Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Hiu di Bahama Terpapar Narkoba dan Obat Manusia, Studi Ungkap Dampak Serius Polusi Laut

Hiu di Bahama Terpapar Narkoba dan Obat Manusia, Studi Ungkap Dampak Serius Polusi Laut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
  • visibility 124

Kabarjatengterkini.com- Siapa sangka, di balik keindahan perairan Bahama, tersimpan fakta mengejutkan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa sejumlah hiu di wilayah tersebut terpapar narkoba hingga obat-obatan yang biasa dikonsumsi manusia. Temuan ini menjadi peringatan serius tentang dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem laut.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Pollution edisi Mei 2026 menunjukkan bahwa hiu di perairan Bahama terdeteksi mengandung berbagai zat seperti kokain, kafein, hingga obat pereda nyeri. Penelitian ini dilakukan oleh tim internasional yang dipimpin oleh ahli biologi dari Universitas Federal Paraná, Natascha Wosnick.

Dalam penelitian tersebut, tim mengambil sampel darah dari 85 ekor hiu yang hidup di sekitar Pulau Eleuthera. Mereka menguji keberadaan berbagai jenis zat kimia, baik legal maupun ilegal. Hasilnya, sebanyak 28 hiu dari tiga spesies—hiu karang Karibia, hiu perawat (nurse shark), dan hiu lemon—terbukti memiliki kandungan obat dalam darahnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa hiu ditemukan mengandung lebih dari satu jenis zat sekaligus. Kafein menjadi zat yang paling sering terdeteksi, diikuti oleh asetaminofen dan diklofenak, yang umum digunakan sebagai bahan aktif obat pereda nyeri pada manusia.

Temuan paling mencengangkan datang dari seekor bayi hiu lemon yang ditemukan di area pembibitan alami. Hiu tersebut dinyatakan positif mengandung kokain dalam darahnya. Karena zat itu terdeteksi dalam darah, bukan jaringan tubuh, para peneliti menyimpulkan bahwa paparan terjadi dalam waktu yang relatif baru.

Menurut Wosnick, kemungkinan besar hiu tersebut terpapar setelah menggigit atau menelan benda asing di laut, seperti bungkusan yang mengandung residu narkoba. Ia mengaku pernah melihat benda semacam itu di perairan sekitar lokasi penelitian. “Hiu cenderung menggigit objek untuk mengenali lingkungannya, dan dari situlah paparan bisa terjadi,” jelasnya.

Selain narkoba, keberadaan kafein dan obat-obatan lain juga memicu pertanyaan besar: dari mana asalnya? Penelitian ini mengarah pada aktivitas manusia, terutama pariwisata. Banyak hiu yang diteliti ditemukan di sekitar area bekas budidaya ikan yang kini menjadi lokasi populer untuk menyelam.

Para peneliti menduga limbah manusia menjadi sumber utama kontaminasi. Aktivitas sederhana seperti buang air di laut hingga pembuangan limbah dari daratan berpotensi membawa zat kimia ke dalam ekosistem laut. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menciptakan polusi tak kasat mata yang sulit dikendalikan.

Dampaknya tidak hanya sebatas kontaminasi, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi fisiologis hiu. Tim peneliti menemukan perubahan pada indikator metabolisme, seperti peningkatan kadar laktat, urea, dan trigliserida dalam darah hiu yang terpapar.

Meski belum dapat dipastikan apakah perubahan tersebut berakibat fatal, para ilmuwan meyakini bahwa zat-zat ini dapat memengaruhi perilaku hiu. Sebagai contoh, paparan kafein berpotensi meningkatkan energi dan kewaspadaan, mirip efek yang dirasakan manusia setelah mengonsumsi kopi.

Ahli oseanografi dari University of Florida, Tracy Fanara, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai temuan tersebut sebagai peringatan penting. Menurutnya, studi ini menunjukkan keterkaitan erat antara aktivitas manusia di wilayah pesisir dengan kesehatan ekosistem laut.

Ia menegaskan bahwa polusi bahan kimia seperti obat-obatan sering kali terabaikan. Selama ini, perhatian publik lebih banyak tertuju pada pencemaran yang terlihat jelas seperti sampah plastik atau tumpahan minyak. Padahal, zat kimia yang tidak terlihat justru bisa menyebar lebih luas dan berdampak jangka panjang.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa laut bukanlah sistem yang terpisah dari aktivitas manusia. Apa yang dibuang ke lingkungan, sekecil apa pun, dapat kembali dalam bentuk yang tak terduga—bahkan memengaruhi predator puncak seperti hiu.

Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan urbanisasi di wilayah pesisir, para peneliti menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang lebih baik. Tanpa langkah konkret, polusi kimia diperkirakan akan terus meningkat dan mengancam keseimbangan ekosistem laut di seluruh dunia.

Temuan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya soal melindungi keindahan alam, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan di dalamnya.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok Elpiji di Jateng Dinilai Aman, Masih 6 Kali Lipat dari kebutuhan

    Stok Elpiji di Jateng Dinilai Aman, Masih 6 Kali Lipat dari kebutuhan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Stok gas elpiji di Jawa Tengah dinilai masih aman, bahkan terhitung masih 6 kali lipat dari kebutuhan normal. “Sudah kita lakukan pengecekan ketersediaan elpiji. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (8/4/2026). Berdasarkan data per 7 April 2026, persediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah mencapai […]

  • Pemprov Jateng Dorong Perbanyak Lomba Lari di Kabupaten/Kota

    Pemprov Jateng Dorong Perbanyak Lomba Lari di Kabupaten/Kota

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh kabupaten/kota di wilayahnya memperbanyak event olahraga lari. Gelaran tersebut dinilai berpotensi bisa turut mendongkrak perekonomian di suatu daerah. “Semoga pada tahun 2026 event-event olahraga lari ini meningkat. Pemprov Jateng sudah meluncurkan kalender event 2026 untuk kegiatan wisata. Kami akan mendorong setiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah, punya […]

  • nepal

    Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela. Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Demo yang berlangsung pada Senin […]

  • het

    Bapanas Naikkan HET Beras: Harga Medium Tembus Rp13.500 per Kilogram

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, untuk wilayah Papua dan Maluku, HET ditetapkan lebih tinggi yakni Rp15.500 per kilogram. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 sebagai […]

  • Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    Dukung Ketahanan Gizi Masyarakat, Pemprov Galakkan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Wonosobo, Kabarjatengterkini.com – Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/ kota. Program ini bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut diinisiasi oleh Pemprov Jateng melalui kolaborasi lintas sektor, seperti Bulog, Baznas, dan kelompok tani. Dengan program ini, harga bahan pangan bisa tetap stabil, sehingga […]

  • Pemprov Jateng Tawarkan Belasan Proyek Investasi

    Pemprov Jateng Tawarkan Belasan Proyek Investasi

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tawarkan belasan proyek kepada calon investor. Ini menunjukkan Jawa Tengah merupakan daerah yang terbuka dan ramah investasi, sekaligus memiliki potensi besar terhadap meningkatnya perekonomian. “Sesuai yang disampaikan Pak Gubernur, untuk promosi investasi, kepala daerah harus hadir ‘menjual’ daerahnya, sehingga investor masuk pastinya membuka lapangan pekerjaan dan perekonomian akan bergerak,” […]

expand_less