Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

Debut Memalukan Robot Humanoid AI Pertama Rusia, AIDOL, Yang Tersungkur di Atas Panggung

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 78

Kabarjatengterkini.com — Debut publik robot humanoid bertenaga kecerdasan buatan (AI) pertama buatan Rusia, AIDOL, berakhir tidak sesuai harapan. Robot seberat hampir 100 kilogram itu roboh hanya beberapa detik setelah diperkenalkan ke publik dalam sebuah acara teknologi di Moskow pada Selasa (11/11).

Alih-alih memukau penonton, AIDOL justru mencuri perhatian karena insiden yang dianggap memalukan bagi proyek robotika ambisius Rusia tersebut.

AIDOL muncul dari balik panggung diiringi lagu ikonik “Gonna Fly Now” dari film Rocky, memberikan kesan bahwa robot tersebut siap menunjukkan kemampuan luar biasa. Dengan melambaikan tangan kanan untuk menyapa penonton, robot setinggi 186 cm itu tampak percaya diri.

Namun hanya dalam hitungan detik, AIDOL kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai—mirip seseorang yang tiba-tiba “pingsan”.

Dua asisten teknis yang mendampinginya segera berlari ke panggung untuk menarik robot tersebut keluar. Insiden itu ditutup dengan tirai hitam untuk meminimalkan perhatian penonton, tetapi rekaman insiden terlanjur menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan.

Kemampuan Canggih AIDOL Sebelum Insiden Terjadi

Mengutip laporan Washington Post, robot humanoid ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Rusia bernama AIDOL, yang dipimpin oleh CEO Vladimir Vitukhin. Dengan bobot 95 kg dan tinggi 186 cm, AIDOL dirancang sebagai robot antropomorfik yang mampu melakukan berbagai fungsi manusia, termasuk:

  • bergerak secara mandiri,
  • melakukan manipulasi objek,
  • berkomunikasi dengan manusia,
  • mengekspresikan lebih dari 12 jenis emosi,
  • membawa beban hingga 10 kilogram,
  • berjalan dengan kecepatan hingga 6 km/jam.

Perusahaan mengklaim bahwa AIDOL telah menjadi salah satu robot humanoid paling maju di dalam negeri, dengan tingkat komponen lokal mencapai 73%, yang berarti mayoritas part robot dibuat di Rusia sendiri.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari target kemandirian teknologi Rusia di tengah suasana geopolitik yang menuntut pengurangan ketergantungan pada produk luar negeri.

Sudah Diuji di Berbagai Medan, Tapi Tetap Jatuh di Panggung

Menanggapi insiden jatuhnya AIDOL, CEO Vladimir Vitukhin menegaskan bahwa robot tersebut telah menjalani proses uji coba intensif sebelum ditampilkan. AIDOL telah diuji berjalan di berbagai permukaan, termasuk:

  • bebatuan,
  • karpet,
  • lantai laminasi,
  • permukaan tanah liat mengembang,
  • lantai licin.

Menurut Vitukhin, kerobohan robot di panggung kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor: fluktuasi tegangan listrik, pengaruh pencahayaan, hingga kesalahan kalibrasi yang muncul secara mendadak.

Ini adalah bentuk pembelajaran waktu nyata. Kesalahan yang berhasil berubah menjadi pengetahuan, sementara kesalahan yang gagal berubah menjadi pengalaman. Saya berharap insiden ini menjadi pengalaman berharga,” ujarnya.

Vitukhin menekankan bahwa insiden tersebut bukan tanda bahwa proyek AIDOL gagal. Sebaliknya, ia menilai insiden itu adalah bagian dari proses perkembangan sistem robotika yang kompleks, terutama robot humanoid yang membutuhkan stabilitas sangat tinggi dalam pengoperasian.

Proyek Ambisius Konsorsium Teknologi Rusia

Robot AIDOL merupakan proyek unggulan dari Koalisi Teknologi Baru Rusia, sebuah konsorsium besar yang melibatkan berbagai perusahaan robotik dan universitas teknik. Konsorsium ini dibentuk untuk mempercepat pengembangan teknologi robot antropomorfik dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada teknologi dari luar Rusia.

AIDOL menjadi bagian dari program jangka panjang Rusia untuk menghadirkan robot-robot cerdas yang dapat digunakan di berbagai bidang, mulai dari industri, layanan publik, hingga sektor keamanan. Langkah ini sejalan dengan tren global di mana negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah lebih dulu mengembangkan robot humanoid canggih seperti Honda ASIMO, Tesla Optimus, hingga Boston Dynamics Atlas.

Reaksi Publik dan Pengamat Teknologi

Insiden AIDOL tentu saja menimbulkan beragam reaksi. Banyak orang menertawakan momen robohnya robot tersebut dan menjadikannya meme di media sosial. Namun, sebagian lainnya menilai momen itu sebagai gambaran realistis tentang tantangan besar dalam pengembangan robot humanoid.

Pengamat robotika menyebut bahwa robot humanoid memang sangat sulit dikembangkan karena harus meniru langkah manusia yang kompleks dan membutuhkan keseimbangan yang stabil. Mesin harus mampu memproses data sensor secara cepat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Bahkan perusahaan besar seperti Boston Dynamics pun masih sering membagikan video robot yang gagal berjalan atau terjatuh saat latihan.

Dengan demikian, kegagalan AIDOL menurut mereka bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan, melainkan bagian dari proses panjang menuju robotika masa depan.

Apa Selanjutnya untuk AIDOL?

Meski memulai debut dengan kegagalan, perusahaan AIDOL memastikan bahwa pengembangan robot akan terus dilanjutkan. Tim teknis berencana mengevaluasi semua sistem, mulai dari stabilitas perangkat keras, sistem kelistrikan, sensor keseimbangan, hingga kemampuan AI dalam membaca lingkungan.

Perusahaan optimistis bahwa AIDOL akan tampil lebih baik pada presentasi berikutnya. Mereka menegaskan bahwa pengembangan robot humanoid adalah misi jangka panjang yang membutuhkan ribuan data gagal untuk menghasilkan satu keberhasilan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Salah Satu Titik Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Kearifan Lokal

    Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Titik Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Kearifan Lokal

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kawasan Produksi Widuri Pegandon di Desa Wonosari, Pengadon, Kendal menjadi salah satu titik pengembangan ekonomi desa berbasis potensi kearifan lokal. Salah satunya sebagai percontohan program Aktivasi 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan. Ini turut mendukung program Pemprov Jateng dalam menumbuhkan ekonomi dengan algomerasi wilayah. Pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan penguatan […]

  • narkoba

    KRI Surik-645 Gagalkan Peredaran Narkoba di Selat Malaka, Temukan 49 Paket Sabu

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Unsur Kapal Perang TNI AL, KRI Surik-645, yang berada di bawah Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I, berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika di perairan Selat Malaka. Kejadian ini terjadi saat KRI Surik-645 sedang melaksanakan patroli keamanan laut di bawah Kendali Operasi (BKO) Guskamla Koarmada I. Kapal yang terlibat dalam upaya penyelundupan narkoba ini adalah […]

  • demam

    Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Demam dan sakit tenggorokan yang dianggap “biasa” ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR)  sebuah penyakit jantung yang timbul sebagai komplikasi dari Demam Rematik Akut (DRA) akibat infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Group A Streptococcus). Artikel berikut akan menguraikan bagaimana proses ini terjadi, siapa yang berisiko, data terkini, serta langkah pencegahan […]

  • Duh! Sampah Menumpuk di TPA Sanggrahan Temanggung Selama Lebaran

    Duh! Sampah Menumpuk di TPA Sanggrahan Temanggung Selama Lebaran

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Volume sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sanggrahan, Kabupaten Temanggung menumpuk atau mengalami peningkatan menjadi 60 ton per hari selama Lebaran 2025. Terhitung sejak sejak H-7 hingga H+7. Sedangkan pada hari biasa mencapai 120 ton dan selama libur Lebaran 2025 menjadi 180 ton per hari. Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) […]

  • Bupati Pati Sudewo

    Bupati Pati Bentuk ‘Tim 8’ Berisi Orang Kepercayaan, Diduga untuk Peras Calon Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati Sudewo disebut membentuk ‘Tim 8’ yang beranggotakan orang-orang kepercayaannya untuk memeras Calon Perangkat Desa (Caperdes) terkait rencana pengisian perangkat desa tahun 2026. Berdasarkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sudewo membentuk tim khusus yang terdiri dari tim suksesnya, serta sejumlah kepala desa di masing-masing kecamatan dengan dalih menjadi koordinator kecamatan (Korcam) pada […]

  • Jaga Iklim Investasi di Jateng, 11 Kabupaten/Kota Bentuk Satgas Antipremanisme

    Jaga Iklim Investasi di Jateng, 11 Kabupaten/Kota Bentuk Satgas Antipremanisme

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) telah membentuk satuan tugas (Satgas) Antipremanisme. Tujuannya, untuk ketertiban masyarakat, serta menjaga iklim investasi tetap kondusif. Setidaknya, sudah ada 11 kabupaten/ kota di Jawa Tengah yang telah membentuk Satgas ini. Satgas ini bertugas untuk melakukan penanganan dan pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan terafiliasi kegiatan premanisme. “Sebelas kabupaten/kota […]

expand_less