Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Semarang Intervensi Stabilitas Harga Pangan Lewat Program “Pak Rahman”

Pemkot Semarang Intervensi Stabilitas Harga Pangan Lewat Program “Pak Rahman”

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 38

Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berusaha mengintervensi dalam mengatur ketersediaan dan stabilitas harga pangan di wilayahnya. Hal ini dilakukan dengan mencetuskan program bertajuk “Pak Rahman” atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman.

Menurut Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, isu kedaulatan pangan sering kali luput dari pembahasan dan perencanaan pemerintah daerah. Sehingga, tata niaga pangan sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar bebas.

Ia mencatat, produksi beras lokal baru mencukupi sekitar 11 persen dari kebutuhan konsumsi. Hal ini menjadi tantangan yang harus dipecahkan di daerah karena pemenuhan pangan harian masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Lahan sawah di Kota Semarang saat ini tercatat sekitar 2.000 hektare. Jumlah produksi beras lokal tersebut baru mampu mencukupi sekitar 11 sekian persen dari total kebutuhan konsumsi masyarakat, belum termasuk komoditas daging dan ayam,” kata Agustina baru-baru ini.

“Kami di pemerintahan tidak memiliki sistem pengendalian maupun penentuan harga karena kendali sepenuhnya berada di pasar,” lanjut dia.

Lebih lanjut, program “Pak Rahman” menjadi salah satu bentuk intervensi Pemkot Semarang untuk menstabilkan harga pangan, sekaligus menjaga daya beli warga.

Program ini berupa mobil pangan keliling yang digerakkan secara gotong royong oleh para pedagang untuk menjangkau ratusan titik di Kota Semarang setiap bulannya. Sistem ini disebut berakar dari kebersamaan masyarakat yang tercermin dari budaya “Warak Ngendog”.

“Efektivitas sistem gotong royong dalam pengendalian pangan tersebut sebenarnya berakar kuat dari modal sosial toleransi masyarakat Kota Semarang yang sudah terjaga ratusan tahun,” terang Agustina.

Karakter kebersamaan itu tercermin dari filosofi makhluk imajiner Warak Ngendog ciptaan para budayawan 142 tahun lalu, di mana pertemuan lintas budaya harus menghasilkan ‘telur’ atau jalan keluar yang saling menguntungkan secara ekonomi,” lanjutnya.

Agustina optimis, inovasi yang lahir dalam bentuk “Pak Rahman” ini dinilai bisa memberikan dampak makro yang signifikan. Bahkan, menempatkan Kota Semarang sebagai daerah dengan pengendalian inflasi terbaik di Jawa Tengah. (Adv)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Dorong Anak Muda Semarang Berkreasi Lewat Film Pendek untuk Suarakan Isu-isu Strategis

    Pemkot Dorong Anak Muda Semarang Berkreasi Lewat Film Pendek untuk Suarakan Isu-isu Strategis

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang senantiasa mendukung kreativitas anak muda di bidang pembuatan film. Dukungan tersebut diwujudkan dengan gelaran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa ajang ini digelar untuk menciptakan ekosistem industri kreatif, khususnya di Jawa Tengah. Selain itu, sekaligus mendorong terlahirnya insan perfilman atau […]

  • febrie

    Diperiksa 10 Jam Kasus Asabri, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tidak Ditahan

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tidak ditahan usai menjalani pemeriksaan maraton sebagai tersangka di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Jumat (17/7/2026). Pemeriksaan yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam tersebut berfokus pada dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penanganan perkara PT Asabri. Kuasa hukum Febrie […]

  • Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator

    Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersedia menampung seluruh aspirasi mantan pekerja PT Sritex. Pasalnya, ribuan massa tersebut menuntut pesangon yang belum dibayar perusahaan usai pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelumnya, Perwakilan Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Tekstil Sandang dan Kulit Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Eko Widaryanto mengatakan, sekitar 8.500-an eks karyawan belum […]

  • diet

    Lagi Diet Tapi Pengen Ngemil? Ini 8 Snack Rendah Kalori di Indomaret

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menjalani program diet bukan berarti harus menahan lapar seharian atau benar-benar menjauhi camilan. Justru, memilih snack rendah kalori yang tepat bisa membantu menjaga metabolisme tubuh dan mencegah makan berlebihan. Kabar baiknya, kamu bisa menemukan berbagai pilihan snack rendah kalori dengan mudah di Indomaret. Indomaret menyediakan banyak camilan praktis yang cocok untuk diet, mulai dari […]

  • Pendampingan UMKM Harus Dilakukan dari Hulu ke Hilir

    Pendampingan UMKM Harus Dilakukan dari Hulu ke Hilir

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) masih menjadi salah satu roda penggerak perekonomian lokal. Maka dari itu, penting peran pemerintah untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar usahanya bisa naik kelas. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin menyebutkan bahwa pendampingan harus dilakukan dari hulu ke hilir. Yakni, […]

  • purbaya

    Menkeu Purbaya Salurkan Rp 200 Triliun ke Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI untuk Perkuat Likuiditas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengalirkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dana yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ini mulai masuk ke masing-masing bank pada Jumat sore (12/9/2025). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk […]

expand_less