Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
  • visibility 263

Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan langka menggugah dunia konservasi laut. Seekor hiu angelshark (Squatina squatina), salah satu spesies hiu paling langka di dunia yang kini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah, terekam kamera bawah laut di Teluk Cardigan, Wales. Rekaman ini mengejutkan para ilmuwan yang tergabung dalam proyek Dolphin Diet Detectives yang diprakarsai oleh Wildlife Trust of South & West Wales (WTSWW).

Hiu angelshark, yang tampak seperti gabungan antara ikan pari dan hiu, sebelumnya belum pernah terdeteksi di Teluk Cardigan sejak 2021. Kabar kemunculan kembali predator bawah laut ini sontak menjadi perhatian global, karena menandai harapan akan keberhasilan konservasi laut di tengah maraknya ancaman aktivitas manusia.

Angelshark, Spesies Hiu yang Hampir Punah

Angelshark adalah salah satu spesies hiu dasar laut yang dahulu tersebar luas di sepanjang pesisir Eropa hingga Afrika Utara. Di masa lalu, penampakan hiu ini di perairan Inggris, termasuk Wales, merupakan hal yang biasa. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi angelshark menyusut drastis lebih dari 80% dalam waktu 45 tahun. Hal ini menyebabkan angelshark masuk dalam daftar spesies sangat terancam punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Menurut Dr. Sarah Perry, Manajer Konservasi dan Riset Laut di WTSWW, penampakan ini merupakan momen yang sangat langka dan menggembirakan.

“Kami sangat senang bisa merekam angelshark di Teluk Cardigan. Ini perjumpaan yang sangat langka dan mengasyikkan,” ujar Perry. “Sebelum proyek ini dimulai, angelshark belum pernah terekam di kawasan ini sejak tahun 2021.”

Bukan Tujuan Utama, Tapi Jadi Temuan Berharga

Kamera bawah laut yang merekam angelshark sebenarnya dipasang bukan untuk meneliti hiu. Alat tersebut merupakan bagian dari proyek Dolphin Diet Detectives, yang bertujuan meneliti pola makan lumba-lumba di Teluk Cardigan serta memetakan keanekaragaman hayati bawah laut.

Namun, keberhasilan menangkap penampakan angelshark menjadi bukti kuat bahwa ekosistem laut di kawasan tersebut masih menyimpan kehidupan yang luar biasa, meskipun berada di bawah tekanan besar akibat aktivitas manusia.

Ancaman Serius: Pukat Hela Dasar

Salah satu penyebab utama anjloknya populasi angelshark adalah praktik penangkapan ikan menggunakan pukat hela dasar (bottom trawling). Metode ini menyeret jaring besar di sepanjang dasar laut, menghancurkan habitat dan menangkap berbagai makhluk laut, termasuk angelshark yang hidup di dasar perairan.

Pukat hela dasar telah lama dikritik sebagai metode tangkap yang tidak ramah lingkungan. Dalam film dokumenter OCEAN karya Sir David Attenborough, diperlihatkan bagaimana alat tangkap ini mengacak-acak dasar laut dan memaksa berbagai spesies seperti pari dan cumi-cumi melarikan diri dari kehancuran habitat mereka.

“Dampaknya setara dengan menggunduli hutan hujan Amazon,” ujar Toby Nowlan, sutradara film dokumenter tersebut. “Namun karena kerusakan terjadi di bawah laut dan tidak terlihat langsung, banyak orang tidak menyadari betapa besar ancamannya.”

Momentum untuk Perubahan

Penampakan angelshark ini terjadi di momen yang sangat krusial. Saat ini, Parlemen Wales (Senedd) dan pemerintah Inggris tengah membahas kebijakan larangan penggunaan pukat hela dasar di kawasan konservasi laut.

“Kamera bawah laut dalam proyek Dolphin Diet Detectives membuktikan bahwa dasar laut kita penuh kehidupan luar biasa,” jelas Perry. “Temuan ini menegaskan pentingnya melindungi habitat rapuh ini dari praktik yang merusak seperti pukat hela dasar.”

Jika diterapkan, larangan ini bisa menjadi langkah penting dalam menyelamatkan angelshark dan spesies laut lainnya yang bergantung pada ekosistem dasar laut.

Harapan dari Dasar Laut

Kemunculan kembali angelshark menjadi simbol perlawanan dan harapan di tengah krisis ekologi laut global. Spesies yang sempat nyaris tak terlihat kini hadir kembali, menunjukkan bahwa dengan perlindungan yang tepat, kehidupan bawah laut bisa pulih.

Bagi banyak ilmuwan dan pemerhati lingkungan, ini menjadi panggilan untuk meningkatkan upaya konservasi, menghentikan praktik tangkap yang merusak, dan menjaga kekayaan laut untuk generasi mendatang.

Penampakan langka angelshark di Teluk Cardigan bukan hanya kabar menggembirakan bagi dunia ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi bukti penting bahwa ekosistem laut masih memiliki harapan jika dikelola dengan benar. Kini saatnya pemerintah dan masyarakat dunia bertindak nyata dalam melindungi laut dari praktik destruktif seperti pukat hela dasar, agar spesies langka seperti angelshark tidak benar-benar punah.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir di Kaligawe Genuk Sebabkan Kemacetan Hingga 15 Km

    Banjir di Kaligawe Genuk Sebabkan Kemacetan Hingga 15 Km

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Banjir di jalan Pantura Km 7-9, Kaligawe, Kecamatan Genuk, pada Senin (16/2/2026) pagi, menyebabkan kemacetan hingga 15 kilometer. Tak hanya itu, motor sejumlah pengendara juga dilaporkan mogok di jalan. “Yang tergenang banjir sepanjang 2 kilometer arah Demak menuju Semarang. Kemacetan di Demak sekitar 15 kilometer tadi sekitar pukul 10.15 WIB,” ungkap Kapolsek […]

  • Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan “Gemar Makan Ikan” dengan Upaya Berikut

    Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan “Gemar Makan Ikan” dengan Upaya Berikut

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencarkan program “Gemarikan” atau “Gemar Makan Ikan” di tengah masyarakat. Pasalnya, ikan merupakan salah satu makanan sumber protein yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi terus mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai salah satu sumber pangan utama. Menurutnya, tak hanya sebagai upaya menciptakan generasi […]

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

    Antisipasi Kemacetan, Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Bakal Difungsikan Jelang Lebaran

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jalan tol Bawen-Yogyakarta untuk ruas Bawen-Ambarawa bakal difungsikan saat arus mudik di momen Lebaran mendatang. Dengan demikian, masyarakat yang hendak mudik melewati jalur tersebut bisa keluar dari pintu tol Ambarawa. Pembukaan jalur tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan di pintu tol Bawen. “Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen,” kata […]

  • Foto : Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Kunjungan Wisatawan ke Rembang Tembus 1 Juta Lebih, Pantai Karangjahe Jadi Primadona

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tembus 1.897.720 orang, Pantai Karangjahe masih menjadi primadona. Angka itu tercatat selama periode Januari hingga Oktober 2025. Angka itu dimungkinkan masih bisa naik hingga akhir tahun nanti. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin mengatakan bahwa 1.897.720 orang itu berdasarkan […]

  • Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Salah Satu Titik Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Kearifan Lokal

    Kawasan Produksi Widuri Pegandon Kendal Jadi Titik Pengembangan Ekonomi Desa Berbasis Potensi Kearifan Lokal

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kawasan Produksi Widuri Pegandon di Desa Wonosari, Pengadon, Kendal menjadi salah satu titik pengembangan ekonomi desa berbasis potensi kearifan lokal. Salah satunya sebagai percontohan program Aktivasi 1.001 Titik Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan. Ini turut mendukung program Pemprov Jateng dalam menumbuhkan ekonomi dengan algomerasi wilayah. Pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan penguatan […]

  • Pemprov Jateng Dorong Layanan Konseling Gratis Demi Cegah Perilaku LGBTQ

    Pemprov Jateng Dorong Layanan Konseling Gratis Demi Cegah Perilaku LGBTQ

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bakal memperkuat pencegahan budaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya melalui edukasi sejak dini hingga layanan konseling. “Dinas terkait kita perintahkan untuk betul-betul melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan. Jadi pencegahan itu harus sejak dini,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu (8/7/2026). Konseling tersebut bisa dilakukan lewat […]

expand_less