Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Masa Depan Alam Semesta: Studi Baru Prediksi Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 299

Kabarjatengterkini.com- Alam semesta diyakini bermula dari peristiwa kosmik luar biasa yang dikenal sebagai Big Bang, sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Sejak saat itu, para ilmuwan terus berupaya memahami perjalanan kosmos ini: dari bagaimana ia berevolusi, hingga ke mana arah akhirnya. Namun, pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta akan berakhir masih belum terjawab sepenuhnya. Kini, sebuah studi terbaru mengusulkan skenario yang mengejutkan: semesta bisa runtuh dalam waktu 33 miliar tahun ke depan, jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Energi Gelap: Komponen Misterius yang Mengatur Nasib Semesta

Salah satu faktor penentu masa depan semesta adalah energi gelap, zat misterius yang diyakini mengisi sekitar 70 persen dari seluruh alam semesta. Energi gelap inilah yang dipercaya mendorong perluasan ruang dengan kecepatan yang terus meningkat.

Dalam model standar kosmologi saat ini, energi gelap dianggap sebagai konstanta kosmologis, yang berarti sifat dan kekuatannya tidak berubah seiring waktu. Jika anggapan ini benar, maka alam semesta akan terus mengembang hingga akhirnya mengalami kematian panas (heat death), di mana energi menyebar begitu luas sehingga tak ada lagi proses fisika berarti yang terjadi.

Namun, bagaimana jika energi gelap tidak stabil? Bagaimana jika kekuatannya berubah seiring waktu? Inilah yang menjadi fokus dalam studi terbaru yang dipublikasikan di arXiv, sebuah platform pre-print ilmiah.

Studi Baru: Semesta Bisa Runtuh dalam 33 Miliar Tahun

Penelitian ini mengusulkan bahwa energi gelap bukan hanya satu bentuk zat tetap, melainkan terdiri dari dua komponen:

  1. Sebuah konstanta kosmologis bernilai negatif, dan

  2. Energi dari partikel hipotetis bernama axion, yang juga diyakini berperan sebagai materi gelap.

Dalam model ini, meski semesta saat ini terus mengembang, namun pada titik tertentu gaya gravitasi akan mengalahkan energi gelap. Hasilnya adalah pembalikan arah ekspansi menuju keruntuhan total alam semesta, atau dikenal dengan istilah Big Crunch.

Para peneliti memprediksi bahwa keruntuhan ini bisa terjadi sekitar 33,3 miliar tahun dari sekarang. Artinya, semesta kita bahkan belum mencapai titik tengah dari total usianya jika model ini benar.

Apa Itu Big Crunch?

Big Crunch adalah salah satu teori tentang akhir alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa ekspansi semesta akan melambat, berhenti, lalu berbalik menjadi kontraksi besar-besaran. Segala sesuatu — galaksi, bintang, planet, hingga atom — akan ditarik kembali menuju satu titik super padat seperti kondisi awal semesta sebelum Big Bang.

Meskipun teori ini sempat populer, ia mulai kehilangan daya tarik setelah penemuan bahwa ekspansi semesta justru semakin cepat — fenomena yang dipicu oleh energi gelap. Namun, model baru yang melibatkan konstanta kosmologis negatif membuka kembali kemungkinan Big Crunch.

Alternatif Lain: Big Rip, Big Bounce, dan False Vacuum

Tentu saja, Big Crunch bukan satu-satunya kemungkinan tentang akhir alam semesta. Beberapa skenario lainnya mencakup:

  • Big Rip: Jika energi gelap ternyata semakin kuat seiring waktu, maka ia dapat merobek semua struktur di semesta, dari gugus galaksi hingga molekul terkecil, bahkan ruang-waktu itu sendiri.

  • Big Bounce: Dalam skenario ini, alam semesta mengalami siklus abadi: mengembang, lalu runtuh, dan mengembang kembali. Teori ini menarik karena menyiratkan semesta tidak punya awal maupun akhir absolut.

  • False Vacuum Decay: Ini adalah skenario paling ekstrem. Dalam teori fisika kuantum, semesta kita bisa berada dalam “keadaan vakum palsu”. Jika keadaan ini runtuh, maka akan terjadi gelembung kehancuran yang menyebar dengan kecepatan cahaya, menghancurkan semesta dalam sekejap — tanpa peringatan.

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Meskipun studi terbaru ini menambah wawasan menarik tentang kemungkinan masa depan semesta, penting untuk dicatat bahwa model ini belum melalui proses peer-review, dan masih bersifat teoritis. Banyak parameter di dalamnya masih spekulatif, terutama keberadaan dan peran partikel axion, yang hingga kini belum terdeteksi secara langsung.

Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kita tentang alam semesta masih terus berkembang. Apa yang kita anggap “pasti” hari ini, bisa saja berubah di masa depan seiring kemajuan teknologi dan penemuan ilmiah.

Apakah Kita Harus Khawatir?

Dengan waktu 33 miliar tahun tersisa sebelum kemungkinan semesta runtuh, jelas bahwa peristiwa ini berada jauh di luar rentang waktu umat manusia. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana studi ini menunjukkan kompleksitas dan keajaiban semesta yang kita huni. Dan selama jawaban pasti belum ditemukan, pertanyaan tentang akhir alam semesta akan terus menjadi misteri paling menarik dalam ilmu kosmologi modern.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Berlubang Diperparah Intensitas Hujan Tinggi

    Lubang di Jalan Prof Dr Hamka Ngaliyan Diperparah karena Intensitas Hujan Tinggi

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Warga Kota Semarang menyebut kondisi Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, masih ada yang berlubang di beberapa titik. Bahkan, jalan berlubang dinilai dalam atau sekitar 3-5 sentimeter. Lubang jalan itu disebut sudah ada sejak lama, namun kondisi kerusakan jalan diperparah karena tingginya intensitas hujan selama beberapa waktu terakhir ini. Kepala Dinas Pekerjaan […]

  • dinosaurus

    Penemuan Dinosaurus Raksasa Dasosaurus tocantinensis di Brasil Ungkap Sejarah Benua Purba

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Penemuan spesies baru dinosaurus raksasa di Brasil menjadi sorotan dunia ilmiah. Dinosaurus tersebut diberi nama Dasosaurus tocantinensis, yang diperkirakan memiliki tinggi setara gedung sekolah tiga lantai dan panjang mencapai 20 meter. Penemuan ini tidak hanya menambah daftar dinosaurus raksasa yang pernah menghuni Bumi, tetapi juga memberikan wawasan penting tentang sejarah geologi, khususnya bagaimana benua-benua […]

  • Pemprov Jateng Ingin BUMD Tingkatkan PAD dan Dukung Swasembada Pangan

    BUMD di Jateng Harus Punya Peran Tingkatkan PAD dan Dukung Swasembada Pangan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jateng harap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terus berperan dalam peningkatan ekonomi di wilayahnya. Di antaranya dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung swasembada pangan. “BUMD kita harus bisa mendukung PAD. Fokus bisnisnya adalah yang bisa berkontribusi kepada PAD dan masyarakat. Jangan cuma spekulan, harus fokus dan […]

  • korean

    5 Korean Food yang Lagi Hype Banget! Wajib Coba di 2025

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Masakan Korea atau Korean Food semakin populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan cita rasa unik, perpaduan gurih, pedas, dan manis, makanan Korea selalu berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner. Di tahun 2025 ini, ada beberapa menu Korean Food yang sedang hype banget dan wajib kamu coba! Berikut 5 makanan Korea paling hits […]

  • afc

    AFC Pastikan Timnas Malaysia Masih Bisa Bertanding Meski 7 Pemain Disanksi FIFA

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memastikan bahwa Tim Nasional (Timnas) Malaysia tetap bisa tampil di ajang internasional meskipun FIFA telah menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi serta Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, pada Minggu (28/9/2025), menanggapi kegelisahan publik Malaysia atas […]

  • tersangka

    Kejaksaan Agung Tetapkan Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah sebagai Tersangka Korupsi Chromebook

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan dua mantan pejabat Kemendikbudristek sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Keduanya adalah Sri Wahyuningsih, eks Direktur SD, dan Mulyatsyah, eks Direktur SMP Kemendikbudristek periode 2020–2021. Keduanya didakwa bersama dua tersangka lainnya: mantan staf khusus Mendikbudristek, Jurist Tan, dan konsultan teknologi, Ibrahim Arief. Direktur Penyidikan Jampidsus […]

expand_less