  • Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    Komdigi RI Kenalkan Teknologi IoT ke Petani Melon Desa Jetak Sragen

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Kementerian Komunikasi dan Digital RI perkenalkan teknologi Internet of Things (IoT) kepada petani melon di Desa Jetak, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Teknologi ini diklaim memudahkan petani dalam melakukan pemantauan kebutuhan tanaman pangan dan hortikultura, khususnya untuk mengetahui waktu yang tepat untuk penyiraman dan pemupukan secara otomatis. Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan pentingnya inovasi […]

expand_less