Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 360

Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah studi terbaru mengusulkan skenario yang mengejutkan: semesta bisa runtuh dalam waktu 33 miliar tahun ke depan, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Energi Gelap: Komponen Misterius yang Mengatur Nasib Semesta

Salah satu faktor penentu masa depan semesta adalah energi gelap, zat misterius yang diyakini mengisi sekitar 70 persen dari seluruh alam semesta. Energi gelap inilah yang dipercaya mendorong perluasan ruang dengan kecepatan yang terus meningkat.

Dalam model standar kosmologi saat ini, energi gelap dianggap sebagai konstanta kosmologis, yang berarti sifat dan kekuatannya tidak berubah seiring waktu. Jika anggapan ini benar, maka alam semesta akan terus mengembang hingga akhirnya mengalami kematian panas (heat death), di mana energi menyebar begitu luas sehingga tak ada lagi proses fisika berarti yang terjadi.

Namun, bagaimana jika energi gelap tidak stabil? Bagaimana jika kekuatannya berubah seiring waktu? Inilah yang menjadi fokus dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, sebuah platform pre-print ilmiah.

Studi Baru: Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Penelitian ini mengusulkan bahwa energi gelap bukan hanya satu bentuk zat tetap, melainkan terdiri dari dua komponen:

  1. Sebuah konstanta kosmologis bernilai negatif, dan

  2. Energi dari partikel hipotetis bernama axion, yang juga diyakini berperan sebagai materi gelap.

Dalam model ini, meski semesta saat ini terus mengembang, namun pada titik tertentu gaya gravitasi akan mengalahkan energi gelap. Hasilnya adalah pembalikan arah ekspansi menuju keruntuhan total alam semesta, atau dikenal dengan istilah Big Crunch.

Para peneliti memprediksi bahwa keruntuhan ini bisa terjadi sekitar 33,3 miliar tahun dari sekarang. Artinya, semesta kita bahkan belum mencapai titik tengah dari total usianya jika model ini benar.

Apa Itu Big Crunch?

Big Crunch adalah salah satu teori tentang akhir alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa ekspansi semesta akan melambat, berhenti, lalu berbalik menjadi kontraksi besar-besaran. Segala sesuatu — galaksi, bintang, planet, hingga atom — akan ditarik kembali menuju satu titik super padat seperti kondisi awal semesta sebelum Big Bang.

Meskipun teori ini sempat populer, ia mulai kehilangan daya tarik setelah penemuan bahwa ekspansi semesta justru semakin cepat — fenomena yang dipicu oleh energi gelap. Namun, model baru yang melibatkan konstanta kosmologis negatif membuka kembali kemungkinan Big Crunch.

Alternatif Lain: Big Rip, Big Bounce, dan False Vacuum

Tentu saja, Big Crunch bukan satu-satunya kemungkinan tentang akhir alam semesta. Beberapa skenario lainnya mencakup:

  • Big Rip: Jika energi gelap ternyata semakin kuat seiring waktu, maka ia dapat merobek semua struktur di semesta, dari gugus galaksi hingga molekul terkecil, bahkan ruang-waktu itu sendiri.

  • Big Bounce: Dalam skenario ini, alam semesta mengalami siklus abadi: mengembang, lalu runtuh, dan mengembang kembali. Teori ini menarik karena menyiratkan semesta tidak punya awal maupun akhir absolut.

  • False Vacuum Decay: Ini adalah skenario paling ekstrem. Dalam teori fisika kuantum, semesta kita bisa berada dalam “keadaan vakum palsu”. Jika keadaan ini runtuh, maka akan terjadi gelembung kehancuran yang menyebar dengan kecepatan cahaya, menghancurkan semesta dalam sekejap — tanpa peringatan.

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Meskipun studi terbaru ini menambah wawasan menarik tentang kemungkinan masa depan semesta, penting untuk dicatat bahwa model ini belum melalui proses peer-review, dan masih bersifat teoritis. Banyak parameter di dalamnya masih spekulatif, terutama keberadaan dan peran partikel axion, yang hingga kini belum terdeteksi secara langsung.

Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kita tentang alam semesta masih terus berkembang. Apa yang kita anggap “pasti” hari ini, bisa saja berubah di masa depan seiring kemajuan teknologi dan penemuan ilmiah.

Apakah Kita Harus Khawatir?

Dengan waktu 33 miliar tahun tersisa sebelum kemungkinan semesta runtuh, jelas bahwa peristiwa ini berada jauh di luar rentang waktu umat manusia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana studi ini menunjukkan kompleksitas dan keajaiban semesta yang kita huni. Dan selama jawaban pasti belum ditemukan, pertanyaan tentang akhir alam semesta akan terus menjadi misteri paling menarik dalam ilmu kosmologi modern.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • bencana nasional

    Desakan Penetapan Bencana Nasional untuk Banjir dan Longsor di Sumatera Makin Menguat

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Desakan agar pemerintah pusat mengambil alih penuh penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera semakin menguat. Sejumlah organisasi besar, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Koalisi Masyarakat Sipil Aceh, secara terpisah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Bencana Nasional bagi musibah besar yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, […]

  • konflik

    Konflik Perbatasan Memanas, Pemimpin Thailand dan Kamboja Akan Gelar Pertemuan Damai di Malaysia

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Meski situasi perbatasan antara Thailand dan Kamboja semakin memanas, kedua pemimpin negara akhirnya sepakat untuk melakukan perundingan damai di Malaysia pada Senin (28/7) sore. Pertemuan ini akan dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, serta dihadiri perwakilan dari Tiongkok sebagai pengamat penting. Namun, menjelang pertemuan diplomatik itu, pertempuran terus berlanjut di lapangan, […]

  • kpk

    KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan mengungkap dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo, beserta tim suksesnya. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 berhasil mengamankan Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga menyeret beberapa anggota […]

  • Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Para penyandang disabilitas di Kebumen secara produktif menghasilkan produk fashion unggulan lewat Rumah Inklusif Kebumen. Tak main-main, produk-produk tersebut bahkan berhasil tembus pasar global. Adapun jenis produk fashion yang dihasilkan oleh mereka adalah batik pegon. Kabarnya, batik ini telah dipamerkan di ajang internasional, seperti di Singapura hingga Turki. Rumah Inklusif Kebumen secara konsisten, […]

  • tiket

    Tiket Murah Akhir Tahun: Diskon Hingga 30 Persen untuk Kereta, Kapal, dan Pesawat

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menjelang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah kembali menggelontorkan stimulus guna meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi nasional. Stimulus tersebut diberikan dalam bentuk diskon tiket transportasi umum, meliputi kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang […]

  • prabowo

    Prabowo: Program MBG Sukses Meski Ada Kasus Keracunan 0,008%

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah terbukti sukses menyerap tenaga kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat, meski sempat muncul kasus keracunan makanan dalam jumlah kecil. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention […]

expand_less