Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Viral Video Diduga Mesum di Gunung Prau, Porter Ingatkan Pendaki Jaga Etika

Viral Video Diduga Mesum di Gunung Prau, Porter Ingatkan Pendaki Jaga Etika

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 16

Kabarjatengterkini.comVideo yang memperlihatkan sepasang pendaki diduga melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, viral di media sosial. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang menampilkan seorang pria dan perempuan di jalur pendakian beredar luas.

Dalam video tersebut, pasangan pendaki itu terlihat berada di kawasan perbukitan yang masih termasuk jalur pendakian Gunung Prau via Dieng. Keduanya tampak berdekatan dan berpelukan dalam posisi berbaring di area terbuka.

Video tersebut diketahui direkam pada Sabtu (29/8/2026). Setelah itu, rekaman beredar di sejumlah platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Salah seorang porter Gunung Prau, Fajar Fata, membenarkan bahwa lokasi yang terlihat dalam video memang berada di jalur pendakian Gunung Prau via Dieng.

“Itu di jalur Dieng. Jadi di lokasinya itu di bawah puncak Dieng. Jadi puncak Dieng turun, ada bukit. Nah, di sebelah situ di perbukitan,” kata Fajar, Rabu (2/9/2026).

Porter Gunung Prau Sayangkan Video Viral

Fajar menyayangkan tindakan pasangan pendaki tersebut hingga akhirnya menjadi perhatian publik dan menimbulkan kegaduhan di media sosial.

Menurut dia, kawasan Gunung Prau seharusnya menjadi tempat bagi masyarakat dan pendaki untuk menikmati panorama alam, bukan lokasi untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan maupun melanggar norma kesopanan.

“Untuk saya sendiri sebagai porter, saya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena membuat gaduh dan viral. Alam yang seharusnya bisa dinikmati keindahannya menjadi tercemar oleh kejadian tersebut,” ujar Fajar.

Gunung Prau selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan pendakian populer di Jawa Tengah. Jalur via Dieng menjadi salah satu akses yang banyak digunakan pendaki karena menawarkan panorama alam yang menarik.

Namun, meningkatnya aktivitas pendakian juga perlu diimbangi dengan kesadaran setiap pengunjung untuk menjaga perilaku, kebersihan, serta kenyamanan bersama.

Pendaki Diminta Mengutamakan Etika

Fajar mengingatkan seluruh pendaki agar tidak melupakan tujuan utama melakukan perjalanan ke Gunung Prau, yakni menikmati keindahan alam sekaligus menjaga kelestariannya.

Menurutnya, setiap orang yang berada di kawasan gunung harus memiliki kesadaran bahwa tempat tersebut merupakan ruang publik yang digunakan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang.

“Bijaklah sebagai pendaki. Kalau bisa ingat tujuan untuk naik gunung. Kita hanya untuk menikmati keindahan alam yang ada di gunung, khususnya di Prau,” katanya.

Fajar juga menegaskan bahwa pendaki tetap bebas mengabadikan perjalanan mereka melalui foto maupun video. Akan tetapi, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab.

Ia meminta pendaki tidak meninggalkan sampah, merusak lingkungan, ataupun melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu pendaki lainnya.

“Foto boleh, tetapi jangan sampai meninggalkan sampah. Jangan melakukan hal-hal mesum seperti video yang viral kemarin,” ujarnya.

Gunung Prau Merupakan Ruang Bersama

Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa para pendaki yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan Gunung Prau pada dasarnya telah diberikan pemahaman mengenai aturan dan etika selama berada di jalur pendakian.

Aturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga mencakup kewajiban menjaga kebersihan lingkungan, menghormati pendaki lain, serta menjaga sikap dan norma kesopanan.

Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kawasan Gunung Prau. Para pendaki diharapkan dapat lebih bijak dalam menjaga perilaku, terutama ketika berada di lokasi yang terbuka dan dapat diakses oleh banyak orang.

Fajar menilai, menjaga etika saat mendaki sama pentingnya dengan menjaga kelestarian alam. Sebab, pengalaman menikmati gunung bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga bagaimana setiap pendaki dapat menghormati lingkungan dan orang lain.

“Gunung bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang bersama. Jadi, kita harus saling menghormati,” kata dia.

Viralnya video dugaan tindakan mesum di Gunung Prau tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para pendaki untuk tetap menjaga etika selama berada di alam terbuka. Kebebasan menikmati pemandangan dan mengabadikan perjalanan hendaknya tidak mengesampingkan norma kesopanan, kenyamanan pengunjung lain, serta kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, kawasan Gunung Prau tetap dapat menjadi destinasi pendakian yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pendaki.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2026, Pemkot Semarang Perluas Program Beasiswa Pendidikan

    Tahun 2026, Pemkot Semarang Perluas Program Beasiswa Pendidikan

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pendidikan merupakan salah satu pondasi untuk memajukan bangsa di masa depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut menyusun program unggulan “Semarang Cerdas” dalam rangka mendukung cita-cita tersebut. Melalui program “Semarang Cerdas”, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal memperluas program beasiswa bagi siswa maupun mahasiswa. Pada tahun 2026, pihaknya menargetkan sebanyak 13 ribu lebih siswa […]

  • Respon Pihak PB XIV Purbaya Terkait Fadli Zon Masuk ke Panggung Sanggabuwan

    Respon Pihak PB XIV Purbaya Terkait Fadli Zon Masuk ke Panggung Sanggabuwan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kunjungan Kementerian Kebudayaan bersama Pakubuwono XIV Mangkubumi ke Panggung Sanggabuwan mengundang polemik. Saat kunjungan tersebut, keduanya diketahui masuk ke dalam bangunan itu. Pengageng Sasana Wilapa dari pihak Pakubuwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan, Panggung Sanggabuwani merupakan salah satu tempat yang sakral. Artinya, tidak sembarang orang bisa masuk ke menara tersebut tanpa […]

  • Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tanah longsor yang terjadi di wilayah lereng Gunung Slamet disebut bukan disebabkan oleh aktivitas pertambangan, melainkan cuaca ekstrem. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, longsor dipicu curah hujan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Hal ini menyebabkan tanah jenuh air, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan di […]

  • BSU

    Realisasi Pencairan BSU 2025 di Jateng Capai 69,2 Persen

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Realisasi pencairan bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 untuk pekerja di Jawa Tengah mencapai 69,2 persen. Artinya, dana tersebut telah diterima 436.986 orang dari total 631.569 penerima manfaat. Adapun besaran BSU yang sudah bisa dicairkan oleh masing-masing penerima senilai Rp600.000 untuk dua bulan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berpesan agar uang tersebut digunakan […]

  • Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, beberkan sejumlah inovasi di tingkat OPD guna mendukung kesejahteraan. Inovasi-inovasi tersebut ada di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga teknologi. Adapun inovasi di bidang pertanian yang menjadi kekuatan utama, sesuai dengan slogan Pati Bumi Mina Tani, adalah program 10 ton per hektare. Risma menyampaikan bahwa […]

  • Banyak Laporan Warga Tentang Tingkat Desil Tidak Sesuai Kondisi Riil

    Banyak Laporan Warga Tentang Tingkat Desil Tidak Sesuai Kondisi Riil

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Banyak warga Jawa Tengah (Jateng) mengadu soal pengelompokan data kesejahteraan masyarakat atau desil yang tidak sesuai kondisi riil. Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jateng, Isriadi Widodo, mengatakan bahwa sudah banyak laporan yang diterima mengenai hal tersebut. Ia mengatakan, permasalahan peringkat desil merupakan hal yang kompleks dan penentuannya ada di tingkat pusat. “Memang cukup […]

expand_less