Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
  • visibility 218

Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai nama pengganti Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Bahkan, Purbaya berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar posisi Wamenkeu tersebut tidak diisi kembali, dan semua tugas langsung dipegang olehnya.

Hal ini diungkapkan Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (29/9). “Tapi kan kalau sekarang Pak Anggito pergi kan, mungkin Wamenkeu baru nggak ada kali ya? Saya akan ngusulin, saya aja yang megang dua-duanya, pajak sama bea cukai,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa gagasan ini bertujuan agar pengurusan tugas-tugas seperti pajak dan bea cukai bisa lebih cepat diselesaikan langsung. “Biar kita bisa beresin langsung cepat, gitu. Baru mau ngusulin ya,” imbuhnya.

Konteks: Anggito Abimanyu Kini Ketua LPS

Sebelumnya, Anggito Abimanyu resmi meninggalkan jabatan Wamenkeu karena terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030. Keputusan tersebut diambil melalui proses fit and proper test di Komisi XI DPR RI dan penetapan dalam rapat paripurna.

Purbaya sendiri menyebut bahwa proses pengunduran diri Anggito dari jabatan Wamenkeu sudah berjalan otomatis karena aturan larangan rangkap jabatan pejabat negara yang strategis.

Anggito pun telah menyatakan kesiapan untuk mengembalikan mandat jabatan Wamenkeu kepada Presiden.

Saat ini, Purbaya masih dibantu oleh dua Wamenkeu lainnya: Suahasil Nazara, yang berfokus pada belanja negara (fiskal), dan Thomas Djiwandono, yang menangani pembiayaan APBN.

Dengan keluarnya Anggito dari fungsi penerimaan negara yaitu pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)—maka beban fungsi tersebut bisa berpindah ke Purbaya atau dibagi di antara mereka.

Alasan dan Pro & Kontra Usulan Tanpa Wamenkeu

Menurut Purbaya, jika tidak ada Wamenkeu pengganti, maka koordinasi tugas-tugas di dalam Kemenkeu terutama di bidang penerimaan bisa diselesaikan lebih langsung tanpa lapisan tambahan. Ia menyebut, “Baru mau ngusulin ya,” menandakan ide ini masih dalam tahap wacana internal.

Jika usulan ini disetujui presiden, maka Purbaya akan mengemban peranan yang sangat luas—mengurus fungsi fiskal sekaligus penerimaan negara. Di sisi lain, absennya posisi Wamenkeu untuk penerimaan juga bisa memicu kekhawatiran mengenai beban kerja berlebih, efektivitas pengawasan, dan potensi bottleneck dalam proses kebijakan.

Selain itu, Purbaya memastikan bahwa hingga sekarang belum ada diskusi intensif mengenai pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) sebagai lembaga baru yang memisahkan fungsi penerimaan negara (pajak, bea cukai, PNBP) dari struktur Kemenkeu. “Sampai sekarang saya belum ada diskusi dan saya nggak tau seperti apa,” ujarnya.

Implikasi Terhadap Kebijakan Fiskal dan Administrasi

Jika ide ini benar-benar dijalankan, beberapa dampak yang mungkin terjadi:

  1. Efisiensi keputusan kebijakan
    Tanpa jabatan Wamenkeu tambahan, keputusan penting bisa diambil lebih cepat karena tidak harus melewati banyak jenjang. Ini bisa meningkatkan responsivitas Kemenkeu terhadap isu penerimaan negara.
  2. Beban kerja yang meningkat
    Menkeu akan menanggung beban lebih besar, harus mengurus secara langsung bidang pengeluaran, fiskal, serta penerimaan. Hal ini bisa menyebabkan tekanan manajerial dan administratif yang tinggi.
  3. Resiko lemahnya pengawasan internal
    Tanpa Wamenkeu khusus penerimaan, fungsi audit internal, pengawasan, dan kontrol terhadap kebijakan pengumpulan pajak atau bea cukai harus dijamin agar tidak menimbulkan konflik kepentingan atau kelalaian.
  4. Dampak terhadap staf dan birokrasi
    Struktur birokrasi internal di Kemenkeu mungkin harus disesuaikan agar memiliki pembagian tugas yang jelas dan mempertahankan spesialisasi fungsi penerimaan negara.

Perjalanan Karier dan Struktural

Purbaya Yudhi Sadewa sendiri pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS sebelum dilantik menjadi Menkeu menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025. Dengan pengalaman tersebut, Purbaya dianggap memiliki pemahaman mendalam atas fungsi lembaga keuangan dan sistem jaminan simpanan.

Sebelumnya, ketika Anggito mencalonkan diri sebagai Ketua LPS, Purbaya sempat menyiratkan dukungan terhadap langkah tersebut.

Tantangan Ke Depan

Usulan untuk tidak mengganti posisi Wamenkeu penerimaan harus melewati pertimbangan matang dari Presiden dan stakeholder terkait, antara lain: DPR, aparat pengawasan, dan internal Kemenkeu. Pembuatan regulasi khusus, evaluasi kapasitas organisasi, serta jaminan transparansi menjadi hal krusial.

Publik dan pengamat keuangan akan mengamati apakah ide ini akan diresmikan atau kembali ke model konvensional dengan Wamenkeu yang membagi tugas sesuai spesialisasi.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinarpus Rembang Upayakan Penguatan Literasi melalui Bedah Buku KH. Baidlowi

    Dinarpus Rembang Upayakan Penguatan Literasi melalui Bedah Buku KH. Baidlowi

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Rembang terus mengupayakan penguatan literasi dan pengenalan tokoh lokal, salah satu caranya melalui gelaran bedah buku “KH. Baidlowi Lasem: Pencetus Gelar Soekarno Huwa Waliyyul Amri adh-Dhoruri bisy-Syaukah”. Acara yang digelar di Aula Perpustakaan Daerah Rembang bersama sebanyak 78 peserta tersebut menghadirkan penulis bukunya yang bernama K. […]

  • Camat di Boyolali yang Kirim Video Syur ke Eks Karyawan Akhirnya Dicopot

    Camat di Boyolali yang Kirim Video Syur ke Eks Karyawan Akhirnya Dicopot

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Boyolali, Kabarjatengterkini.com – Camat di Boyolali yang kedapatan mengirim video syur ke mantan karyawannya akhirnya dicopot dari jabatannya. Keputusan ini telah disetujui oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, per 13 Juli 2026. “Ini sikap Bapak Bupati, bahwa yang bersangkutan (oknum Camat) kita periksa hari ini, sekaligus per hari ini tanggal 13 Juli (2026) kita lakukan pemberhentian […]

  • wanita

    Fakta Mengejutkan: 40% Wanita di Atas 40 Tahun Alami Insomnia, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Insomnia bukan sekadar kesulitan tidur sesaat. Bagi sebagian besar wanita, terutama yang berusia di atas 40 tahun, gangguan tidur ini menjadi masalah kronis yang memengaruhi kualitas hidup secara signifikan. Berdasarkan data dan riset kesehatan terbaru, tercatat sekitar 40% wanita berusia 40 tahun ke atas mengalami insomnia dalam berbagai bentuk. Ini adalah angka yang mencengangkan […]

  • Pelaku Penculikan Ibu-Anak Ditangkap, Berawal dari Utang Tak Tertagih

    Pelaku Penculikan Ibu-Anak Ditangkap, Berawal dari Utang Tak Tertagih

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Magelang, Kabarjatengterkini.com – Empat pelaku penculikan ibu-anak di Magelang ditangkap polisi. Mereka merupakan debt collector yang gagal menagih utang, sehingga nekat menculik para korban yang masih memiliki ikatan dengan debitur. Kapolresta Magelang, Kombes Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar membenarkan penangkapan pada hari Jumat (5/12/2025) pukul 02.00 WIB di Sleman. Keempat pelaku adalah JUR alias Jek (33), […]

  • Heboh Dugaan Bullying PPDS Unsri Diminta Biayai Clubbing Hingga Skincare, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    Junior PPDS Unsri Diduga Dimintai Biaya Clubbing Hingga Skincare oleh Senior, Kemenkes: Ini Kasus Lama

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang junior program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijawa (Unsri), Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut informasi yang beredar, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri. Adapun dugaan perundungan dilakukan dengan modus meminta uang tunai kepada junior untuk memenuhi gaya hidup senior, termasuk uang clubbing, olahraga, skincare, tiket konser, biaya […]

  • bisa

    Bagaimana Merokok Bisa Memicu Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasannya!

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Disfungsi ereksi (DE) atau impotensi adalah masalah seksual yang cukup umum terjadi pada pria, terutama yang berusia di atas 40 tahun. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan merokok bisa menjadi salah satu penyebab utama dari gangguan ini? Tidak sedikit pria yang masih menganggap enteng efek merokok terhadap kesehatan seksual. Padahal, hubungan antara merokok dan […]

expand_less