Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 343

Kabarjatengterkini.com — Selama ini, Pulau Flores dikenal sebagai rumah bagi spesies manusia purba berpostur mungil yang dijuluki Hobbit, atau secara ilmiah dikenal sebagai Homo floresiensis. Namun, sebuah penemuan arkeologi terbaru di Sulawesi mengguncang pemahaman lama tentang jejak awal migrasi manusia purba di kawasan Asia Tenggara.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature mengungkap bahwa manusia purba telah hidup di Sulawesi sejak 1,04 hingga 1,48 juta tahun yang lalu. Temuan ini menjadikan Sulawesi sebagai salah satu lokasi tertua jejak keberadaan manusia purba di Indonesia, bahkan lebih tua dari artefak serupa yang ditemukan di Flores.

Temuan Alat Batu di Ladang Jagung Sulawesi Selatan

Penemuan ini berasal dari tujuh alat batu dari batu chert yang ditemukan di sebuah ladang jagung di Sulawesi Selatan. Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Adam Brumm, seorang arkeolog dari Griffith University, Australia, bersama peneliti Indonesia Budianto Hakim.

Melalui analisis sedimen serta fosil rahang babi yang ditemukan di lokasi yang sama, usia alat batu tersebut diperkirakan berada dalam rentang 1,04 hingga 1,48 juta tahun, menempatkan Sulawesi sebagai titik potensial awal migrasi manusia purba sebelum mereka mencapai Pulau Flores.

“Saya rasa ini adalah satu keping teka-teki yang memperkuat teori bahwa Sulawesi adalah titik awal migrasi manusia purba ke Flores,” ujar Dr. Brumm seperti dikutip dari IFL Science.

Lebih Tua dari Temuan di Flores

Sebelumnya, alat-alat batu di Flores diperkirakan berusia sekitar 1,02 juta tahun. Kini, dengan penemuan baru dari Sulawesi yang lebih tua, muncul hipotesis baru bahwa para manusia purba di Flores mungkin berasal dari Sulawesi, bukan langsung dari daratan Asia Tenggara seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Flores memang telah lama menjadi pusat perhatian para arkeolog setelah ditemukannya fosil Homo floresiensis, spesies manusia purba berpostur mungil yang hidup sekitar 60.000 hingga 100.000 tahun lalu. Spesies mungil serupa, Homo luzonensis, juga ditemukan di Filipina, tepatnya di Pulau Luzon.

Namun, temuan di Sulawesi memperluas cakupan wilayah Wallacea, zona biogeografi yang memisahkan Asia dan Australia, sebagai koridor penting migrasi manusia awal.

Masih Banyak Misteri Tersisa

Meski penemuan ini sangat penting, para peneliti masih menghadapi sejumlah pertanyaan besar. Hingga kini, belum ditemukan fosil manusia purba di Sulawesi yang bisa mengungkap siapa sebenarnya pembuat alat-alat batu tersebut.

“Tanpa fosil manusia, kita belum bisa memastikan apakah mereka adalah Homo erectus, Homo floresiensis, atau mungkin spesies lain yang belum diketahui,” jelas Brumm.

Hipotesis utama saat ini menyebut bahwa Homo floresiensis adalah keturunan Homo erectus yang mengalami island dwarfism—fenomena evolusi di mana spesies yang terisolasi di pulau-pulau cenderung menyusut ukurannya karena tekanan lingkungan.

Apakah manusia purba di Sulawesi juga mengalami evolusi serupa? Apakah mereka terkait dengan Homo floresiensis? Semua pertanyaan ini masih menunggu jawaban dari temuan fosil yang lebih lengkap.

Bagaimana Manusia Purba Bisa Tiba di Sulawesi?

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana manusia purba bisa mencapai Pulau Sulawesi, mengingat lokasi geografisnya yang terpisah oleh lautan.

Dr. Brumm meragukan bahwa manusia purba dari era itu memiliki kemampuan navigasi laut seperti manusia modern. Ia bahkan menduga bahwa perjalanan melintasi laut pertama manusia bisa saja terjadi secara tidak sengaja, mirip dengan bagaimana hewan seperti monyet atau tikus tersebar secara alami ke pulau-pulau.

“Mungkin mereka terdampar akibat arus laut atau hanyut di atas rakit alami, bukan karena kemampuan membuat perahu,” katanya.

Menjawab Sejarah Migrasi Manusia di Asia Tenggara

Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa kepulauan Indonesia bagian timur, khususnya Wallacea, memainkan peran penting dalam jalur migrasi awal manusia purba antara Asia dan Australia.

Namun demikian, masih banyak misteri tentang interaksi antarspesies manusia di wilayah ini. Ketika manusia modern (Homo sapiens) pertama kali tiba di Sulawesi sekitar 65.000 tahun lalu, tidak diketahui apakah populasi manusia purba sebelumnya masih ada atau telah punah.

“Apa yang terjadi ketika Homo sapiens tiba di Sulawesi? Apakah mereka bertemu dengan populasi manusia purba yang lebih tua? Apakah terjadi interaksi, atau bahkan kawin silang?” tutur Brumm.

Penemuan alat batu prasejarah berusia hingga 1,5 juta tahun di Sulawesi membuka babak baru dalam studi evolusi manusia dan migrasi prasejarah di Asia Tenggara. Bukti ini tidak hanya menjadikan Sulawesi sebagai lokasi penting dalam sejarah manusia, tetapi juga menantang pemahaman lama tentang asal-usul spesies seperti Homo floresiensis.

Meskipun banyak misteri yang masih belum terpecahkan, satu hal kini jelas: Sulawesi menyimpan kunci penting dalam memahami perjalanan panjang manusia dari Afrika menuju Asia dan Pasifik.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Penghujan Mulai Melanda, Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Berikut

    Musim Penghujan Mulai Melanda, Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Berikut

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Jawa Tengah diminta waspada terhadap penyakit yang sering terjangkit selama musim penghujan. Salah satunya, yakni leptospirosis yang meresahkan banyak orang lantaran bisa berakibat fatal. Menurut informasi, leptospirosis merupakan penyakit yang berasal dari infeksi bakteri leptospira interrogans. Bakteri tersebut menginfeksi hewan seperti tikus, kemudian menularkan ke manusia melalui urine. Dalam beberapa kasus, penyakit […]

  • kedokteran

    Tantangan Dunia Medis di Jateng Masih Besar, Jumlah dan Distribusi Dokter Belum Rata

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tantangan dunia medis di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, masih besar. Terlebih, jumlah dan distribusi dokter umum maupun spesialis dinilai belum merata hingga ke daerah-daerah. Maka dari itu, pendidikan di fakultas kedokteran di universitas perlu diperluas guna percepatan pemenuhan kebutuhan dokter. Pasalnya, dengan kapasitas pendidikan kedokteran saat ini, kebutuhan dokter baru bisa terpenuhi sekitar […]

  • meteor

    Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026). Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi. Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor […]

  • menu

    10 Ide Menu Makan Malam Hemat dan Low Budget, Enak dan Gak Bikin Dompet Tipis!

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Makan malam adalah salah satu momen penting untuk mengisi energi setelah seharian beraktivitas. Namun, tidak semua orang ingin (atau bisa) menghabiskan banyak uang untuk makan malam. Kabar baiknya, kamu tetap bisa menyajikan menu makan malam yang enak, mengenyangkan, dan tentunya hemat biaya. Di artikel ini, kami akan bagikan 10 ide menu makan malam hemat […]

  • Foto : Pengunjung Perpustakaan Daerah Rembang tengah menuruni tangga dari lantai dua. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Pengunjung di Perpustakaan Daerah Rembang Terus Meningkat

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Tingkat pengunjung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang terus mengalami peningkatan hingga awal bulan Desember 2025 ini. Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan. Meningkatnya pengunjung, kata dia, dipengaruhi seiring perbaikan fasilitas yang dilakukan oleh Dinas Arpus Rembang. “Alhamdulillah setelah gedung baru ini jumlah pengunjung kami […]

  • tiket

    Tiket Murah Akhir Tahun: Diskon Hingga 30 Persen untuk Kereta, Kapal, dan Pesawat

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menjelang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah kembali menggelontorkan stimulus guna meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional. Stimulus tersebut diberikan dalam bentuk diskon tiket transportasi umum, meliputi kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang […]

expand_less