Viral Video Diduga Mesum di Gunung Prau, Porter Ingatkan Pendaki Jaga Etika
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 16

Signature: 4Ta+i81sxFldVcEUnwN2TaipNcTpxq3pRD8RfFTZwh6mP66mNfXzgSFv/sQk3K6CQdAT07NcszhPr05WUknSdJpdvlDaBvLZkKD45Qcbmj6euKED2hrxl1WT3goFzhpJwcS1BixpVIBK52Bp45sIkTeep84jfoYuhPuaBP34h7lfclahAkAesn2D7QChbRAy8KicnL2Wu6JdhGH3+whmifEocoHfH+0W1Dh/efhGJd5cMtU2FbttvzOQsVH5lKhKM2qFoIrfs+tiUlQB+Kzi7R99qHWk02LFA/cFibnjhCBJCEQVfb72EByWPKxXUwQUUtAmjtSOGMsS0XL/AOPfUgdV3BQA3QQjtvyRx64l+xoZ7mFaMFY10gUqj4DonYC5QyHt1CoQ4blJuzPEP2v4hSrZzfUnL3sM5ScWsKPYu09L0uHr4Sd8nqGjQlBcKVhAmmvgiUFzmUC43ue1H9kg1CUd1NTAZuWcH4/w9c3qxy4O4NRxSErRwF3aBBnE5lURBxzHMP2WBsls2BELwVB7t1dq6v5AZme7gszWtInDtvS9PVR3uGc/jwdw7rAIA0CtWMsLfjof0Zp5QYhBHQl+8lRUouvshjy5LN7OduEIUsFoMBmJT8Ufl8Um7vHXMX4N5kw+NkM40SaQMwXQxQ2oVgauM2KmdCcTCOmazuFvJZfB4hJ3ki2pbrnNa1r79zRRrEpjCygXbqtxAg+st3ENpDYw6znN5TAddlQDktHJySKOTxC8fuPtJFhUa486gozl6gT/qTy0d6vm6EOyDBsVLfL4EIWkM44aFb9CYFAwFQ4MHRrBZ2Wn656DSh/y1wdLrmWvE292zHa7h51n2yzSjEIzMav1k+aVj/R7LMcCro3sfRwtxBhUUkXw8BStDuko1bTYuELv+uciecb+hduBCOyEkFy+fnF5xEWobGClNAGkrgCtFv6NsfneoR5Q4nef
Kabarjatengterkini.com– Video yang memperlihatkan sepasang pendaki diduga melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, viral di media sosial. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang menampilkan seorang pria dan perempuan di jalur pendakian beredar luas.
Dalam video tersebut, pasangan pendaki itu terlihat berada di kawasan perbukitan yang masih termasuk jalur pendakian Gunung Prau via Dieng. Keduanya tampak berdekatan dan berpelukan dalam posisi berbaring di area terbuka.
Video tersebut diketahui direkam pada Sabtu (29/8/2026). Setelah itu, rekaman beredar di sejumlah platform media sosial dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Salah seorang porter Gunung Prau, Fajar Fata, membenarkan bahwa lokasi yang terlihat dalam video memang berada di jalur pendakian Gunung Prau via Dieng.
“Itu di jalur Dieng. Jadi di lokasinya itu di bawah puncak Dieng. Jadi puncak Dieng turun, ada bukit. Nah, di sebelah situ di perbukitan,” kata Fajar, Rabu (2/9/2026).
Porter Gunung Prau Sayangkan Video Viral
Fajar menyayangkan tindakan pasangan pendaki tersebut hingga akhirnya menjadi perhatian publik dan menimbulkan kegaduhan di media sosial.
Menurut dia, kawasan Gunung Prau seharusnya menjadi tempat bagi masyarakat dan pendaki untuk menikmati panorama alam, bukan lokasi untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan maupun melanggar norma kesopanan.
“Untuk saya sendiri sebagai porter, saya sangat menyayangkan kejadian tersebut karena membuat gaduh dan viral. Alam yang seharusnya bisa dinikmati keindahannya menjadi tercemar oleh kejadian tersebut,” ujar Fajar.
Gunung Prau selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan pendakian populer di Jawa Tengah. Jalur via Dieng menjadi salah satu akses yang banyak digunakan pendaki karena menawarkan panorama alam yang menarik.
Namun, meningkatnya aktivitas pendakian juga perlu diimbangi dengan kesadaran setiap pengunjung untuk menjaga perilaku, kebersihan, serta kenyamanan bersama.
Pendaki Diminta Mengutamakan Etika
Fajar mengingatkan seluruh pendaki agar tidak melupakan tujuan utama melakukan perjalanan ke Gunung Prau, yakni menikmati keindahan alam sekaligus menjaga kelestariannya.
Menurutnya, setiap orang yang berada di kawasan gunung harus memiliki kesadaran bahwa tempat tersebut merupakan ruang publik yang digunakan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang.
“Bijaklah sebagai pendaki. Kalau bisa ingat tujuan untuk naik gunung. Kita hanya untuk menikmati keindahan alam yang ada di gunung, khususnya di Prau,” katanya.
Fajar juga menegaskan bahwa pendaki tetap bebas mengabadikan perjalanan mereka melalui foto maupun video. Akan tetapi, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab.
Ia meminta pendaki tidak meninggalkan sampah, merusak lingkungan, ataupun melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu pendaki lainnya.
“Foto boleh, tetapi jangan sampai meninggalkan sampah. Jangan melakukan hal-hal mesum seperti video yang viral kemarin,” ujarnya.
Gunung Prau Merupakan Ruang Bersama
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa para pendaki yang hendak melakukan perjalanan ke kawasan Gunung Prau pada dasarnya telah diberikan pemahaman mengenai aturan dan etika selama berada di jalur pendakian.
Aturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan, tetapi juga mencakup kewajiban menjaga kebersihan lingkungan, menghormati pendaki lain, serta menjaga sikap dan norma kesopanan.
Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di kawasan Gunung Prau. Para pendaki diharapkan dapat lebih bijak dalam menjaga perilaku, terutama ketika berada di lokasi yang terbuka dan dapat diakses oleh banyak orang.
Fajar menilai, menjaga etika saat mendaki sama pentingnya dengan menjaga kelestarian alam. Sebab, pengalaman menikmati gunung bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga bagaimana setiap pendaki dapat menghormati lingkungan dan orang lain.
“Gunung bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang bersama. Jadi, kita harus saling menghormati,” kata dia.
Viralnya video dugaan tindakan mesum di Gunung Prau tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para pendaki untuk tetap menjaga etika selama berada di alam terbuka. Kebebasan menikmati pemandangan dan mengabadikan perjalanan hendaknya tidak mengesampingkan norma kesopanan, kenyamanan pengunjung lain, serta kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, kawasan Gunung Prau tetap dapat menjadi destinasi pendakian yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pendaki.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

