Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cegah Diskriminasi Antarsantri, Pesantren di Jateng Diminta Tekankan Inklusivitas

Cegah Diskriminasi Antarsantri, Pesantren di Jateng Diminta Tekankan Inklusivitas

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
  • visibility 188

Kabarjatengterkini.com – Pesantren yang berdiri di Jawa Tengah diminta menekankan inklusivitas dan ramah anak. Hal ini ditujukan untuk mencegah adanya tindakan perundungan, kekerasan, serta perilaku diskriminasi.

“Pesantren ramah anak prinsipnya adalah dipastikan bahwa pesantren itu memprioritaskan kepentingan anak sendiri,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Forum Anak Nasional (FAN) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, Minggu (5/10/2025).

Pihaknya juga berpesan kepada pesantren untuk selalu berupaya menciptakan lingkungan yang positif. Menurutnya, lingkungan positif dan saling mendukung menciptakan situasi pesantren yang aman dan nyaman, serta bebas dari perundungan.

Terkait penanganan kekerasan, Nawal juga meminta pesantren membentuk manajemen pengaduan dan rehabilitasi bagi korban.

Tidak hanya dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), diperlukan pula upaya internalisasi budaya dan nilai-nilai inklusif di pesantren. Misalnya, dengan menanamkan sikap saling menghormati, menyayangi, tolong-menolong, serta rendah hati.

“Kita tidak hanya butuh SOP, tapi bagaimana internalisasi nilai-nilai ini betul-betul dikembangkan. Bukan hanya untuk anak, tapi juga stake holder lain, entah itu pengasuh atau pengurus, dan sebagainya,” ungkap Nawal.

Selain menanamkan nilai-nilai tersebut, pihak pesantren juga wajib memenuhi hak-hak santri, mulai dari pendidikan, kesehatan dan gizi, serta sarana dan prasarana yang layak dan mendukung para santri beraktivitas.

Diketahui, pesantren ramah anak merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov telah bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jateng, UNICEF, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Adapun sejumlah upaya untuk menerapkan program ini seperti pembentukan pilot project pesantren ramah anak di Ponpes Al Anwar IV dan Ponpes Alhamdulillah Kabupaten Rembang. Diketahui, dua pesantren tersebut sudah memiliki Satgas Anti-Bullying. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

    Antisipasi Kemacetan, Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Bakal Difungsikan Jelang Lebaran

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jalan tol Bawen-Yogyakarta untuk ruas Bawen-Ambarawa bakal difungsikan saat arus mudik di momen Lebaran mendatang. Dengan demikian, masyarakat yang hendak mudik melewati jalur tersebut bisa keluar dari pintu tol Ambarawa. Pembukaan jalur tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan di pintu tol Bawen. “Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen,” kata […]

  • Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dikhawatirkan akan berdampak pada nasib PPPK paruh waktu di Jawa Tengah. Adapun kebijakan tersebut merupakan buntut efisiensi oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebutkan bahwa pihak pemerintah provinsi masih mengkaji kebijakan tersebut, serta akan menunggu arahan dari […]

  • Siswa SMK di Kota Pekalongan Kembangkan Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM

    Siswa SMK di Kota Pekalongan Kembangkan Mesin Pengolah Sampah Jadi BBM

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Pekalongan terus berupaya mengembangkan mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kepala SMK Muhammadiyah Kota Pekalongan (Mudikal), Khusnawan menjelaskan, ide pengembangan mesin sudah ada sejak tahun 2018. Setelahnya, para siswa juga telah melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan untuk menyempurnakan mesin. Mesin tersebut sebelumnya hanya […]

  • ilegal

    Tambang Nikel Ilegal di Maluku Utara Milik Gubernur Sherly Dibereskan Satgas PKH, Denda Mencapai Rp500 Miliar

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin semakin menunjukkan taringnya dalam menertibkan tambang-tambang ilegal yang merusak lingkungan di Indonesia. Langkah tegas ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan tata ruang dan konservasi hutan, khususnya di wilayah kaya sumber daya alam seperti Maluku Utara. Beberapa waktu lalu, […]

  • konten

    Demi Konten Viral, Remaja di Sragen Nekat Jadi Pocong Jadi-jadian saat Live TikTok

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Fenomena pembuatan konten media sosial yang kebablasan kembali memicu keresahan masyarakat di Jawa Tengah. Kali ini, aparat kepolisian dari Polres Sragen mengamankan tiga orang remaja yang nekat berdandan menjadi pocong jadi-jadian demi melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok. Aksi tersebut dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dini hari di kawasan Terowongan Rel Kereta Api […]

  • pati

    Davin Febriansyah, Pria yang Bawa Kabur Pengantin di Pati Sepakat Ganti Rugi Rp70 Juta

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dan sakral di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mendadak berubah menjadi kegaduhan yang menggemparkan warga. Calon pengantin wanita, Nayla Anik Setiyawati (19), nekat kabur bersama kekasih gelapnya, Davin Febriansyah (18), hanya beberapa jam sebelum prosesi akad nikah dimulai. Kasus pengantin wanita kabur di Pati ini pun […]

expand_less