Afrika Selatan Siap Hadapi Mesir, Hugo Broos: Kami Lawan Tim, Bukan Salah
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Jum, 26 Des 2025
- visibility 39

Kabarjatengterkini.com- Pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, menegaskan timnya tidak akan terpaku untuk menghentikan dua bintang Mesir, Mohamed Salah dan Omar Marmoush, saat kedua tim bentrok di laga lanjutan Grup B Piala Afrika 2025 (AFCON 2025).
Duel panas Mesir vs Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung di Stadion Ardar, Maroko, pada Jumat malam pukul 22.00 WIB.
Menurut Broos, pendekatan Afrika Selatan bukanlah meredam satu atau dua pemain lawan, melainkan menghadapi Mesir sebagai sebuah tim yang solid dan penuh kualitas. Ia menilai fokus berlebihan pada individu justru bisa menjadi bumerang bagi strategi permainan.
“Kami tidak fokus pada siapa pun secara khusus. Yang terpenting adalah tim,” ujar Broos, dikutip dari ESPN. “Kami semua tahu betapa hebatnya Salah, betapa bagusnya Marmoush, juga Trezeguet dan pemain lainnya. Mesir adalah tim yang sangat kuat. Mengapa kami harus fokus pada satu pemain? Kami harus siap mengalahkan timnya, bukan individunya.”
Mesir Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Mesir memulai kiprah mereka di Piala Afrika 2025 dengan hasil positif. The Pharaohs meraih kemenangan 2-1 atas Zimbabwe pada laga pembuka Grup B yang digelar 23 Desember lalu. Dalam pertandingan tersebut, Omar Marmoush tampil krusial dengan mencetak gol penyeimbang, sebelum Mohamed Salah memastikan kemenangan lewat gol penentu.
Performa dua bintang Eropa tersebut semakin menegaskan status Mesir sebagai salah satu kandidat kuat juara AFCON 2025. Salah, yang merupakan andalan Liverpool, tetap menjadi ikon dan pemimpin permainan Mesir. Sementara Marmoush, penyerang Manchester City, menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pelapis, melainkan ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
Afrika Selatan Tak Mau Minder
Meski menghadapi lawan bertabur bintang, Afrika Selatan datang dengan kepercayaan diri yang tak kalah besar. Pada laga perdana Grup B, Bafana Bafana sukses menundukkan Angola dengan skor 2-1. Kemenangan tersebut ditentukan oleh gol spektakuler Lyle Foster yang menjadi sorotan publik.
Hasil itu memperlihatkan bahwa Afrika Selatan memiliki kedalaman skuad dan kemampuan mencetak gol dari berbagai lini. Broos pun menegaskan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena menghadapi pemain-pemain besar Mesir.
“Kami tidak akan membuat rencana khusus hanya untuk satu atau dua pemain. Fokus kami adalah bagaimana tim ini bermain sebagai satu kesatuan,” tegas pelatih asal Belgia tersebut.
Filosofi Kolektif ala Hugo Broos
Pendekatan Broos menekankan kekuatan kolektif bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan organisasi tim, disiplin taktik, dan keberanian mengambil inisiatif permainan. Filosofi ini sebelumnya membuahkan hasil manis ketika Broos sukses membawa Kamerun menjuarai Piala Afrika 2017, termasuk mengalahkan Mesir di partai final.
“Kami harus membuat Mesir berada dalam situasi sulit. Itu hanya bisa dilakukan jika kami memainkan kualitas kami sendiri dan mengandalkan pemain-pemain yang selama ini menjadi kekuatan kami,” tambah Broos.
Strategi ini diyakini akan kembali diterapkan saat menghadapi Mesir, dengan Afrika Selatan berusaha menekan sejak awal, menjaga keseimbangan lini tengah, dan memanfaatkan transisi cepat saat menyerang.
Rekam Jejak Pertemuan yang Menguntungkan Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki kenangan manis saat terakhir kali bertemu Mesir di ajang Piala Afrika. Pada edisi 2019, Bafana Bafana secara mengejutkan menyingkirkan Mesir dengan skor 1-0 di babak 16 besar. Saat itu, Mesir berstatus tuan rumah dan diperkuat Mohamed Salah, namun tetap gagal melangkah lebih jauh.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa Afrika Selatan mampu mengalahkan Mesir meski tidak diunggulkan. Faktor mental dan kepercayaan diri menjadi modal penting jelang pertemuan kali ini.
Penentu Persaingan Grup B
Laga Mesir vs Afrika Selatan diprediksi menjadi penentu peta persaingan di Grup B Piala Afrika 2025. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dari laga perdana, sehingga kemenangan akan membuka peluang besar untuk lolos ke babak gugur sebagai pemuncak grup.
Mesir mengandalkan pengalaman dan kualitas individu, sementara Afrika Selatan membawa semangat kolektif dan disiplin permainan. Pertarungan dua filosofi ini diyakini akan menghadirkan laga sengit dan menarik.
Dengan tensi tinggi, sejarah pertemuan yang sarat kejutan, serta kehadiran pemain-pemain kelas dunia, duel Mesir vs Afrika Selatan layak dinantikan sebagai salah satu pertandingan paling krusial di fase grup AFCON 2025.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

