Lahan Tidur di Banjarnegara Dimanfaatkan Jadi Lahan Jagung dan Dikembangkan Jadi Agro Eduwisata Religi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Sumber: Pemprov Jateng)
Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dimanfaatkan menjadi lahan jagung. Pemanfaatan lahan tersebut turut mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Lahan milik Indonesia Power tersebut saat ini dikelola melalui kolaborasi Santri Gayeng Nusantara (SGN), bersama kelompok tani. Kawasan tersebut nantinya juga akan dikembangkan menjadi pertanian terpadu sekaligus Agro Eduwisata Religi.
“Inilah bentuk pemberdayaan pesantren. Bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan saja, tetapi juga pergerakan pertanian dan ekonomi,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Selasa (14/7/2026).
Pengembangan tersebut nantinya tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian saja, tetapi juga mengembangkan hortikultura, perikanan, hingga peternakan. Selain itu, kegiatan keagamaan, termasuk fasilitas manasik haji.
Sektor pertanian dikembangkan ke komoditas padi, cabai, kembang kol, dan terong, serta sektor kehutanan ditanam pohon multipurpose seperti durian dan alpukat. Sementara, sektor peternakan dikembangkan melalui budidaya kambing dengan sistem silvopastura.
Pada tahun 2025, produksi jagung di Jawa Tengah mencapai 3,721 juta ton atau menyumbang sekitar 17,02 persen terhadap produksi nasional. Capaian itu bakal terus ditingkatkan melalui perluasan areal tanam dan kolaborasi banyak pihak. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

