Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel Berawal dari Kegelisahan

Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel Berawal dari Kegelisahan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • visibility 118

 

Klaten, Kabarjatengterkini.com – Pengarajin lurik di Desa Karangasem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten berinovasi dengan membuat alat tenun bukan mesin portabel. Alat itu disebut satu-satunya di Kabupaten Klaten.

Inovasi tersebut turut diapresiasi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan meminta perangkat desa terus melakukan pendampingan. Menurutnya, terobosan alat tenun portabel itu bisa memperkuat industri lurik yang menjadi produk unggulan Kabupaten Klaten.

“Ini baru satu-satunya di Klaten,” ujarnya baru-baru ini.

“Kami minta dinas terkait untuk terus memberikan pendampingan,” lanjut dia.

Menurut informasi, alat tenun portabel tersebut merupakan hasil inovasi Suyatmi dan suaminya yang merupakan perajin lurik asal Dusun Namengan, Desa Karangasem.

Ide membuat alat tenun bukan mesin portabel muncul berasal dari kegelisahan minimnya anak muda yang berminat melanjutkan tradisi menenun lurik di daerahnya. Maka dari itu, dia ingin membuat alat yang ringan, sederhana, dan mudah digunakan.

“Anak-anak muda kurang berminat menenun lurik karena penggunaan ATBM cukup berat. Dengan versi portabel ini, proses menenun menjadi lebih mudah,” jelas Suyatmi.

Jika ATBM konvensional memerlukan gerakan tangan dan kaki sekaligus, versi portabel cukup dioperasikan dengan tangan saja. Selain itu, alat yang terbuat dari kayu ini lebih ringkas dan mudah dipindahkan.

“Bahkan lebih mudah digunakan khususnya motif-motif tenun yang lebih rumit. Di beberapa kesempatan juga saya bawa untuk pameran. Jadi langsung bisa memperlihatkan bagaimana proses produknya dibuat,” tutur Suyatmi.

Saat ini, ia masih mengembangkan desain ATBM portabel dengan berbagai ukuran, mulai dari 30 sentimeter untuk membuat syal. Serta, ukuran 60 sampai 100 sentimeter, sesuai kebutuhan pengguna. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • manusia purba

    Temuan Mengejutkan: Manusia Purba Sudah Tinggal di Sulawesi Sejak 1,5 Juta Tahun Lalu

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Selama ini, Pulau Flores dikenal sebagai rumah bagi spesies manusia purba berpostur mungil yang dijuluki Hobbit, atau secara ilmiah dikenal sebagai Homo floresiensis. Namun, sebuah penemuan arkeologi terbaru di Sulawesi mengguncang pemahaman lama tentang jejak awal migrasi manusia purba di kawasan Asia Tenggara. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature mengungkap bahwa manusia […]

  • Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    Gubernur Jateng Usulkan Pengelolaan Dana Desa Harus Didampingi Aparatur Negara

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 95
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi soroti sejumlah kasus korupsi dana desa di sejumlah daerah. Menurutnya, hal ini rentan terjadi karena minimnya pengawasan dan sifatnya yang swakelola. Maka dari itu, pihaknya mengusulkan adanya pendampingan oleh aparat, misalnya pihak Kejaksaan atau Kepolisian dalam pengelolaan dana desa. Hal ini dilakukan guna meningkatkan transparansi dan monitoring, […]

  • Wali Kota Solo Respati Ardi

    Pemkot Solo Buka Suara Soal Suksesi di Lingkungan Keraton

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Solo buka suara soal polemik di lingkungan keraton mengenai pewaris takhta Pakubuwono XIV. Pasalnya, kedua putra mahkota sama-sama mengukuhkan diri sebagai calon Raja Keraton Kasunanan Surakarta di masa depan. Menurut Wali Kota Solo Respati Ardi, proses suksesi tersebut menjadi urusan internal keraton. Sementara, pemerintah daerah hanya berkewajiban untuk menjaga ketertiban dan […]

  • rembang

    2.414 Warga di Kabupaten Rembang Telah Memanfaatkan Program Speling

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Program dokter spesialis keliling (Speling) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di Kabupaten Rembang telah menjangkau ribuan warga. “Speling ini programnya Pak Gubernur Jawa Tengah dalam rangka untuk pendekatan kualitas layanan mengadakan layanan spesialis keliling,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Ali Syofii, belum lama ini. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan […]

  • Bupati Pati Sudewo

    Bupati Pati Bentuk ‘Tim 8’ Berisi Orang Kepercayaan, Diduga untuk Peras Calon Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bupati Pati Sudewo disebut membentuk ‘Tim 8’ yang beranggotakan orang-orang kepercayaannya untuk memeras Calon Perangkat Desa (Caperdes) terkait rencana pengisian perangkat desa tahun 2026. Berdasarkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sudewo membentuk tim khusus yang terdiri dari tim suksesnya, serta sejumlah kepala desa di masing-masing kecamatan dengan dalih menjadi koordinator kecamatan (Korcam) pada […]

  • Dampak Banjir dan Tanah Longsor Kian Parah, 7 Bupati di Aceh Angkat Tangan

    Dampak Banjir dan Tanah Longsor Kian Parah, 7 Bupati di Aceh Angkat Tangan

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tujuh bupati di Provinsi Aceh menyatakan ketidakmampuan menangani dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Pernyataan tersebut bahkan telah disampaikan langsung dari Pemprov Aceh kepada pemerintah pusat. Tujuh kabupaten tersebut memiliki permasalahan serupa, yakni kerusakan infrastruktur parah, akses transportasi darat terputus, dan minimnya anggaran penanggulangan bencana. Kondisi pengungsian semakin […]

expand_less