Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
  • visibility 11

Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026).

Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi.

Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor panjang itu tampak membelah langit selama beberapa detik, memberikan pemandangan dramatis yang terekam jelas oleh kamera ponsel warga. Namun, para ahli astronomi segera memberikan klarifikasi teknis untuk meredam kekhawatiran publik.

Analisis ITERA: Karakteristik Sampah Antariksa

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) secara tegas menepis dugaan bahwa benda tersebut adalah komet atau meteor. Berdasarkan analisis visual dan data lintasan, benda tersebut dipastikan sebagai benda artifisial atau buatan manusia.

Kepala OAIL ITERA, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa cahaya tersebut kemungkinan besar berasal dari puing-puing wahana antariksa yang kembali memasuki atmosfer bumi (re-entry).

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, itu bukan berasal dari komet. Kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body (tubuh roket) atau satelit dari China,” tegas Dr. Annisa dalam keterangan resminya.

Pihak OAIL menambahkan bahwa pergerakan visual yang tertangkap dalam video amatir warga menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dengan benda langit alami. Benda langit seperti meteor atau komet biasanya memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan pola lintasan yang lebih konsisten secara periodik.

Mengapa Bukan Komet atau Meteor?

Dr. Annisa memaparkan beberapa alasan ilmiah mengapa fenomena tersebut dikategorikan sebagai sampah antariksa:

  1. Kecepatan Gerak: Benda yang terlihat di langit Lampung cenderung melaju lebih lambat dibandingkan komet atau meteoroid. Kecepatan yang melambat ini terjadi karena adanya gesekan yang sangat kuat dengan atmosfer bumi.

  2. Fragmentasi (Pecahan): Dalam video yang viral, terlihat benda tersebut pecah menjadi beberapa bagian kecil saat melintas. Ini adalah ciri khas benda buatan manusia (logam dan komponen satelit) yang hancur karena panas ekstrem saat menembus lapisan udara.

  3. Warna Cahaya: Warna biru kehijauan yang muncul sering kali merupakan hasil pembakaran material kimia atau logam tertentu yang menyusun badan roket atau satelit.

“Hujan meteor biasanya terjadi secara periodik dengan jadwal yang sudah bisa diprediksi. Sementara komet memiliki pergerakan yang sangat cepat. Fenomena kemarin menunjukkan benda yang terpecah di udara akibat gesekan atmosfer, yang identik dengan jatuhnya sampah antariksa,” jelasnya lebih lanjut.

Jalur Lintasan dan Titik Jatuh

Meskipun penampakannya sangat jelas di atas “Bumi Ruwa Jurai”, Dr. Annisa memastikan bahwa sisa-sisa puing tersebut tidak jatuh di daratan Provinsi Lampung. Berdasarkan data pemantauan, Lampung hanya menjadi salah satu wilayah yang dilintasi oleh jalur orbit benda tersebut sebelum akhirnya terbakar habis atau jatuh di lokasi lain.

Fenomena ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh warga Lampung. Sejumlah penduduk di provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Palembang juga melaporkan melihat kilatan cahaya serupa di waktu yang hampir bersamaan.

“Kalau untuk titik jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung. Kami pastikan tidak ada material yang jatuh di wilayah daratan Lampung,” pungkas Dr. Annisa.

Edukasi Literasi Antariksa bagi Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi astronomi bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, asumsi mengenai “benda jatuh dari langit” sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau bencana besar. Klarifikasi cepat dari lembaga pendidikan seperti ITERA sangat membantu dalam memberikan edukasi berbasis sains kepada publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus berkoordinasi dengan lembaga antariksa internasional untuk memastikan identitas pasti dari badan roket atau satelit China tersebut. Fenomena sampah antariksa yang jatuh ke bumi memang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global dalam beberapa tahun terakhir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • nadiem

    Nadiem Makarim Diduga Raih Keuntungan Rp809,6 Miliar dari Proyek Chromebook Kemendikbudristek 2019–2022

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, disebut menerima keuntungan mencapai Rp809,6 miliar dari proyek pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek selama periode 2019–2022. Fakta ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (16/12/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) […]

  • Mahasiswa di Jateng Didorong Berinovasi untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Pemprov Jateng Dorong Inovasi Berbasis Riset untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jawa Tengah mendorong mahasiswa berinovasi agar mampu menghadapi setiap tantangan di masa depan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyumbang ide berbasis riset dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat produktif saat ini. Hal ini dinilai bisa berdampak positif terhadap […]

  • Warga Purbalingga Jadi Korban Perampokan di Rumah, Kerugian Senilai Rp70 Juta

    Warga Purbalingga Jadi Korban Perampokan di Rumah, Kerugian Senilai Rp70 Juta

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Purbalingga, Kabarjatengterkini.com – Warga Desa Pangalusan, Kecamatan Mrebet jadi korban perampokan rumah. Akibat kejadian tersebut, perhiasan emas dan uang tunai raib, sehingga korban menderita kerugian materiil sebesar Rp70 juta. Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Siswanto menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (16/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, korban bernama Rasinah (56) […]

  • Pemkot Semarang Berkomitmen Wujudkan Pemerintah Transparan dan Akuntabel

    Pemkot Semarang Berkomitmen Wujudkan Pemerintah Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal ini ditandai dengan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Keterbukaan Informasi pada tahun 2025. Perda tersebut disahkan untuk. Hadirnya payung hukum ini diharapkan bisa meminimalisir dan mencegah penyebaran informasi hoaks sampai ke masyarakat. Tak hanya berupa Perda, Pemkot Semarang […]

  • aceh

    Krisis Tenaga Medis di Aceh, Prabowo Instruksikan Dokter Internship Turun ke Lapangan

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin segera mengerahkan dokter magang atau dokter internship untuk memperkuat pelayanan medis bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra. Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Kabinet Merah Putih yang digelar di Aceh pada Minggu malam, 7 Desember 2025. Langkah cepat ini […]

  • tni

    Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat […]

expand_less