Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 242

Kabarjatengterkini.com — Selama ini, Pulau Flores dikenal sebagai rumah bagi spesies manusia purba berpostur mungil yang dijuluki Hobbit, atau secara ilmiah dikenal sebagai Homo floresiensis. Namun, sebuah penemuan arkeologi terbaru di Sulawesi mengguncang pemahaman lama tentang jejak awal migrasi manusia purba di kawasan Asia Tenggara.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature mengungkap bahwa manusia purba telah hidup di Sulawesi sejak 1,04 hingga 1,48 juta tahun yang lalu. Temuan ini menjadikan Sulawesi sebagai salah satu lokasi tertua jejak keberadaan manusia purba di Indonesia, bahkan lebih tua dari artefak serupa yang ditemukan di Flores.

Temuan Alat Batu di Ladang Jagung Sulawesi Selatan

Penemuan ini berasal dari tujuh alat batu dari batu chert yang ditemukan di sebuah ladang jagung di Sulawesi Selatan. Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Adam Brumm, seorang arkeolog dari Griffith University, Australia, bersama peneliti Indonesia Budianto Hakim.

Melalui analisis sedimen serta fosil rahang babi yang ditemukan di lokasi yang sama, usia alat batu tersebut diperkirakan berada dalam rentang 1,04 hingga 1,48 juta tahun, menempatkan Sulawesi sebagai titik potensial awal migrasi manusia purba sebelum mereka mencapai Pulau Flores.

“Saya rasa ini adalah satu keping teka-teki yang memperkuat teori bahwa Sulawesi adalah titik awal migrasi manusia purba ke Flores,” ujar Dr. Brumm seperti dikutip dari IFL Science.

Lebih Tua dari Temuan di Flores

Sebelumnya, alat-alat batu di Flores diperkirakan berusia sekitar 1,02 juta tahun. Kini, dengan penemuan baru dari Sulawesi yang lebih tua, muncul hipotesis baru bahwa para manusia purba di Flores mungkin berasal dari Sulawesi, bukan langsung dari daratan Asia Tenggara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Flores memang telah lama menjadi pusat perhatian para arkeolog setelah ditemukannya fosil Homo floresiensis, spesies manusia purba berpostur mungil yang hidup sekitar 60.000 hingga 100.000 tahun lalu. Spesies mungil serupa, Homo luzonensis, juga ditemukan di Filipina, tepatnya di Pulau Luzon.

Namun, temuan di Sulawesi memperluas cakupan wilayah Wallacea, zona biogeografi yang memisahkan Asia dan Australia, sebagai koridor penting migrasi manusia awal.

Masih Banyak Misteri Tersisa

Meski penemuan ini sangat penting, para peneliti masih menghadapi sejumlah pertanyaan besar. Hingga kini, belum ditemukan fosil manusia purba di Sulawesi yang bisa mengungkap siapa sebenarnya pembuat alat-alat batu tersebut.

“Tanpa fosil manusia, kita belum bisa memastikan apakah mereka adalah Homo erectus, Homo floresiensis, atau mungkin spesies lain yang belum diketahui,” jelas Brumm.

Hipotesis utama saat ini menyebut bahwa Homo floresiensis adalah keturunan Homo erectus yang mengalami island dwarfism—fenomena evolusi di mana spesies yang terisolasi di pulau-pulau cenderung menyusut ukurannya karena tekanan lingkungan.

Apakah manusia purba di Sulawesi juga mengalami evolusi serupa? Apakah mereka terkait dengan Homo floresiensis? Semua pertanyaan ini masih menunggu jawaban dari temuan fosil yang lebih lengkap.

Bagaimana Manusia Purba Bisa Tiba di Sulawesi?

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana manusia purba bisa mencapai Pulau Sulawesi, mengingat lokasi geografisnya yang terpisah oleh lautan.

Dr. Brumm meragukan bahwa manusia purba dari era itu memiliki kemampuan navigasi laut seperti manusia modern. Ia bahkan menduga bahwa perjalanan melintasi laut pertama manusia bisa saja terjadi secara tidak sengaja, mirip dengan bagaimana hewan seperti monyet atau tikus tersebar secara alami ke pulau-pulau.

“Mungkin mereka terdampar akibat arus laut atau hanyut di atas rakit alami, bukan karena kemampuan membuat perahu,” katanya.

Menjawab Sejarah Migrasi Manusia di Asia Tenggara

Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya Wallacea, memainkan peran penting dalam jalur migrasi awal manusia purba antara Asia dan Australia.

Namun demikian, masih banyak misteri tentang interaksi antarspesies manusia di wilayah ini. Ketika manusia modern (Homo sapiens) pertama kali tiba di Sulawesi sekitar 65.000 tahun lalu, tidak diketahui apakah populasi manusia purba sebelumnya masih ada atau telah punah.

“Apa yang terjadi ketika Homo sapiens tiba di Sulawesi? Apakah mereka bertemu dengan populasi manusia purba yang lebih tua? Apakah terjadi interaksi, atau bahkan kawin silang?” tutur Brumm.

Penemuan alat batu prasejarah berusia hingga 1,5 juta tahun di Sulawesi membuka babak baru dalam studi evolusi manusia dan migrasi prasejarah di Asia Tenggara. Bukti ini tidak hanya menjadikan Sulawesi sebagai lokasi penting dalam sejarah manusia, tetapi juga menantang pemahaman lama tentang asal-usul spesies seperti Homo floresiensis.

Meskipun banyak misteri yang masih belum terpecahkan, satu hal kini jelas: Sulawesi menyimpan kunci penting dalam memahami perjalanan panjang manusia dari Afrika menuju Asia dan Pasifik.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • jateng

    Realisasi Investasi di Jateng Semester 1 2025 Capai 58,19 Persen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 229
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) semester pertama tahun 2025 capai Rp45,58 triliun. Besaran tersebut sudah mencapai 58,19 persen dari target realisasi untuk tahun ini. Diketahui, investor asing masih mendominasi dengan catatan investasi sebesar Rp25,63 triliun atau 56 persen, sementara dari dalam negeri mencapai Rp19,95 triliun atau 44 persen. Jumlah investasi […]

  • Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Mayat yang ditemukan di Kos wilayah Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) telah diketahui identitasnya. Korban inisial ADP (39) berasal dari Sleman dan diketahui bertugas di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). “Saya tidak bisa mengatakan itu diplomat, tapi dari kata saksi yang di TKP itu mengatakan bahwa beliau itu adalah PNS Kementerian Luar Negeri,” kata […]

  • Gubernur Jateng Ungkap Program Lingkungan yang Bisa Bersinergi dengan Masyarakat

    Gubernur Jateng Ungkap Program Lingkungan yang Bisa Bersinergi dengan Masyarakat

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi ungkap sejumlah program yang bisa disinergikan dengan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Salah satu program prioritas Pemprov Jateng adalah ‘Mageri Segoro’. Adapun ‘Mageri Segoro’ merupakan program yang bertujuan untuk memulihkan ekosistem pesisir dan mencegah abrasi melalui penanaman mangrove secara masif dan serentak. Penanaman bibit mangrove sebagai pagar laut […]

  • olahraga

    Padel, Olahraga yang Kini Digandrungi: Inilah Alasan Mengapa Semakin Populer di Indonesia

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel mengalami lonjakan popularitas yang signifikan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dikenal sebagai perpaduan antara tenis dan squash, padel menawarkan permainan yang seru, kompetitif, namun tetap mudah diakses oleh berbagai kalangan usia dan kemampuan fisik. Tak heran jika padel kini menjadi olahraga yang digandrungi, baik oleh masyarakat umum […]

  • Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Tengah diminta tetap menerima pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) meski statusnya dinonaktifkan saat penyesuaian data oleh Kemensos RI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta PBI-JK tetap berjalan, khususnya bagi pengidap penyakit kronis. Apalagi, pasien penyakit kronis sangay […]

  • palestina

    Puluhan Ribu Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Tutup Sydney Harbour Bridge, Julian Assange Ikut Berbaris

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada Minggu (3/9), puluhan ribu pengunjuk rasa pro-Palestina menggelar aksi besar-besaran di Sydney, Australia. Demonstrasi tersebut mencapai puncaknya saat massa berbaris melintasi Sydney Harbour Bridge, salah satu landmark paling terkenal di dunia, yang sampai harus ditutup akibat membludaknya kerumunan. Unjuk rasa ini menjadi sorotan internasional, terutama karena hadirnya tokoh kontroversial sekaligus pendiri WikiLeaks, Julian […]

expand_less