Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Wajah Dua Leluhur dari Peradaban Kuno Keeladi “Dihidupkan Kembali” Lewat Rekonstruksi Digital

Wajah Dua Leluhur dari Peradaban Kuno Keeladi “Dihidupkan Kembali” Lewat Rekonstruksi Digital

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
  • visibility 183

Kabarjatengterkini.com — Dua pria dari 2.500 tahun lalu yang merupakan bagian dari peradaban kuno di wilayah Tamil Nadu, India, kini bisa “dilihat” kembali berkat teknologi rekonstruksi wajah digital.

Temuan ini tak hanya memberikan visualisasi realistis wajah manusia purba, tapi juga membuka tabir peradaban Keeladi, yang disebut-sebut sebagai salah satu pusat urban tertua di India selatan.

Rekonstruksi ini dilakukan berdasarkan dua tengkorak yang ditemukan di situs pemakaman Kondagai, yang secara arkeologis terhubung dengan situs utama Keeladi. Keeladi adalah peradaban urban maju yang diduga berkembang sekitar tahun 580 SM, dan dikenal memiliki sistem infrastruktur, perdagangan, serta budaya literasi yang cukup maju untuk zamannya.


Rekonstruksi Wajah dari Era 580 SM

Proyek rekonstruksi ini dipimpin oleh Kumaresan Ganesan, Kepala Departemen Genetika di Madurai Kamaraj University, India. Ganesan menjelaskan bahwa Kondagai diyakini sebagai salah satu area pemakaman utama bagi masyarakat Keeladi. Kedua tengkorak pria tersebut ditemukan pada tahun 2021, masing-masing di dalam tempayan penguburan, bersama artefak seperti perhiasan, tembikar, dan bekal makanan.

“Kondagai diyakini sebagai tempat pemakaman dari situs arkeologi Keeladi, yang merupakan pusat peradaban urban maju sekitar tahun 580 SM,” ujar Ganesan, dikutip dari Live Science.

Setelah melakukan CT scan pada tengkorak, tim membuat model 3D virtual dan mengirimkan datanya ke Face Lab — unit riset khusus rekonstruksi wajah di Liverpool John Moores University, Inggris.


Cara Rekonstruksi Dilakukan

Proses rekonstruksi dimulai dari pemetaan struktur tulang tengkorak, lalu dilanjutkan dengan membangun ulang jaringan otot, lemak, dan kulit menggunakan data anatomi populasi Asia Selatan modern.

Menurut Caroline Wilkinson, Direktur Face Lab, pendekatan ini membantu memahami bukan hanya bagaimana penampilan fisik mereka, tapi juga siapa mereka di masa lalu secara kultural dan historis.

“Model ini membantu kita memahami orang-orang di masa lalu, sekaligus membandingkan diri kita dengan leluhur,” jelas Wilkinson.

Adapun warna kulit, mata, dan rambut masih bersifat interpretasi kreatif, berdasarkan rata-rata penampilan masyarakat India Selatan masa kini. Tim peneliti berharap ke depan bisa menggunakan data DNA lebih rinci untuk menghasilkan rekonstruksi yang lebih akurat secara genetik.


Analisis DNA Purba dan Temuan Awal

Salah satu aspek penting dari proyek ini adalah analisis DNA purba, yang kini tengah berlangsung. Hasil awal menunjukkan bahwa kedua pria tersebut memiliki kemiripan genetik dengan populasi Asia Selatan modern, terutama masyarakat di India bagian selatan.

Namun, Ganesan menegaskan bahwa bukti genetik yang ada belum cukup spesifik untuk menarik kesimpulan definitif tentang keterkaitan mereka dengan populasi Tamil Nadu saat ini.

“Kami masih membutuhkan data genetik yang lebih rinci khusus untuk Tamil Nadu dan kawasan India Selatan agar bisa memastikan keterkaitan leluhur,” tambahnya.

Terkait usia kematian, analisis menunjukkan kedua pria tersebut meninggal pada usia sekitar 50 hingga 60 tahun. Penyebab kematian mereka belum diketahui, tetapi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau trauma pada tulang.


Peradaban Keeladi: Perkotaan Kuno yang Maju

Penemuan situs Keeladi pada tahun 2013 mengguncang pemahaman arkeologis tentang peradaban India kuno. Situs ini mengungkap jejak kehidupan perkotaan, seperti:

  • Rumah bata beratap genteng
  • Saluran air dan sistem drainase
  • Perdagangan antarwilayah
  • Penggunaan aksara Tamil kuno

Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Keeladi sudah memiliki struktur sosial, ekonomi, dan teknologi yang jauh lebih maju dari yang diperkirakan sebelumnya.


Mengapa Ini Penting?

Rekonstruksi wajah ini memberi kita jendela visual ke masa lalu, memungkinkan generasi sekarang memahami siapa nenek moyang mereka — tidak hanya dari sisi arkeologis, tetapi juga dari perspektif identitas budaya dan kemanusiaan universal.

Dalam konteks lebih luas, proyek ini juga mendorong pengumpulan data genetik wilayah India Selatan yang selama ini masih minim. Dengan menggabungkan ilmu arkeologi, genetika, dan teknologi digital, kita bisa merangkai kembali narasi sejarah yang lebih utuh dan representatif.

Rekonstruksi wajah dua pria dari peradaban Keeladi menjadi terobosan penting dalam dunia arkeologi dan antropologi India. Temuan ini tidak hanya memvisualisasikan nenek moyang masyarakat India Selatan, tapi juga memperkuat bukti bahwa peradaban urban telah berkembang di wilayah tersebut sejak 2.500 tahun lalu. Dengan analisis DNA yang masih terus berjalan, proyek ini diperkirakan akan membawa lebih banyak temuan mengejutkan tentang asal-usul masyarakat Tamil dan budaya India Selatan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut 3 Bupati Terjaring OTT, Seluruh Kepala Daerah se-Jateng dalam Pengawasan KPK

    Buntut 3 Bupati Terjaring OTT, Seluruh Kepala Daerah se-Jateng dalam Pengawasan KPK

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seluruh kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam pengawasan KPK buntut tiga bupati terlibat operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan kasus korupsi selama tahun 2026 ini. Wakil Ketua KPK RI, Fitroh Rohcahyanto pihaknya telah melakukan pertemuan dengan semua kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jateng di Semarang. Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah […]

  • 150 Lokasi di Jateng Bakal Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya”

    150 Lokasi di Jateng Bakal Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya”

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 148
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 150 lokasi di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah disiapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) program “Kecamatan Berdaya”. Peluncuran pilot project ini akan dilakukan serentak pada 30 Oktober 2025. “Nanti akan dilakukan launching (peluncuran) untuk seluruh kecamatan berdaya. Rencananya, akan dipusatkan di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, kemudian di masing-masing […]

  • iklim

    Waspada! Perubahan Iklim Bisa Bangkitkan Ratusan Gunung Api Tidur di Bawah Es

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Perubahan iklim selama ini dikenal sebagai penyebab mencairnya gunung es dan naiknya permukaan laut. Namun, riset terbaru mengungkap ancaman tersembunyi lain yang tidak kalah mengkhawatirkan: bangkitnya ratusan gunung berapi tidur yang tersembunyi di bawah lapisan es tebal. Studi baru yang dipresentasikan dalam Konferensi Goldschmidt 2025 di Praha, Ceko, memetakan dinamika magma di bawah gletser […]

  • Heboh Ada Tikus Keluar dari Boks Ompreng MBG di SMK Negeri 8 Semarang

    Heboh Ada Tikus Keluar dari Boks Ompreng MBG di SMK Negeri 8 Semarang

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Heboh seekor tikus keluar dari dalam boks tempat makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) SMK Negeri 8 Semarang. Kejadian tersebut sempat terekam kamera dan videonya sudah viral di media sosial. Menanggapi hal ini, staf kesiswaan SMKN 8 Semarang, Dian Nirmala Santi, membenarkan bahwa ada laporan siswa kelas XI mengenai tikus di dalam […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina /semarangkota

    Walkot Semarang Siap Cari Solusi Bersama TPA Ilegal yang Berbatasan dengan Demak

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengatakan siap mencari solusi bersama mengenai masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang ada di perbatasan antara Rowosari, Tembalang dengan Kebunbatur, Mranggen. Sebagaimana diketahui jika ada tumpukan dan pembakaran sampah di sana. Kondisi tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Berhubung lokasi TPA ilegal tersebut berada di wilayah perbatasan, Agustina menilai perlu […]

  • Foto : Kepala Dishub Kabupaten Rembang, Drupodo. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Keterbatasan Anggaran, Dishub Rembang Andalkan Aduan Masyarakat untuk Perbaikan PJU

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tahun 2025 hanya mengandalkan aduan dari masyarakat terkait pemantauan terhadap perbaikan penerangan jalan umum (PJU) yang mati. Kepala Dishub Kabupaten Rembang, Drupodo menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan lantaran keterbatasan anggaran. Dengan demikian, pihaknya berkomitmen tetap mengoptimalkan perbaikan PJU tersebut melalui aduan masyarakat. Pihaknya mengungkapkan […]

expand_less