KPK Sita 3 Motor Mewah dari Rumah Orang Dekat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sab, 1 Agu 2026
- visibility 13

Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggeber serangkaian penyidikan intensif pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengguncang Kabupaten Pemalang.
Terbaru, tim penyidik lembaga antirasuah tersebut berhasil menyita sebanyak tiga unit sepeda motor mewah dari kediaman orang dekat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, yaitu Mohamad Haris alias Gus Haris.
Rumah mewah milik Gus Haris yang digeledah oleh penyidik KPK berlokasi di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Pemalang. Penggeledahan yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) ini menjadi sorotan publik luas, mengingat kasus korupsi dan pemerasan yang menjerat kepala daerah tersebut melibatkan berbagai klaster perkara yang kompleks, termasuk dugaan keterlibatan oknum internal KPK itu sendiri.
Kronologi Penggeledahan Rumah Gus Haris di Pemalang
Proses penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di Desa Banyumudal berlangsung cukup lama dan menyita perhatian warga sekitar. Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga setempat bernama Fery Riyan (29), rombongan kendaraan yang membawa aparat penegak hukum tiba di lokasi sejak pagi hari dengan pengawalan yang sangat ketat.
“Kurang lebih pukul 08.42 WIB ada enam mobil KPK masuk ke Jalan Belimbing, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga. Selain kendaraan KPK, ada juga mobil kepolisian yang mengawal,” ujar Fery saat memberikan keterangan kepada para awak media pada Jumat.
Menurut pengamatannya, proses penggeledahan di rumah orang dekat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tersebut memakan waktu sekitar tiga jam lamanya. Selama pemeriksaan berlangsung, sejumlah penyidik terlihat keluar masuk area rumah untuk mencari serta mengamankan berbagai dokumen penting maupun barang bukti lain yang diduga kuat berkaitan langsung dengan perkara tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.
KPK Angkut Harley-Davidson dan Honda CRF Menggunakan Mobil Towing
Setelah proses penggeledahan dan penyisiran ruangan selesai dilakukan, tim penyidik KPK keluar dengan membawa sejumlah barang bukti fisik yang krusial. Di antara barang-barang yang disita, tiga unit sepeda motor mewah menjadi pusat perhatian utama. Kendaraan-kendaraan tersebut bahkan telah dipasangi segel resmi KPK sebelum akhirnya diangkut menggunakan kendaraan towing khusus.
Fery menyebutkan bahwa kendaraan mewah yang diangkut dari kediaman Gus Haris terdiri atas dua unit motor gede (moge) merek Harley-Davidson dan satu unit motor trail merek Honda CRF. Hingga proses pengangkutan selesai dan rombongan meninggalkan lokasi, warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara pasti ke mana kendaraan-kendaraan mewah tersebut dibawa oleh tim penyidik.
Dua Klaster Perkara dan Penetapan Empat Tersangka
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah mengumumkan penetapan empat orang tersangka dalam kasus yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro pada Kamis (30/7/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan dalam keterangan persnya di Gedung Merah Putih, Jakarta, bahwa perkara ini telah resmi naik ke tahap penyidikan dengan pembagian dua klaster utama.
“Bahwa atas perkara tersebut tadi malam telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa atas perkara ini naik ke tahap penyidikan untuk dua klaster perkara. Atas dua klaster penyidikan tersebut berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah, penyidik kemudian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka,” ujar Budi Prasetyo, Kamis (30/7/2026).
Rincian Dua Klaster Perkara Korupsi Pemalang:
-
Klaster Pertama: Kasus dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terhadap para bawahannya (perangkat daerah) serta pihak swasta di lingkungan Pemkab Pemalang.
-
Klaster Kedua: Kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum internal KPK terhadap Bupati Pemalang yang terjaring dalam pusaran perkara yang sama.
Keterlibatan Oknum Staf Administrasi KPK dan Profil Tersangka
Salah satu fakta paling mengejutkan dalam penyidikan kasus korupsi Pemkab Pemalang ini adalah terungkapnya keterlibatan oknum internal KPK. Budi Prasetyo membenarkan bahwa salah satu dari empat tersangka merupakan staf administrasi di lembaga antirasuah tersebut yang berasal dari instansi kepolisian.
“Yang bersangkutan merupakan staf administrasi pada Komisi Pemberantasan KPK yang benar merupakan perbantuan ya dari instansi Kepolisian,” ucap Budi menegaskan.
Secara keseluruhan, berikut adalah daftar empat tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang:
-
Anom Widiyantoro (Bupati Pemalang)
-
Mohamad Haris alias Gus Haris (Orang kepercayaan atau orang dekat Bupati)
-
Lilik Budi Suprianto (Pihak swasta / ayah dari Setya Budi Dias)
-
Setya Budi Dias (Staf Administrasi KPK / unsur perbantuan Polri)
Keempat tersangka yang terjaring dalam OTT sejak Selasa (28/7/2026) ini kini telah resmi ditahan oleh KPK. Penahanan dilakukan untuk 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 30 Juli sampai dengan 18 Agustus 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK guna kepentingan pengembangan penyidikan lebih lanjut.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

