Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut, Kok Bisa? Ini Penjelasan Medisnya

Keseringan Duduk Terlalu Lama Bisa Bikin Otak Menyusut, Kok Bisa? Ini Penjelasan Medisnya

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 329

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Di era digital dan pekerjaan berbasis layar seperti sekarang ini, duduk berjam-jam di depan komputer sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa duduk terlalu lama ternyata bisa berdampak serius pada kesehatan otak? Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keseringan duduk tanpa diselingi aktivitas fisik bisa membuat otak menyusut, terutama di bagian yang mengatur memori.

Fakta ini tentu mengejutkan, karena selama ini kita lebih banyak mengetahui dampak duduk terlalu lama hanya pada kesehatan fisik, seperti nyeri punggung, obesitas, atau masalah jantung. Namun ternyata, otak kita juga ikut terdampak, bahkan dengan konsekuensi jangka panjang yang tidak boleh disepelekan.

Penelitian: Duduk Lama Berisiko Mengecilkan Otak

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Los Angeles (UCLA) mengamati lebih dari 1.500 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Mereka ditanyai tentang durasi duduk setiap harinya, serta menjalani pemindaian otak menggunakan MRI. Hasilnya mencengangkan: semakin lama seseorang duduk dalam sehari, semakin mengecil ukuran lobus temporal medial (MTL), yakni bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori baru.

“Temuan kami menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari (kurang gerak), seperti duduk terlalu lama, bisa menjadi faktor risiko mengecilnya struktur otak, meskipun seseorang secara keseluruhan terlihat sehat,” jelas Dr. Prabha Siddarth, penulis utama studi tersebut.

Apa Itu Lobus Temporal Medial (MTL) dan Kenapa Penting?

Lobus temporal medial (MTL) adalah bagian dari otak yang sangat penting untuk memori jangka panjang dan proses belajar. Menyusutnya bagian ini sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan gangguan kognitif lainnya. Jika bagian ini menyusut terlalu cepat, maka kemampuan mengingat, fokus, dan belajar akan terganggu.

Studi ini bahkan menekankan bahwa bahkan aktivitas fisik intens sekali pun tidak mampu sepenuhnya mengimbangi efek negatif dari duduk terlalu lama. Artinya, meskipun Anda rutin berolahraga setiap hari, tetap tidak disarankan duduk lebih dari 8 jam tanpa jeda bergerak.

Kenapa Duduk Bisa Memengaruhi Otak?

Ada beberapa penjelasan ilmiah mengapa duduk terlalu lama dapat berpengaruh pada otak:

  1. Aliran Darah ke Otak Menurun
    Saat Anda duduk dalam waktu lama, terutama dengan posisi membungkuk, aliran darah ke otak bisa berkurang. Otak yang tidak mendapat cukup oksigen dan nutrisi dalam jangka panjang dapat mengalami penyusutan.

  2. Kurangnya Aktivitas Fisik Menurunkan Neuroplastisitas
    Aktivitas fisik seperti berjalan, meregangkan tubuh, atau sekadar berdiri dapat meningkatkan produksi hormon dan senyawa otak yang berfungsi menjaga struktur otak tetap sehat. Duduk terus-menerus menghambat proses ini.

  3. Peningkatan Peradangan Sistemik
    Gaya hidup pasif bisa memicu peradangan kronis dalam tubuh, yang juga berdampak negatif terhadap jaringan otak. Peradangan berkepanjangan dapat merusak sel-sel otak dan mempercepat penuaan.

Tips Menghindari Efek Buruk Duduk Terlalu Lama

Berikut beberapa cara mengurangi dampak negatif dari duduk berkepanjangan terhadap otak:

  • Bangun setiap 30–60 menit dan lakukan peregangan ringan selama 2–5 menit.

  • Gunakan meja berdiri (standing desk) untuk bergantian duduk dan berdiri saat bekerja.

  • Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau peregangan otot setidaknya 30 menit setiap hari.

  • Minum air secara teratur agar Anda terdorong untuk sering ke toilet dan bergerak.

  • Latih otak secara mental dengan membaca, menghafal, atau bermain teka-teki untuk menjaga fungsi kognitif.

Siapa yang Berisiko?

Orang dengan profesi yang mengharuskan duduk sepanjang hari seperti pegawai kantor, editor, penulis, gamer, dan pelajar termasuk dalam kelompok yang paling rentan. Risiko akan meningkat jika gaya hidup pasif disertai pola makan tidak sehat dan kurang tidur.

Waspadai Kebiasaan Duduk Berjam-Jam

Duduk terlalu lama bukan hanya soal fisik yang kaku atau punggung pegal. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap struktur dan fungsi otak, yang bisa menyebabkan penurunan daya ingat, kesulitan konsentrasi, hingga risiko demensia. Jangan tunggu sampai terlambat—mulailah bergerak lebih sering meski hanya dalam hitungan menit.

Ingat, gerakan kecil bisa berdampak besar bagi kesehatan otak Anda.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng,

    Pemkot Semarang Gelar Kompetisi Film Pendek Skala Nasional Lewat LOFF 2026

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang menggelar ajang kompetisi pembuatan film pendek berskala nasional. Kompetisi tersebut bertajuk “Lawang Sewu Film Competition”. Kompetisi ini menjadi bagian ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 yang resmi dibuka pada awal Juni 2026. Ajang ini digelar dalam rangka merangsang pertumbuhan ekosistem industri kreatif perfilman, sekaligus regenerasi talenta kreatif. […]

  • Banjir di Kaligawe Genuk Sebabkan Kemacetan Hingga 15 Km

    Banjir di Kaligawe Genuk Sebabkan Kemacetan Hingga 15 Km

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Banjir di jalan Pantura Km 7-9, Kaligawe, Kecamatan Genuk, pada Senin (16/2/2026) pagi, menyebabkan kemacetan hingga 15 kilometer. Tak hanya itu, motor sejumlah pengendara juga dilaporkan mogok di jalan. “Yang tergenang banjir sepanjang 2 kilometer arah Demak menuju Semarang. Kemacetan di Demak sekitar 15 kilometer tadi sekitar pukul 10.15 WIB,” ungkap Kapolsek […]

  • trans7

    LPBH PBNU Laporkan Trans7 ke Bareskrim Polri Terkait Tayangan yang Diduga Menghina Pesantren Lirboyo

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) pada Kamis (16/10/2025) melaporkan stasiun televisi Trans7 ke Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan ini terkait dengan tayangan program Xpose Uncensored yang disiarkan pada 13 Oktober 2025, yang dinilai mengandung unsur ujaran kebencian serta penghinaan terhadap pesantren dan tokoh agama, […]

  • nepal

    Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela. Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka. Demo yang berlangsung pada Senin […]

  • Uji publik yang digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Bundar Kompleks BPSDM Jawa Tengah/rembangkab

    Pemkab Rembang Komitmen Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik (KIP). Hal itu ditegaskan Bupati Rembang Harno saat menjalani uji publik yang digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Bundar Kompleks BPSDM Jawa Tengah. Ia menyebut bahwa komitmen Pemkab Rembang mengenai keterbukaan informasi telah tertuang jelas dalam RPJMD 2025–2029 dengan […]

  • kesehatan

    Lebih dari Sekadar Pijat, Ini 7 Khasiat Hebat Daun Jarak untuk Kesehatan

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Daun jarak telah lama dikenal di masyarakat Indonesia sebagai bahan alami untuk terapi pijat, terutama dalam meredakan perut kembung pada bayi dan balita. Namun, siapa sangka, manfaat daun jarak bagi kesehatan ternyata jauh lebih luas dari sekadar untuk pijat. Tanaman jarak (Ricinus communis) adalah jenis tanaman herbal tropis yang daunnya mengandung berbagai senyawa aktif. […]

expand_less