Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
  • visibility 95

Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026).

Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi.

Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor panjang itu tampak membelah langit selama beberapa detik, memberikan pemandangan dramatis yang terekam jelas oleh kamera ponsel warga. Namun, para ahli astronomi segera memberikan klarifikasi teknis untuk meredam kekhawatiran publik.

Analisis ITERA: Karakteristik Sampah Antariksa

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) secara tegas menepis dugaan bahwa benda tersebut adalah komet atau meteor. Berdasarkan analisis visual dan data lintasan, benda tersebut dipastikan sebagai benda artifisial atau buatan manusia.

Kepala OAIL ITERA, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa cahaya tersebut kemungkinan besar berasal dari puing-puing wahana antariksa yang kembali memasuki atmosfer bumi (re-entry).

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, itu bukan berasal dari komet. Kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body (tubuh roket) atau satelit dari China,” tegas Dr. Annisa dalam keterangan resminya.

Pihak OAIL menambahkan bahwa pergerakan visual yang tertangkap dalam video amatir warga menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dengan benda langit alami. Benda langit seperti meteor atau komet biasanya memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan pola lintasan yang lebih konsisten secara periodik.

Mengapa Bukan Komet atau Meteor?

Dr. Annisa memaparkan beberapa alasan ilmiah mengapa fenomena tersebut dikategorikan sebagai sampah antariksa:

  1. Kecepatan Gerak: Benda yang terlihat di langit Lampung cenderung melaju lebih lambat dibandingkan komet atau meteoroid. Kecepatan yang melambat ini terjadi karena adanya gesekan yang sangat kuat dengan atmosfer bumi.

  2. Fragmentasi (Pecahan): Dalam video yang viral, terlihat benda tersebut pecah menjadi beberapa bagian kecil saat melintas. Ini adalah ciri khas benda buatan manusia (logam dan komponen satelit) yang hancur karena panas ekstrem saat menembus lapisan udara.

  3. Warna Cahaya: Warna biru kehijauan yang muncul sering kali merupakan hasil pembakaran material kimia atau logam tertentu yang menyusun badan roket atau satelit.

“Hujan meteor biasanya terjadi secara periodik dengan jadwal yang sudah bisa diprediksi. Sementara komet memiliki pergerakan yang sangat cepat. Fenomena kemarin menunjukkan benda yang terpecah di udara akibat gesekan atmosfer, yang identik dengan jatuhnya sampah antariksa,” jelasnya lebih lanjut.

Jalur Lintasan dan Titik Jatuh

Meskipun penampakannya sangat jelas di atas “Bumi Ruwa Jurai”, Dr. Annisa memastikan bahwa sisa-sisa puing tersebut tidak jatuh di daratan Provinsi Lampung. Berdasarkan data pemantauan, Lampung hanya menjadi salah satu wilayah yang dilintasi oleh jalur orbit benda tersebut sebelum akhirnya terbakar habis atau jatuh di lokasi lain.

Fenomena ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh warga Lampung. Sejumlah penduduk di provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Palembang juga melaporkan melihat kilatan cahaya serupa di waktu yang hampir bersamaan.

“Kalau untuk titik jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung. Kami pastikan tidak ada material yang jatuh di wilayah daratan Lampung,” pungkas Dr. Annisa.

Edukasi Literasi Antariksa bagi Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi astronomi bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, asumsi mengenai “benda jatuh dari langit” sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau bencana besar. Klarifikasi cepat dari lembaga pendidikan seperti ITERA sangat membantu dalam memberikan edukasi berbasis sains kepada publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus berkoordinasi dengan lembaga antariksa internasional untuk memastikan identitas pasti dari badan roket atau satelit China tersebut. Fenomena sampah antariksa yang jatuh ke bumi memang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global dalam beberapa tahun terakhir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar/semarangkota

    Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya mengkampanyekan kanal Lapor Semar Solusi AWP kepada masyarakat. Dengan menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Undip, Pemkot Semarang meluncurkan kampanye agresif dengan tagar provokatif #ngadudilaporsemar guna mendongkrak awareness dan partisipasi publik. Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo mengatakan bahwa melalui kampanye tersebut, diharapkan layanan Lapor […]

  • febrie

    Status Hukum Febrie Adriansyah: Gaji Pokok 50 Persen Tetap Mengalir, Tunjangan Disetop Kejagung

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Kasus hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, terus bergulir di tengah sorotan publik. Meskipun kini resmi menyandang status sebagai tersangka dan harus mendekam di balik jeruji besi, hak keuangan Febrie dari instansi asalnya ternyata belum sepenuhnya terputus. Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia memastikan bahwa Febrie Adriansyah masih […]

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

  • Hasil Panen Melon The Blues di Desa Brangkal Sragen Diharap Bisa Dukung Program MBG

    Hasil Panen Melon The Blues di Desa Brangkal Sragen Diharap Bisa Dukung Program MBG

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 295
    • 0Komentar

      Sragen, Kabarjatengterkini.com – Panen perdana melon varietas The Blues diharapkan bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen. Apalagi, buah melon merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan nutrisi bermanfaat bagi anak. Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Suroto menyampaikan, panen perdana dilakukan di lahan BUMDes Maju Lancar, Dukuh Cikalan, Desa Brangkal, Kecamatan […]

  • afc

    AFC Pastikan Timnas Malaysia Masih Bisa Bertanding Meski 7 Pemain Disanksi FIFA

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan bahwa Tim Nasional (Timnas) Malaysia tetap bisa tampil di ajang internasional meskipun FIFA telah menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi serta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, pada Minggu (28/9/2025), menanggapi kegelisahan publik Malaysia atas […]

  • jateng

    Realisasi Investasi di Jateng Semester 1 2025 Capai 58,19 Persen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 324
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) semester pertama tahun 2025 capai Rp45,58 triliun. Besaran tersebut sudah mencapai 58,19 persen dari target realisasi untuk tahun ini. Diketahui, investor asing masih mendominasi dengan catatan investasi sebesar Rp25,63 triliun atau 56 persen, sementara dari dalam negeri mencapai Rp19,95 triliun atau 44 persen. Jumlah investasi […]

expand_less