Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 414

Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah studi terbaru mengusulkan skenario yang mengejutkan: semesta bisa runtuh dalam waktu 33 miliar tahun ke depan, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Energi Gelap: Komponen Misterius yang Mengatur Nasib Semesta

Salah satu faktor penentu masa depan semesta adalah energi gelap, zat misterius yang diyakini mengisi sekitar 70 persen dari seluruh alam semesta. Energi gelap inilah yang dipercaya mendorong perluasan ruang dengan kecepatan yang terus meningkat.

Dalam model standar kosmologi saat ini, energi gelap dianggap sebagai konstanta kosmologis, yang berarti sifat dan kekuatannya tidak berubah seiring waktu. Jika anggapan ini benar, maka alam semesta akan terus mengembang hingga akhirnya mengalami kematian panas (heat death), di mana energi menyebar begitu luas sehingga tak ada lagi proses fisika berarti yang terjadi.

Namun, bagaimana jika energi gelap tidak stabil? Bagaimana jika kekuatannya berubah seiring waktu? Inilah yang menjadi fokus dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, sebuah platform pre-print ilmiah.

Studi Baru: Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Penelitian ini mengusulkan bahwa energi gelap bukan hanya satu bentuk zat tetap, melainkan terdiri dari dua komponen:

  1. Sebuah konstanta kosmologis bernilai negatif, dan

  2. Energi dari partikel hipotetis bernama axion, yang juga diyakini berperan sebagai materi gelap.

Dalam model ini, meski semesta saat ini terus mengembang, namun pada titik tertentu gaya gravitasi akan mengalahkan energi gelap. Hasilnya adalah pembalikan arah ekspansi menuju keruntuhan total alam semesta, atau dikenal dengan istilah Big Crunch.

Para peneliti memprediksi bahwa keruntuhan ini bisa terjadi sekitar 33,3 miliar tahun dari sekarang. Artinya, semesta kita bahkan belum mencapai titik tengah dari total usianya jika model ini benar.

Apa Itu Big Crunch?

Big Crunch adalah salah satu teori tentang akhir alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa ekspansi semesta akan melambat, berhenti, lalu berbalik menjadi kontraksi besar-besaran. Segala sesuatu — galaksi, bintang, planet, hingga atom — akan ditarik kembali menuju satu titik super padat seperti kondisi awal semesta sebelum Big Bang.

Meskipun teori ini sempat populer, ia mulai kehilangan daya tarik setelah penemuan bahwa ekspansi semesta justru semakin cepat — fenomena yang dipicu oleh energi gelap. Namun, model baru yang melibatkan konstanta kosmologis negatif membuka kembali kemungkinan Big Crunch.

Alternatif Lain: Big Rip, Big Bounce, dan False Vacuum

Tentu saja, Big Crunch bukan satu-satunya kemungkinan tentang akhir alam semesta. Beberapa skenario lainnya mencakup:

  • Big Rip: Jika energi gelap ternyata semakin kuat seiring waktu, maka ia dapat merobek semua struktur di semesta, dari gugus galaksi hingga molekul terkecil, bahkan ruang-waktu itu sendiri.

  • Big Bounce: Dalam skenario ini, alam semesta mengalami siklus abadi: mengembang, lalu runtuh, dan mengembang kembali. Teori ini menarik karena menyiratkan semesta tidak punya awal maupun akhir absolut.

  • False Vacuum Decay: Ini adalah skenario paling ekstrem. Dalam teori fisika kuantum, semesta kita bisa berada dalam “keadaan vakum palsu”. Jika keadaan ini runtuh, maka akan terjadi gelembung kehancuran yang menyebar dengan kecepatan cahaya, menghancurkan semesta dalam sekejap — tanpa peringatan.

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Meskipun studi terbaru ini menambah wawasan menarik tentang kemungkinan masa depan semesta, penting untuk dicatat bahwa model ini belum melalui proses peer-review, dan masih bersifat teoritis. Banyak parameter di dalamnya masih spekulatif, terutama keberadaan dan peran partikel axion, yang hingga kini belum terdeteksi secara langsung.

Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kita tentang alam semesta masih terus berkembang. Apa yang kita anggap “pasti” hari ini, bisa saja berubah di masa depan seiring kemajuan teknologi dan penemuan ilmiah.

Apakah Kita Harus Khawatir?

Dengan waktu 33 miliar tahun tersisa sebelum kemungkinan semesta runtuh, jelas bahwa peristiwa ini berada jauh di luar rentang waktu umat manusia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana studi ini menunjukkan kompleksitas dan keajaiban semesta yang kita huni. Dan selama jawaban pasti belum ditemukan, pertanyaan tentang akhir alam semesta akan terus menjadi misteri paling menarik dalam ilmu kosmologi modern.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dapat 5 Kategori Penghargaan, Baznas Jateng Bakal Terus Optimalisasi ZIS

    Dapat 5 Kategori Penghargaan, Baznas Jateng Bakal Terus Optimalisasi ZIS

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah RI mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah dalam optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Atas hal tersebut, Baznas mendapatkan lima penghargaan dalam ajang Baznas Award 2025 oleh Baznas RI, meliputi Pengumpulan ZIS Terbaik, Inovasi Pendayagunaan Terbaik, Koordinasi Kelembagaan Terbaik, Kelembagaan Klaster 5 Terbaik, dan Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik. […]

  • Terkait Penerapan Zero ODOL 2027, Gubernur Jateng: Perlu Ada Sosialisasi Masif

    Terkait Penerapan Zero ODOL 2027, Gubernur Jateng: Perlu Ada Sosialisasi Masif

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jateng mendukung penerapan zero ODOL (Over Dimension dan Over Loading) atau kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih pada 2027. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan, kendaraan muatan berlebih bisa mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Selain itu, hal ini juga mempercepat penurunan muka tanah di wilayah pesisir lantaran beban permukaan bertambah. “ODOL ini problem semua pihak. Saya […]

  • resep

    Resep Praktis Kerang Dara Saus Tiram, Nikmat dan Cocok untuk Hidangan Sehari-hari

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kerang dara adalah salah satu hidangan laut favorit yang mudah ditemukan dan sangat populer sebagai lauk rumahan. Selain rasanya yang gurih dan lezat, kerang dara juga kaya akan nutrisi, seperti protein tinggi dan berbagai mineral penting. Salah satu cara paling mudah dan cepat untuk mengolah kerang dara adalah dengan saus tiram. Resep kerang dara […]

  • Pemkab Rembang Bakal Gelar "Senam Guyub Rukun" pada 19 Desember

    Pemkab Rembang Bakal Gelar “Senam Guyub Rukun” pada 19 Desember

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatenterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang bakal menggelar “Senam Guyub Rukun” di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini pada 19 Desember 2025 mendatang. Adapun peserta yang ditargetkan mengikuti acara ini lebih dari 4.000 orang. Senam tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan masyarakat, namun juga meningkatkan kekompakan dan kebersamaan. Adapun agenda utamanya adalah senam […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Gubernur Jateng Dorong Kejelasan Hukum HGB di Kawasan Industri Batang

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong kejelasan penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan industri terpadu Batang (KITB). Hal ini dilakukan untuk menjaga iklim investasi di wilayahnya tetap lancar. Ia menyampaikan, penerbitan HGB saat ini masih menjadi kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Untuk memastikan kekuatan hukum HGB, ia minta […]

  • Pemprov Jateng Bersama Kemenkum Berikan Program Bantuan Hukum Gratis ke Masyarakat Rentan

    Pemprov Jateng Bersama Kemenkum Berikan Program Bantuan Hukum Gratis ke Masyarakat Rentan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Kementerian Hukum memberikan program bantuan hukum gratis. Program ini menyasar masyarakat miskin dan kelompok rentan untuk mengakses pendampingan hukum dari profesional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum saat ini sudah memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbakum) pada 1.400 desa di Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng […]

expand_less