Waspadai! Ini 5 Bahaya Mengonsumsi Sayur dan Buah Terkontaminasi E. Col
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 14 Okt 2025
- visibility 66

Kabarjatengterkini.com- Konsumsi sayur dan buah sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, tahukah kamu bahwa sayur dan buah yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan?
Bakteri E. coli umumnya hidup di usus manusia dan hewan, dan sebagian besar jenisnya tidak berbahaya. Namun, beberapa strain E. coli patogen, terutama E. coli O157:H7, dapat menyebabkan penyakit serius jika masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi, termasuk sayur dan buah segar.
Berikut ini adalah 5 alasan mengapa sayur dan buah yang terpapar bakteri E. coli sangat berbahaya dan penting untuk diwaspadai.
1. Menyebabkan Keracunan Makanan Akut
Alasan utama mengapa E. coli berbahaya adalah karena dapat menyebabkan keracunan makanan akut. Setelah mengonsumsi sayur atau buah yang terkontaminasi, gejala bisa muncul dalam waktu 1–10 hari. Beberapa gejala umum keracunan makanan akibat E. coli antara lain:
- Mual dan muntah
- Sakit perut hebat
- Diare (terkadang berdarah)
- Demam ringan
Gejala-gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berisiko menimbulkan dehidrasi jika tidak segera ditangani.
2. Berisiko Menyebabkan Komplikasi Serius: HUS (Hemolytic Uremic Syndrome)
Salah satu komplikasi paling serius dari infeksi E. coli adalah Hemolytic Uremic Syndrome (HUS), terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
HUS dapat menyebabkan:
- Kerusakan sel darah merah
- Penurunan jumlah trombosit
- Gagal ginjal akut
Kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, sangat penting memastikan sayur dan buah dikonsumsi dalam keadaan bersih dan higienis.
3. Penyebaran Bakteri Melalui Kontaminasi Silang
Bakteri E. coli dapat menyebar dengan cepat melalui kontaminasi silang. Misalnya, jika kamu memotong sayur mentah di atas talenan yang sama dengan daging mentah tanpa membersihkannya terlebih dahulu, bakteri dari daging bisa berpindah ke sayuran.
Selain itu, penyimpanan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan penyebaran E. coli ke makanan lain di dalam kulkas atau tempat penyimpanan. Ini meningkatkan risiko infeksi tidak hanya dari satu jenis makanan, tetapi juga dari makanan lainnya.
4. Sulit Dideteksi karena Sayur dan Buah Terlihat Segar
Bahaya lain dari E. coli adalah sulitnya mendeteksi keberadaannya secara visual. Sayur dan buah yang tampak segar dan tidak berbau bukan berarti bebas dari bakteri berbahaya.
Bakteri E. coli tidak mengubah warna, tekstur, atau rasa makanan. Inilah yang membuat infeksi bakteri ini sangat berbahaya karena tidak bisa dikenali tanpa pengujian laboratorium. Konsumen pun bisa saja langsung mengonsumsi produk yang sudah terkontaminasi tanpa menyadarinya.
5. Peningkatan Risiko Wabah Kesehatan Masyarakat
Kontaminasi E. coli pada sayur dan buah bukan hanya menjadi masalah individu, tapi juga bisa menyebabkan wabah kesehatan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi sejumlah kasus besar infeksi E. coli yang berasal dari sayur-sayuran, seperti selada romaine, bayam, dan mentimun.
Wabah ini menyebar dengan cepat karena:
- Sayur dan buah segar sering dikonsumsi mentah tanpa dimasak.
- Produk-produk ini dipasok secara luas ke berbagai wilayah.
- Penularan bisa terjadi selama proses distribusi, penanganan di pasar, hingga penyimpanan di rumah.
Penting bagi pemerintah, petani, distributor, hingga konsumen untuk memperhatikan keamanan pangan demi mencegah penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh E. coli.
Tips Mencegah Kontaminasi E. coli pada Sayur dan Buah
Agar lebih aman saat mengonsumsi sayur dan buah, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan:
- Cuci bersih semua sayur dan buah di bawah air mengalir, meski akan dikupas sebelum dikonsumsi.
- Gunakan sikat lembut untuk membersihkan permukaan buah atau sayur yang keras, seperti melon atau kentang.
- Hindari mencampur makanan mentah dan matang di alat masak yang sama.
- Simpan sayur dan buah di suhu yang tepat, dan jangan simpan terlalu lama setelah dibeli.
- Jika memungkinkan, pilih produk organik dari sumber yang terpercaya atau beli dari petani lokal yang menerapkan standar kebersihan tinggi.
Sayur dan buah memang kaya nutrisi dan sangat penting untuk kesehatan, tetapi jika terkontaminasi oleh bakteri E. coli, justru bisa menjadi sumber penyakit yang serius.
Mulai dari keracunan makanan, komplikasi seperti gagal ginjal, hingga berisiko menciptakan wabah penyakit yang meluas, semua itu bisa terjadi jika tidak ada kehati-hatian dalam mengolah dan mengonsumsi sayur serta buah segar.
Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan makanan, serta meningkatkan kesadaran akan bahaya tersembunyi dari kontaminasi bakteri seperti E. coli.
Libatkan seluruh keluarga dalam kebiasaan cuci tangan dan mencuci bahan makanan agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Kesehatan dimulai dari dapur — pastikan semua yang kamu sajikan aman dan higienis.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

