Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Hiu di Bahama Terpapar Narkoba dan Obat Manusia, Studi Ungkap Dampak Serius Polusi Laut

Hiu di Bahama Terpapar Narkoba dan Obat Manusia, Studi Ungkap Dampak Serius Polusi Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
  • visibility 49

Kabarjatengterkini.com- Siapa sangka, di balik keindahan perairan Bahama, tersimpan fakta mengejutkan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejumlah hiu di wilayah tersebut terpapar narkoba hingga obat-obatan yang biasa dikonsumsi manusia. Temuan ini menjadi peringatan serius tentang dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution edisi Mei 2026 menunjukkan bahwa hiu di perairan Bahama terdeteksi mengandung berbagai zat seperti kokain, kafein, hingga obat pereda nyeri. Penelitian ini dilakukan oleh tim internasional yang dipimpin oleh ahli biologi dari Universitas Federal Paraná, Natascha Wosnick.

Dalam penelitian tersebut, tim mengambil sampel darah dari 85 ekor hiu yang hidup di sekitar Pulau Eleuthera. Mereka menguji keberadaan berbagai jenis zat kimia, baik legal maupun ilegal. Hasilnya, sebanyak 28 hiu dari tiga spesies—hiu karang Karibia, hiu perawat (nurse shark), dan hiu lemon—terbukti memiliki kandungan obat dalam darahnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa hiu ditemukan mengandung lebih dari satu jenis zat sekaligus. Kafein menjadi zat yang paling sering terdeteksi, diikuti oleh asetaminofen dan diklofenak, yang umum digunakan sebagai bahan aktif obat pereda nyeri pada manusia.

Temuan paling mencengangkan datang dari seekor bayi hiu lemon yang ditemukan di area pembibitan alami. Hiu tersebut dinyatakan positif mengandung kokain dalam darahnya. Karena zat itu terdeteksi dalam darah, bukan jaringan tubuh, para peneliti menyimpulkan bahwa paparan terjadi dalam waktu yang relatif baru.

Menurut Wosnick, kemungkinan besar hiu tersebut terpapar setelah menggigit atau menelan benda asing di laut, seperti bungkusan yang mengandung residu narkoba. Ia mengaku pernah melihat benda semacam itu di perairan sekitar lokasi penelitian. “Hiu cenderung menggigit objek untuk mengenali lingkungannya, dan dari situlah paparan bisa terjadi,” jelasnya.

Selain narkoba, keberadaan kafein dan obat-obatan lain juga memicu pertanyaan besar: dari mana asalnya? Penelitian ini mengarah pada aktivitas manusia, terutama pariwisata. Banyak hiu yang diteliti ditemukan di sekitar area bekas budidaya ikan yang kini menjadi lokasi populer untuk menyelam.

Para peneliti menduga limbah manusia menjadi sumber utama kontaminasi. Aktivitas sederhana seperti buang air di laut hingga pembuangan limbah dari daratan berpotensi membawa zat kimia ke dalam ekosistem laut. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menciptakan polusi tak kasat mata yang sulit dikendalikan.

Dampaknya tidak hanya sebatas kontaminasi, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi fisiologis hiu. Tim peneliti menemukan perubahan pada indikator metabolisme, seperti peningkatan kadar laktat, urea, dan trigliserida dalam darah hiu yang terpapar.

Meski belum dapat dipastikan apakah perubahan tersebut berakibat fatal, para ilmuwan meyakini bahwa zat-zat ini dapat memengaruhi perilaku hiu. Sebagai contoh, paparan kafein berpotensi meningkatkan energi dan kewaspadaan, mirip efek yang dirasakan manusia setelah mengonsumsi kopi.

Ahli oseanografi dari University of Florida, Tracy Fanara, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai temuan tersebut sebagai peringatan penting. Menurutnya, studi ini menunjukkan keterkaitan erat antara aktivitas manusia di wilayah pesisir dengan kesehatan ekosistem laut.

Ia menegaskan bahwa polusi bahan kimia seperti obat-obatan sering kali terabaikan. Selama ini, perhatian publik lebih banyak tertuju pada pencemaran yang terlihat jelas seperti sampah plastik atau tumpahan minyak. Padahal, zat kimia yang tidak terlihat justru bisa menyebar lebih luas dan berdampak jangka panjang.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa laut bukanlah sistem yang terpisah dari aktivitas manusia. Apa yang dibuang ke lingkungan, sekecil apa pun, dapat kembali dalam bentuk yang tak terduga—bahkan memengaruhi predator puncak seperti hiu.

Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan urbanisasi di wilayah pesisir, para peneliti menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang lebih baik. Tanpa langkah konkret, polusi kimia diperkirakan akan terus meningkat dan mengancam keseimbangan ekosistem laut di seluruh dunia.

Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya soal melindungi keindahan alam, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • layanan

    TransJakarta Hentikan Layanan Seluruh Rute Pasca Demonstrasi di Jakarta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Seluruh rute TransJakarta dihentikan operasionalnya pasca aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) di Jakarta. Hal ini diumumkan oleh TransJakarta melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (30/8) pagi. Menurut pihak TransJakarta, keputusan untuk menghentikan seluruh layanan ini diambil karena situasi yang tidak kondusif dan demi memastikan keselamatan para penumpang dan petugas. “Mengingat situasi […]

  • Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    Efisiensi Belanja Pegawai Dikhawatirkan Berdampak pada PPPK Paruh Waktu, Pemprov Jateng Masih Tunggu Arahan Pusat

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD dikhawatirkan akan berdampak pada nasib PPPK paruh waktu di Jawa Tengah. Adapun kebijakan tersebut merupakan buntut efisiensi oleh pemerintah pusat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebutkan bahwa pihak pemerintah provinsi masih mengkaji kebijakan tersebut, serta akan menunggu arahan dari […]

  • Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati /rembangkab

    BPBD Rembang Rutin Lakukan Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang menyebut rutin melakukan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat Rembang. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati menjelaskan bahwa langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang ada di wilayah setempat. “Mitigasi kita rutin […]

  • Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kudus, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dalam rangka penanganan dampak bencana di wilayahnya. Terlebih, jika kawasan terdampak merupakan penopang perekonomian dan pariwisata di Kudus, seperti Kawasan Wisata Colo. Kawasan itu diketahui ikut terdampak longsor, sehingga mengganggu akses jalan ke wisata religi Sunan Muria. Langkah penanganan sementara sedang disiapkan untuk memperbaiki […]

  • Nilai Investasi Energi Menurun, Pemprov Jateng Lirik Potensi Sektor Industri Hijau

    Nilai Investasi Energi Menurun, Pemprov Jateng Lirik Potensi Sektor Industri Hijau

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Nilai investasi energi di Jawa Tengah pada tahun 2025 cenderung menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Diketahui, penanaman modal pada 2024 sebesar Rp5,7 triliun, sementara pada 2025 hanya sebesar Rp1,4 triliun. Maka dari itu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai menjajaki potensi investasi di sektor industri terbarukan di wilayahnya. Salah satu upaya yang […]

expand_less