Dinkes Rembang Cegah Perkembangan Jentik Nyamuk Lewat Program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik
- account_circle Ilham Wiji
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 96

Foto : Programer DBD Dinkes Kabupaten Rembang, Sri Yuliastuti. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Lewat program gerakan satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berupaya untuk menekan angka pertumbuhan jentik Aedes aegypti di wilayahnya.
“Jadi setiap keluarga melakukan pembersihan sarang nyamuk di rumahnya sendiri-sendiri, ada yang namanya gerakan satu rumah satu Jumantik, jadi setiap rumah itu ada satu orang yang bertanggung jawab kebersihan lingkungan sendiri,” jelas Programer DBD Dinkes Kabupaten Rembang, Sri Yuliastuti.
“Apalagi gerakan satu rumah satu Jumantik ini berjalan konsisten dan rutin maka tidak ada ditemukan jentik nyamuk Aedes di rumah,” lanjutnya.
Menurut penuturannya, angka bebas jentik Aedes aegypti dari bulan Januari sampai Oktober sudah mencapai 85,29 persen.
Sebagai informasi, program gerakan satu rumah satu jumantik tersebut telah diluncurkan oleh Dinkes Rembang sejak tahun 2017 lalu, dan telah diterapkan di beberapa desa. Namun, meski masih berjalan hingga sekarang, konsistensinya perlu untuk ditingkatkan lagi.
“Sampai saat ini gerakan ini masih berjalan, namun konsistensi masih perlu ditingkatkan. Kita harapkan sampai bulan Desember dan awal tahun nanti gerakan ini masih tetap dilakukan, jadi nanti kita bisa mengendalikan peningkatan kasus demam berdarah (DBD),” ungkap dia.
Sosialisasi bakal digencarkan melalui Forum Komunikasi Desa Sehat. Forum itu ditujukan untuk koordinasi program satu rumah satu Jumantik.
Dalam upaya mengontrol kegiatan itu, Pemkab Rembang telah menyediakan Aplikasi Surveilans Vektor. Aplikasi ini digunakan oleh para kader untuk memberikan laporan kepada Puskesmas, kemudian dilanjutkan ke Dinkes.
Pihaknya juga terus berupaya memberikan sosialisasi kepada warga Kabupaten Rembang untuk melakukan 3M yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang-barang yang layak pakai. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan harapan jentik-jentik nyamuk semakin berkurang.
Pada dasarnya, lanjut dia, desa memang dilibatkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.
“Jadi, peran serta masyarakat itu amat sangat kita butuhkan semua sektor kesehatan,” katanya. (Adv)
- Penulis: Ilham Wiji
- Editor: anisya gusti

