Heboh Foto Pocong Resahkan Warga Purbalingga, Polisi: Hasil Editan Anak-anak
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Heboh isu pocong berkeliaran di media sosial yang meresahkan warga Purbalingga, salah satunya di Desa Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga. Setelah ditelusuri, ternyata isu tersebut merupakan hoaks.
Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat Purnomo, menyebutkan bahwa foto penampakan pocong yang tersebar di media sosial itu merupakan hasil editan. Foto tersebut diduga direkayasa oleh anak di bawah umur.
“Bisa kami sampaikan bahwa isu pocong yang akhir-akhir ini marak di media sosial itu adalah hoaks,” ujar Amjat, dikutip Detik.
Ia menjelaskan, petugas kepolisian telah diterjunkan ke lokasi dalam foto. Setelah ditelusuri, diketahui seorang anak mengambil foto rumah milik tetangganya, lalu mengedit gambar dengan menambahkan sosok pocong
“Telah dilaksanakan beberapa kali penelusuran di Purbalingga Kidul. Bahwa itu adalah hasil editan dari seorang anak yang masih di bawah umur,” jelasnya.
“Anak tersebut mengambil foto rumah dari tetangganya kemudian diedit, lalu ditambahkan pocong,” lanjut dia.
Kontroversi tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Orang tua anak itu telah meminta maaf kepada warga yang rumahnya diedit seolah-olah ada pocong, hingga menyebabkan kegaduhan di publik.
“Kami sudah sampaikan kepada orang tua dari anak tersebut untuk meminta maaf kepada tetangganya yang rumahnya diedit ada pocongnya,” ungkapnya.
Amjat menyebutkan, isu pocong itu tidak hanya terjadi di Purbalingga, melainkan di sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah hingga Jawa Barat, seperti di Kudus dan Bekasi. Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi di media sosial.
“Memang sedang ramai tidak hanya di Purbalingga. Di beberapa tempat seperti Kudus dan Bekasi juga ada. Tapi ini bisa kami sampaikan adalah hoaks karena keisengan anak-anak,” terangnya.
“Kami mengimbau kepada warga masyarakat Purbalingga untuk tidak termakan isu tersebut,” katanya lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

