Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menbud Fadli Zon Respon Tudingan Pelecehan Adat oleh GKR Rumbay

Menbud Fadli Zon Respon Tudingan Pelecehan Adat oleh GKR Rumbay

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 20 Des 2025
  • visibility 167

Kabarjatengterkini.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon merespon tudingan pihak Pakubuwono (PB) XIV Purboyo terkait kunjungannya ke bangunan sakral Panggung Sanggabuwana beberapa waktu lalu yang dinilai melecehkan adat.

Dalam kesempatan lainnya, Fadli Zon menyebutkan bahwa dirinya sudah berkali-kali masuk ke bangunan tersebut. Selain itu, kunjungannya tersebut telah dipersilahkan oleh Panembahan Agung Tedjowulan dan Pakubuwono XIV Mangkubumi.

“Pertama saya sudah sudah berkali-kali naik ke Sanggabuwana itu. Malah saya diminta oleh Ketua Tim 5 Panembahan Agung Tedjowulan dan juga oleh KGPH Hangabehi (PB XIV Mangkubumi). Bahkan saya menggunakan beskap,” kata dia, Jumat (19/12/2025), dikutip Detik.

Lebih lanjut, kunjungannya ke Panggung Sanggabuwana bertujuan untuk meresmikan dan memastikan hasil revitalisasi bangunan berjalan baik. Sebelum direnovasi, situs cagar budaya itu disebut telah mengalami keropos dan temboknya lembab.

“Selain itu tentu kan kami yang merevitalisasi. Kita harus cek hasil pekerjaannya. Mulai dari temboknya, dari catnya, itu kan dari kita semua. Jadi, anggapan itu sama sekali keliru,” tuturnya.

“Kita sebagai bagian dari pemerintah yang melihat itu untuk melihat hasil kerjanya, apakah sesuai dengan harapan kita dan ternyata berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Sebelumnya, kunjungan Kementerian Kebudayaan bersama Pakubuwono XIV Mangkubumi ke Panggung Sanggabuwan mengundang polemik. Saat kunjungan tersebut, keduanya diketahui masuk ke dalam bangunan itu.

Pengageng Sasana Wilapa dari pihak Pakubuwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, Panggung Sanggabuwani merupakan salah satu tempat yang sakral. Artinya, tidak sembarang orang bisa masuk ke menara tersebut tanpa diskusi atau rembukan lebih dahulu.

“Ya, setahu kami, itu tempat sakral yang dipergunakan hanya untuk raja dan orang-orang yang, sudah disumpah raja untuk melakukan upacara, itu saja,” kata dia, Rabu (17/12/2025).

“Kalau yang Sanggabuwana, kami tidak diajak rembukan untuk masalah mereka akan naik. Menurut saya sih itu pelecehan, pelecehan adat ya,” lanjutnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Dukung Promosi Sport Tourism

    Ribuan Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Dukung Promosi Sport Tourism

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gelaran Mangkunegaran Run 2026 di Kota Surakarta diramaikan oleh ribuan pelari dari berbagai daerah. Acara tersebut diselenggarakan untuk menggerakkan roda ekonomi daerah lewat promosi pariwisata olahraga (sport tourism). Kegiatan itu bermula di Stadion Manahan hingga Pura Mangkunegaran pada Minggu (3/5/2026). Acara tersebut diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama 7.750 orang peserta […]

  • safe house

    OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahan serius atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kasus suap besar di lingkungan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan. OTT KPK yang […]

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra

    Perbaikan Jalan Rusak di Pati Dilakukan Setelah Lebaran, Ini Alasannya

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di Kabupaten Pati baru bisa dilakukan setelah Lebaran 2026. Pasalnya, setiap pengadaan barang dan jasa, termasuk perbaikan jalan, harus menunggu asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Mohon maaf masyarakat Kabupaten Pati untuk jalan rusak, baru bisa kita selesaikan setelah Lebaran,” kata Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, […]

  • topeng

    Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan. Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi. Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah […]

  • Mobil Seruduk Pejalan Kaki di Purwokerto, 2 Tewas 3 Luka-luka

    Mobil Seruduk Pejalan Kaki di Purwokerto, 2 Tewas 3 Luka-luka

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Purwokerto, Kabarjatengterkini.com – Terjadi kecelakaan maut di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Kamis (13/11/2025) pagi sekitar jam 07.25 WIB. Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol Harman Rumenengge Sitorus menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil dengan pengemudi SA (37) menabrak sejumlah pejalan kaki dan kendaraan yang terparkir di pinggir jalan DI Panjaitan, Kelurahan Purwokerto Kulon. “Mobil Honda Freed […]

  • Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kudus, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dalam rangka penanganan dampak bencana di wilayahnya. Terlebih, jika kawasan terdampak merupakan penopang perekonomian dan pariwisata di Kudus, seperti Kawasan Wisata Colo. Kawasan itu diketahui ikut terdampak longsor, sehingga mengganggu akses jalan ke wisata religi Sunan Muria. Langkah penanganan sementara sedang disiapkan untuk memperbaiki […]

expand_less