Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Bapanas Naikkan HET Beras: Harga Medium Tembus Rp13.500 per Kilogram

Bapanas Naikkan HET Beras: Harga Medium Tembus Rp13.500 per Kilogram

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
  • visibility 204

Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dari sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, untuk wilayah Papua dan Maluku, HET ditetapkan lebih tinggi yakni Rp15.500 per kilogram.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi beras nasional.

“Bahwa harga eceran tertinggi beras di tingkat konsumen sudah tidak sesuai dengan perkembangan struktur biaya produksi dan distribusi saat ini, sehingga untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga beras, perlu dilakukan evaluasi terhadap harga eceran tertinggi beras,” bunyi keputusan tersebut yang ditandatangani Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Penyesuaian HET Beras untuk Menjaga Rantai Distribusi

Bapanas menilai bahwa penyesuaian harga hingga Rp2.000 per kilogram diperlukan agar industri penggilingan tidak mengalami tekanan biaya produksi yang terlalu besar. Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi disparitas harga antarjenis beras, sekaligus menjamin ketersediaan beras berkualitas dengan harga terjangkau di pasar.

Kebijakan ini disebut sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu upaya jangka panjang yang lebih komprehensif.

Kewenangan Penetapan Harga Ada di Tangan Bapanas

Dalam rapat Komisi IV DPR RI pada 21 Agustus 2025, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa penetapan harga beras, termasuk HET, merupakan kewenangan eksklusif Bapanas. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional.

“Kalau mengacu pada Perpres 66 Tahun 2021, maka harga itu yang menentukan adalah Bapanas. Yang menentukan cadangan pangan nasional itu Bapanas, dan yang menentukan harga eceran tertinggi juga adalah Badan Pangan Nasional,” ujarnya dalam rapat.

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan persepsi publik bahwa kebijakan harga bukan berada di bawah Kementerian Pertanian (Kementan).

Kementan: Bukan Tupoksi Kami, Tapi Tetap Bertanggung Jawab

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyatakan bahwa penetapan harga beras memang bukan bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Pertanian. Namun, pihaknya tetap terlibat karena hal tersebut menyangkut kepentingan petani.

“Kami merasa bertanggung jawab karena kami bersama petani. Sebenarnya bukan urusan kami, kalau kami mau buang badan dan diam saja, masalah beras bisa lebih parah lagi,” kata Amran.

Menurutnya, selama ini tekanan publik kerap datang ke Kementan ketika harga beras melonjak, meskipun urusan harga berada di bawah wewenang Bapanas.

“Yang penting kita sepakat, jangan nanti pertanyaan soal harga selalu ke Menteri Pertanian lagi, karena itu tupoksinya Bapanas,” tegas Amran.

DPR Minta Perhitungan Ulang Berdasarkan HPP Petani

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto alias Titi Soeharto, juga menyoroti kebijakan kenaikan HET beras ini. Ia menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas antara Kementerian Pertanian dan Bapanas, agar publik paham siapa yang bertanggung jawab atas produksi dan siapa yang menetapkan harga.

“Kita ngerti kalau masalah harga itu urusannya bukan di Kementerian Pertanian. Urusan produksi ada di Kementerian Pertanian, sementara urusan penetapan harga di Bapanas,” ujarnya.

Titi meminta agar Bapanas menghitung ulang HET dengan mempertimbangkan Harga Pokok Produksi (HPP) di tingkat petani, yang saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Menurutnya, kebijakan HET yang baru harus mampu menguntungkan petani sekaligus tidak membebani konsumen.

Implikasi Kenaikan HET terhadap Konsumen dan Petani

Kenaikan HET beras ini akan berdampak langsung pada harga jual di pasar, terutama beras kategori medium yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan petani, jika margin antara HPP dan HET lebih proporsional.

Namun, sebagian masyarakat dan pengamat menilai langkah ini berpotensi menambah beban belanja rumah tangga, terutama menjelang akhir tahun ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

Perlu Sinkronisasi Lintas Lembaga

Penyesuaian HET beras oleh Bapanas menjadi kebijakan penting di tengah gejolak harga pangan global dan dalam negeri. Meski ditujukan untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga, penerapannya tetap harus mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat, serta keberlangsungan pendapatan petani dan pelaku industri pangan.

Dibutuhkan sinergi antara Bapanas, Kementerian Pertanian, Bulog, dan pelaku usaha, agar kebijakan ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Diminta Berikan Kontribusi Pembangunan

    Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Mulai Sektor Pendidikan Hingga Lingkungan

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Puluhan organisasi masyarakat (ormas) asing telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Di antaranya, ada dari Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, hingga Kanada. Ormas-ormas asing ini telah menyumbang kontribusi terhadap pembangunan daerah. Pasalnya, sudah ada 21 ormas asing di Jawa Tengah bergerak di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, penanganan bencana, lingkungan, […]

  • Bupati dan Wali Kota di Jateng Diminta Fokus pada Pemulihan Daerah Pascademo

    Bupati dan Wali Kota di Jateng Diminta Fokus pada Pemulihan Daerah Pascademo

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah diminta untuk fokus pada percepatan pemulihan daerah pasca aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari lalu. Hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi baru-baru ini. Ahmad Luthfi meminta kepala daerah untuk segera melakukan perbaikan fisik bagunan yang rusak, serta fasilitas yang […]

  • RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Punya Nomor Baru untuk Layanan Pelanggan /rembangkab

    RSUD dr. R. Soetrasno Rembang Punya Nomor Baru untuk Layanan Pelanggan

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – RSUD dr. R. Soetrasno Rembang mempunyai nomor baru untuk layanan pelanggan. Masyarakat yang ingin mengakses informasi, administrasi, dan melakukan pengaduan, sekarang bisa menghubungi nomor WhatsApp 0813 8005 7444. Dengan adanya nomor WA ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan respon yang lebih cepat dan efektif. Kasi Informasi RSUD dr. Soetrasno Rembang, M. Nur Achdi […]

  • Ratusan Bidang Tanah di Jawa Tengah Bakal Dijadikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

    Ratusan Bidang Tanah di Jawa Tengah Bakal Dijadikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 240 bidang tanah di Jawa Tengah bakal melalui proses sertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal ini tercantum dalam nota kesepakatan soal sinergi penyelenggaraan urusan pertahanan, agrarian, dan penataan ruang antara BPN dan Pemprov Jateng. Adapun tanah tersebut meliputi 80 bidang tanah di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Blora, dan Wonosobo. Nantinya, […]

  • resep

    Resep Brownies Fudgy Cokelat Lumer, Lembut di Dalam, Renyah di Luar

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Brownies menjadi salah satu kue yang paling digemari banyak orang, terutama para pecinta cokelat. Dari sekian banyak varian brownies, brownies fudgy adalah salah satu jenis yang paling populer. Dengan tekstur yang padat, lembut, dan lumer di dalam, serta bagian atas yang renyah dan mengkilap, brownies fudgy memberikan kenikmatan maksimal dalam setiap gigitan. Kalau kamu […]

expand_less